Home  / 
Simalungun Dilanda Bencana Banjir
* 2 Warga Syahkuda Bayu Gunung Malela Tewas Terseret Arus * Jembatan Penyeberangan Sungai Ambruk, Jalan Provinsi Nyaris Putus
Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:45:06
SIB/Agus Salim Siregar
BANJIR BESAR: Banjir besar mengakibatkan jembatan dan pemukiman warga tergenang di Nagori Marihat Bandar Kecamatan Bandar (kiri). Sementara itu, satu rumah warga pondasinya habis tergerus air dan hampir ambruk di Kedai Bawah Dosin juga di Nagori Marihat Bandar Kecamatan Bandar akibat luapan air sungai Bah Bolon, Rabu (10/10).
Simalungun (SIB) -Delapan Kecamatan di Kabupaten Simalungun dilanda bencana alam banjir, Rabu (10/10) sekira pukul 03.00 WIB mengakibatkan 2 orang warga Gunung Malela tewas terseret arus.

Informasi dihimpun SIB, banjir bandang yang terjadi di Nagori Syahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela mengakibatkan dua warga yang berstatus suami istri yang tinggal di pinggir sungai Titi Maut yang berbatasan dengan Kecamatan Gunung Malela dan Hutabayu Raja yakni Daulat Siagian dan Yusnita Sitorus tewas terseret arus.

Informasi dihimpun SIB dari Pangulu Nagori Syahkuda Bayu Suyatno, sebelum kejadian,  warga datang membangunkan keduanya. Saat itu hujan deras dan jembatan Titi Maut sudah terendam air. Kemudian Yusnita terbangun dan menyelamatkan sepeda motor ke tempat yang lebih aman.

Saat kembali ke rumahnya bermaksud membangunkan suaminya, tiba-tiba air semakin deras hingga keduanya terseret arus dan ditemukan sekitar 10 km dari tempat tinggal mereka di Titi Maut.

Saat ini jenazah keduanya sudah dibawa ke rumah keluarganya di Pasar Lama, ujar Suyatno.

Sementara itu Asisten I Pemerintah Kabupaten Simalungun Marolop Silalahi kepada wartawan mengatakan bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi Rabu pagi melanda 8 kecamatan. Namun di 7 kecamatan tidak ada korban jiwa hanya kerugian material.

Adapun 8 kecamatan yang dilanda bencana banjir dan tanah longsor yakni Kecamatan Raya dilanda tanah longsor sedangkan 7 kecamatan lagi yakni Bandar, Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Sidamanik, Panombeian Pane, Siantar, Gunung Malela dilanda banjir bandang.

Sementara itu Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga di Kecamatan Gunung Malela kepada wartawan mengatakan pihaknya akan membuka dapur umum di Dolok Sinumbah karena ada 13 kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan bagi korban yang meninggal pihaknya telah menyiapkan ambulance untuk membawa korban.

Selanjutnya bilamana ada infrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak akibat bencana pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan, ujarnya.

Sungai Bahbolon
Sementara itu, banjir besar sungai Bahbolon juga mengakibatkan satu jembatan sungai Pematang Kerasaan Rejo Kecamatan Bandar hanyut dan satu rumah warga rusak diterjang arus di Dosin Nagori Marihat Bandar Kecamatan Bandar, Rabu (10/10).

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 08.30 WIB, daerah Kedai Bawah Dolok Sinumbah (Dosin) Nagori Marihat Bandar Kecamatan Bandar mengalami banjir. Air luapan dari sungai Bahbolon Dosin menggenangi jembatan dan perumahan warga, dengan ketinggian air mencapai 30 Cm. Terlihat pondasi satu rumah warga rusak berat dan hampir ambruk akibat terkena hantaman air.

Pendi Ritonga (40) salah seorang warga mengatakan, banjir besar terjadi, Rabu (10/10) pukul 06.00 WIB. Warga terkejut mendengar suara gemuruh keras yang berasal dari sungai Bahbolon dan tiba-tiba warga melihat jembatan sungai Dosin sudah digenangi air dan kemudian membanjiri perumahan warga. "Genangan air setinggi 30 Cm," terangnya.

Satu jembatan sungai Bahbolon di Huta V Nagori Pematang Kerasaan Rejo Kecamatan Bandar yang menghubungkan ke Kampung Tempel Dolok Sinumbah Kecamatan Hutabayu raja, juga hanyut terbawa air deras.

Wakil Bupati Simalungun Ir Amran Sinaga didampingi Camat Bandar Samsul Pangaribuan SH MSi, Kapolsek Perdagangan AKP Hendrik F.Aritonang, Danramil 06 Perdagangan Kapten Infanteri. N. Simanjuntak, juga mengunjungi lokasi kejadian banjir besar Sungai Bahbolon di Kecamatan Bandar, yakni di Kedai bawah Nagori Marihat Bandar dan di Nagori Pematang Kerasaan.


Amran Sinaga mengatakan, pemerintah Kabupaten Simalungun akan segera memberikan bantuan, ucapnya.

Nyaris Terputus
Selain banjir bandang, jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa persisnya di Simpang Pondok 8 Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun longsor dan nyaris terputus akibat hujan deras, Rabu (10/10) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya arus lalu lintas pun menjadi macet.

Informasi dihimpun SIB dari sejumlah warga, Sutrisno, Anto dan Rudi, longsornya jalan provinsi jurusan Siantar-Tanah Jawa akibat derasnya hujan mengguyur Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya.

Rudi menuturkan, dua tahun yang lalu jalan ini sudah pernah longsor dan kini kembali longsor di tempat yang sama. Sehingga para pengendara yang akan melintasinya harus ekstra hati-hati. Pasalnya kondisi badan jalan sudah semakin sempit akibat longsor.

Mereka berharap agar Dinas terkait segera menanggulangi longsornya jalan provinsi ini, karena akses ini merupakan satu-satunya jalan menuju Tanah Jawa hingga ke Kabupaten Asahan, papar Rudi.

Terpisah, Kanit Ress Polsek Tanah Jawa Iptu Jaresman ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor tersebut. Pihaknya sudah membuat police line di sekitar jalan yang longsor.

Jembatan Penyeberangan Putus
Sementara itu di P Siantar, banjir disertai hujan deras menghantam jembatan penyeberangan pejalan kaki di Jalan MH Sitorus hingga ambruk ke Sungai Bahbolon, Rabu (10/10) dini hari.

"Tadi pagi, sekitar jam 2, kami dapat info banjir di Jalan Maluku. Kami lihat jembatannya sudah ambruk. Mungkin dihantam batang pohon besar yang sempat nyangkut," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota P Siantar Irwansyah Saragih di lokasi, Rabu (10/10) pagi.    

Amatan SIB di lokasi, diperkirakan jembatan memiliki panjang 10 meter dan lebar satu setengah meter, kondisinya ambruk ke Sungai Bahbolon. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah SE MM turun langsung ke lokasi bersama Kadis PUPR Jonson Tambunan, Kadis BPBD Daniel Siregar, Kadis PRKP Reinward Simanjuntak, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Adiaksa Purba dan lainnya.

Hefriansyah tampak berbincang dan berkoordinasi dengan sejumlah kepala dinas yang turut mendampinginya ke lokasi ambruknya jembatan. (D04/D11/D12/D09/D14/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
Jokowi Beri Beasiswa kepada 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU