Home  / 
Raih 23 Emas, Indonesia Lampaui Target Asian Para Games 2018
* Presiden Jokowi Nonton Angkat Berat
Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:07:43
SIB/Ant/Akbar Nugroho Gumay
SAKSIKAN PARA GAMES: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kiri) dan Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kanan) menyaksikan pertandingan angkat berat Asian Para Games 2018 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (10/10).
Jakarta (SIB) -Asian Para Games 2018 memasuki hari kelima. Untuk pertama kali Presiden RI Joko Widodo tonton langsung pertandingan.

Jokowi tiba pukul 11.50 WIB. Mengenakan kemeja putih, kedatangannya langsung disambut Menpora Imam Nahrawi dan Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari yang lebih dulu tiba di Balai Sudirman, Rabu (10/10).

Tiga lifter Indonesia dijadwalkan bertanding. Yakni Tambi Sibarani kelas 80 Kg, Nurtati Purba di kelas 73 Kg dan Siti Mahmudah yang turun di kelas 79 Kg.

Akui Dominasi China
Jokowi memberi semangat secara langsung kepada lifter Indonesia. Terlebih saat lifter Siti Mahmudah dan Nurtani Purba sukses melakukan angkatan. Namun keduanya harus puas dengan medali perak usai China mendominasi angkatan di kelasnya masing-masing, 73 Kg dan 79 Kg.

"Tadi memang ada China yang kuat (sambil mengangkat tangannya dan dilepas). Itu new world record dan new record Asia juga," kata Jokowi usai menonton.
"Sama seperti Asian Games. Kalau lomba saya lihat," dia menambahkan.

Sudah Rebut 23 Emas
Indonesia terus menambah medali emas pada hari kelima Asian Para Games 2018, Rabu (10/10). Kontingen Indonesia sudah mengoleksi 23 medali emas.

Lima tambahan medali emas Indonesia datang dari cabang lawn bowl dan atletik. Lawn bowl menambah empat medali emas salah satunya melalui Julia Verawati yang sukses menjadi juara di nomor individu open B2.

Suwondo yang turun di nomor individu open B4 juga sukses merebut medali emas, disusul Mella Windasari yang sukses merebut medali emas nomor ondividu open B6, dan Dwi Widiantoro dari nomor individu open B1.

Indonesia juga mendominasi atletik pada lari 100 meter T13 (low vision) putri Asian Para Games 2018. Tiga sprinter Merah Putih menguasai podium. 

Putri Aulia, Ni Made Arianti Putri, dan Endang Sari Sitorus kompak naik podium di nomor itu. Aulia merebut medali emas dengan catatan waktu 12,49 detik dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (10/10).

Dia diikuti oleh Made Arianti yang menghabiskan waktu 13,00 detik, sedangkan Endang di posisi ketiga dengan 13,07 detik.

"Tentu saja kami bertiga merasa sangat senang karena bisa bersama-sama berada di podium," ujar Putri Aulia.

"Terima kasih atas dukungan seluruh penonton dan masyarakat Indonesia sehingga kami mampu berprestasi di tingkat Asia," kata Endang Sitorus menambahkan.

Catur Borong 6 Emas
Sebelumnya, catur Indonesia menggemukkan lumbung medali di Asian Para Games 2018. Enam emas diborong.

Enam medali emas diborong dari GOR Cempaka Putih. Jakarta, Rabu (10/10/2018). Pecatur tuan rumah mendominasi dengan berhasil menjadi juara di kategori standar perorangan VI-B1 putra dan beregu putra VI-B1 (buta total).

Pecatur andalan Edy Suryanto merebut juara pada kategori VI-B1. Sebelumnya, empat medali emas lebih dulu dipersembahkan dari kategori beregu putri, putri VI-B1 (buta total) dan PI (tunadaksa) standar perorangan putri.

Debi Ariesta jadi juara untuk kelas VI-B. Sedangkan rekannya Simanja Nasip Farta memenangi kategori PI perorangan putri. Debi bersama Wilma Margaretha Sinaga juga berhasil mempersembahkan emas beregu.

"Keberhasilan ini merupakan kerja keras latihan selama ini. Saya senang dapat memberikan medali emas untuk Kontingen Indonesia," tutur Edy kepada pewarta.

Sementara itu, Debi lega dengan perjuangannya selama ini. Dia mempersembahkan medali emas tersebut untuk masyarakat Indonesia.

"Lega dan bahagia banget. Kemenangan ini untuk masyakarat Indonesia," kata Lega.

Manajer Catur Indonesia Heri Isranto menilai pencapaian tersebut melebihi target. Dia berharap medali emas akan bertambah lagi.

"Sejak awal saya yakin kami akan melampaui target emas. Ini buah latihan keras dan kebersamaan yang selalu kami tanamkan dalam persiapan. Namun, masih ada catur cepat yang tentunya juga tidak boleh dilewatkan untuk terus meraih medali. Semoga kita kembali meraih medali emas karena kita juga kuat di catur cepat ini," ujar Heri.

Tenis Meja 2 Emas
Tenis meja menambah koleksi medali emas Asian Para Games 2018. Kali ini, emas dipersembahkan oleh Agus Sutanto/Totok Hardiyanto dan David Jacobs/Akbar Komet.

Dalam pertandingan final di Ecovention Ancol, Rabu (10/10), pada ganda putra TT-45 (tunadaksa dengan kursi roda), Agus/Totok menang. Mereka mengalahkan pasangan Thailand, Wanchai Chaiwwut/Niyom Nachai, dengan skor 14-12, 11-7.

Sebelumnya, David/Akbar, yang bermain di kategori TT-11, memastikan medali emas usai mengalahkan Shin Seung-weon/Jung Sukyon

Medali emas itu menjadi koleksi ketiga dan keempat tenis meja Indonesia di Asian Para Games. Raihan itu sekaligus menjadi emas ke-17 dan ke-18 Indonesia di Asian Para Games kali ini.

Bagi David, medali emas itu menjadi raihan keduanya di Para Games 2018. Sebelumnya, dia memastikan medali emas dari nomor tunggal putra TT-11 (tunadaksa bermain berdiri).

Capai Target
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersyukur kontingen Indonesia di Asian Para Games 2018 telah melampaui target 16medali emas. Bersyukur, namun tidak puas.

Indonesia telah mengantongi lebih dari 16 medali emas.

Dengan koleksi 23 emas itu, Indonesia sudah melebihi target kendati Asian Para Games masih akan bergulir sampai Sabtu (13/10). Kontingen Merah Putih dipatok target 16 medali emas dan masuk delapan besar Asia.

"Alhamdullilah, alhamdullilah, terimakasih ya Allah, terimakasih dukungannya masyarakat Indonesia, suporter, dan terimakasih kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang telah berjuang di hari kelima ini," kata Imam di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (10/10).

"Kami bersyukur bisa menghasilkan belasan medali. Kami tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah puas sebelum Asian Para Games ini berakhir dengan pencapaian yang gemilang. Bahkan insya Allah akan melampui target," ujar dia.

Menteri asal Bangkalan ini pun berharap prestasi yang mereka ciptakan bisa menjadi jalan mereka lebih diapresiasi oleh masyarakat.

"Nah ini saya mendoakan mereka agar terus memotivasi kami, menginspirasi kami yang mendapatkan amanah agar kebijakan ke depan berpijak kepada mereka. Tentu masyarakat tidak ada lagi ruang sedikit pun untuk memandang mereka sebelah mata," katanya.

"Artinya untuk regulasinya harus terus diperbaiki, di posisi organisasi NPC Indonesia harus diperkuat, cabang-cabang olahraga harus dimaksimalkan sampai soal anggarannya akan kami coba maksimalkan," ujarnya kemudian. (detiksport/CNNI/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU