Home  / 
Empat Tersangka KM Sinar Bangun Dilimpahkan ke Kejari Samosir
* Berkas Kadishub Samosir Masih Dilengkapi
Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:44:20
Medan (SIB) -Empat tersangka dan barang bukti perkara tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba, dilimpahkan ke Kejari Samosir dalam tahap II (P-22), setelah sebelumnya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mereka dinyatakan lengkap (P-21). Sedangkan berkas seorang tersangka lain yakni Kadishub Samosir N Siahaan masih dilengkapi.

"Hari ini, empat tersangka dan barang bukti kasus kecelakaan KM Sinar Bangun kita limpahan ke Kejari Samosir," kata Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (10/10).

Kata Maringan, pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah kejaksaan menyatakan BAP keempatnya lengkap. Mereka adalah nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun Poltak Saritua Sagala dan Kapos Simanindo Golpa F Putra, pegawai honor Dishub Simalungun Karnilan Sitanggang dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Rihad Sitanggang.

Disinggung mengenai berkas tersangka lainnya, yakni Kadishub Samosir N Siahaan, Maringan menyebutkan, masih dilengkapi pihaknya sesuai petunjuk jaksa. "Kalau sudah lengkap, berkas Kadishub Samosir akan kita limpahkan kembali," sebut dia.

Sebelumnya, dalam kasus kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba Kabupaten Simalungun, Poldasu menetapkan lima tersangka masing-masing, nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, pegawai honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang dan Kepala Dinas Perhubungan Samosir N Siahaan.

Penetapan tersangka karena operasional KM Sinar Bangun tidak memiliki izin berlayar, secara sengaja membiarkan kapal melebihi standart 45 penumpang, dan juga syarat kapal tidak boleh mengangkut kendaraan, sehingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan dan korban meninggal.

Selain itu, sistem pengaturan masuknya penumpang, dan mengawasi kegiatan perkapalan tidak dijalankan dengan benar dan tidak adanya pengaturan penumpang serta melakukan pengutipan retribusi. (A18/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU