Home  / 
Buya Syafii: Perpecahan Arab Jangan Dibawa ke Sini
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:36:27
Yogyakarta (SIB)  - Budayawan yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, mengingatkan agar Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak menjadi ajang politisasi agama. Jangan sampai politisasi agama dan perpecahan seperti di dunia Arab dibawa ke Indonesia.

Syafii mengingatkan agama memang tidak bisa dipisahkan dengan politik. Namun, semestinya agama menjadi panduan moral politik.

"Jadi agama jangan dijadikan kendaraan politik. Yang harusnya menjadi kendaraan adalah moral. Idealnya begitu," kata Syafii usai menerima kunjungan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin, di kediaman pribadinya di Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (15/10).

"Tapi dalam kenyataan kita beginilah. Kalau enggak begitu (agama jadi moral), negara Arab enggak hancur seperti itu. Kan politik agama luar biasa itu, jangan dibawa ke sini. Perpecahan Arab jangan dibawa ke sini. Itu sangat berbahaya," beber Syafii.

Kata Buya, di Indonesia, ide-ide seperti di Arab itu ada 'pembelinya'. Mereka tidak paham, sehingga ide seperti khilafah dan ISIS diterima juga.

Oleh karena itu, dia menyampaikan harapannya bahwa Pilpres 2019 akan damai.

"Kalau seumpamanya ada yang menghujat sepihak, yang lain lebih-lebih kalem," kata Buya.

Saat ini negara-negara kawasan Teluk tengah dilanda konflik berkepanjangan yang sangat rumit, dari pertikaian diplomatik hingga perang besar.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan Qatar. Selain itu, Saudi juga memimpin koalisi negara-negara Teluk dalam perang di Yaman.

Perang di Suriah yang didahului kehadiran ISIS belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dan melibatkan sejumlah negara besar dalam posisi tumpang tindih seperti Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis.

Selain itu masih ada sengketa wilayah Israel-Palestina yang diwarnai konflik sporadis. (SP/d)





Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU