Home  / 
Pembukaan Sinode Godang ke-64 HKBP Tahun 2018
Ephorus HKBP: Pemerintah dan Gereja Kiranya Saling Bekerjasama
Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:40:12
SIB/Bongsu Batara Sitompul
PENYERAHAN PALU SIDANG: Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing MTh menyerahkan palu sidang kepada Majelis Ketua Sidang Sinode Godang ke 64.
Tapanuli Utara (SIB) -Pemerintah dan gereja kiranya dapat saling bekerjasama untuk menata kebersamaan di tengah - tengah masyarakat. Melalui Sinode Godang ini kiranya bisa membawa revitalisasi atau menghidupkan kembali pelayanan HKBP. Demikian disampaikan Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing MTh dalam sambutannya di acara Pembukaan Sinode Godang ke-64 HKBP  di Seminarium Sipoholon, Selasa (9/10). Pelaksanaan Sinode Godang itu akan berlangsung selama 4 hari yakni, tanggal 9 Oktober-12 Oktober.

"Kita sangat mengharapkan Pemerintah dan gereja dapat bekerjasama. Itu selalu saya sampaikan saat bertemu dengan kepala daerah. Kemudian kepada gereja-gereja tetangga, kita akan terus menjalin kerjasama yang okumenis untuk menata kebersamaan," kata Ephorus.

Ephorus juga menyatakan, di Sinode ini, HKBP akan berusaha mencapai yang terbaik untuk ke depan dan upaya HKBP saat ini ingin menghidupkan kembali pelayanan di tengah-tengah masyarakat.

"Saat ini kita terus memprogramkan revitalisasi. Tahun lalu kita telah merevitalisasi di bidang pendidikan dan telah menunjukkan keberhasilan. Kemudian akan berlanjut kepada program revitalisasi untuk kesehatan dan pelayanan sosial. Untuk mengembangkan itu,  kami telah mengadakan Konsultasi Nasional dan telah mengeluarkan buku berjudul Tumbuh Lokal Berbuah Universal. Untuk itu kami mengajak para Pendeta di Sinode Godang ini kiranya bisa menyumbangkan gagasan atau buah pikiran untuk kemajuan HKBP," terang Ephorus

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi, Aset, Pembangunan, Keuangan dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemprovsu Elisa Marbun dalam sambutannya menyampaikan, dalam Sinode Godang ini tentunya akan bisa mengevaluasi tentang program kerja HKBP ke depan. Kiranya Sinode Godang ini bisa menumbuhkan gagasan-gagasan baru dalam mengembangkan HKBP.

"Peran HKBP juga sangat diperlukan dalam pembangunan. Tugas HKBP ke depan akan semakin kompleks, oleh karena itu peserta Sinode Godang ini dalam mengambil keputusan harus arif dan bijaksana. Melalui musyawarah dan mufakat yang dilandasi dengan iman dan kasih Tuhan sehingga rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan dapat terpelihara dengan baik. Saya sangat mengharapkan keputusan hasil Sinode Godang kiranya dapat membawa pembaharuan yang lebih baik untuk HKBP," ujarnya.

Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Ir Nurdin Tampubolon dalam sambutannya menyampaikan, HKBP diharapkan bisa jadi berkat bagi dunia. Kiranya Sinode Godang ini bisa membahas strategi yang lebih baik untuk pengembangan HKBP.

"Di era teknologi canggih sekarang,  HKBP dituntut untuk berperan dalam pembangunan bangsa. Di elemen bangsa, HKBP sudah sangat diperhitungkan untuk membangun bangsa. Saat ini,  HKBP memiliki 5 juta jemaat dan merupakan gereja terbesar di Indonesia. Harapan kami di Sinode Godang ini mari kita bangun HKBP yang semakin solid, semakin satu dan bisa menjadi contoh dan berkah bagi bangsa ini," ujarnya.

Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat, MTh dalam sambutannya mengatakan,  mari gunakan daya kritis untuk kebaikan dan kemajuan Gereja Tuhan. Berbeda cara pandang dan cara berpikir boleh saja tetapi semuanya tetap pada tujuan untuk kemajuan HKBP.

"Kami sangat mengharapkan selama berlangsungnya Sinode Godang ini biarlah Tuhan hadir di tengah-tengah kebersamaan dan di tengah-tengah sukacita mulai pembukaan sampai penutupan Sinode ini.  Kiranya Sinode ini berlangsung dengan penuh sukacita dan damai sejahtera," ungkapnya.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk yang hadir dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang berpenduduk majemuk. Dari segi suku, budaya dan agama,  kemajemukan itu bukan suatu halangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Inilah kekayaan Bangsa Indonesia.

"Dalam hal ini,  Pemerintah dituntut untuk selalu menjaga kerukunan umat. Saat ini,  Pemko Sibolga telah memberikan perhatian kepada Guru Sekolah Minggu, pembersih gereja dan petugas pembunyi lonceng gereja. Dalam kaitan ini diperlukan kearifan dan kebijakan dalam menciptakan kerukunan umat beragama," ungkapnya.

Ia juga menuturkan, kiranya HKBP semakin berkembang dan menjadi gereja yang melayani dan bukan untuk dilayani. Seperti yang dijabarkan di Kitab Mateus 20:28, "Sama seperti anak manusia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani." Kemudian di Roma 12 : 2, "Janganlah kamu serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu".

Bupati Tobasa Darwin Siagian juga menyampaikan, pembangunan mental sebenarnya harus dimulai dari usia dini khususnya pada Anak Sekolah Minggu. Pemkab Tobasa saat ini telah mengeluarkan Perda untuk insentif Guru Sekolah Minggu dan saat ini ada 1700 Guru Sekolah Minggu yang telah mendapatkan insentif. "Untuk itu kita mengharapkan HKBP bisa mengembangkan program kerja yang berkesinambungan," tuturnya.

Turut hadir dalam pembukaan Sinode Godang itu yakni,  Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga, Ketua DPRD Taput Ir Poltak Pakpahan, Asisten I Pemkab Taput Parsaoran Hutagalung SPd, Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen,  Dandim 0210 TU Letkol Rico Siagian, Ketua Umum PGI Pdt Henriette Lebang, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom dan Sekjen GKPA Pdt Ramos Simanjuntak STh.

Selanjutnya, Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing MTh menyampaikan laporan kerja tahunan terkait, revitalisasi program pelayanan HKBP khususnya revitalisasi dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan diakonia.

"Terkait Revitalisasi ini,  saya telah menuangkan dalam buku berjudul Tumbuh Lokal Berbuah Universal dan Menggagas Masa Depan yang isinya menjabarkan program pelayanan HKBP Pasca 100 Tahun Dr IL Nommensen. Kemudian melaksanakan Konsultasi Nasional HKBP di Sopo Marpikkir pada 10 - 11 Juli 2018 lalu. Kiranya ini akan menjadi berkat untuk kemajuan HKBP," ungkapnya.

Ephorus juga menjelaskan,  pelayanan HKBP juga sudah semakin baik. Di beberapa Resort dan Distrik sudah ada didirikan gedung gereja, Kantor Resort, Rumah Distrik dan Kantor Distrik. Namun dia berharap jangan hanya pembangunan itu saja yang menjadi prioritas tetapi juga pembangunan iman yang harus terus dikembangkan.

Selain itu, kata Ephorus, pihaknya juga terus memprogramkan revitalisasi fasilitas-fasilitas milik HKBP. Program revitalisasi itu meliputi orientasi program pelayanan tahun 2017 mengembangkan pendidikan dan pemberdayaan, program tahun 2018 mengembangkan pelayanan kesehatan dan kebersihan dalam lingkungan hidup dan tahun 2019-2020 orientasi pelayanan HKBP," terangnya.

Untuk revitalisasi pelayanan ini, Ephorus menjelaskan, di Sinode Godang ini akan melakukan amademen yang mana direncanakan Sinode Godang di Distrik, memilih Calon Praeses dari Distrik supaya bisa terlaksana pemilihan yang proporsional, pembinaan Guru Sekolah Minggu yang dilakukan Kepala Departemen (Kadep) Koinonia,  penempatan kerja Pendeta, komunikasi hubungan antar Agama, penyebaran pelayanan ke lingkungan mahasiswa, buruh, zending dan pelayanan sosial serta cara menyikapi kondisi kemajuan teknologi.

Saat bersamaan juga, Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKBP Pdt David Farel Sibuea MTh Dmin dalam laporan pelayanannya mengemukakan, bahwa setelah bertugas sebagai Sekjen pihaknya sudah melakukan pertemuan kordinasi dengan biro-biro, staf pegawai dan secara khusus untuk unit pelayanan di bawah kordinasi Sekjen dan unit-unit kerja di kantor masing-masing.

Adapun motto dalam pelayanan menjadikan Kantor Pusat HKBP "Melayani dengan Hati yang Tulus, Bukan Soal Gaji" dan melakukan yang terbaik dan tetap mengutamakan yang bertitik tolak dari 5 hal yakni, spiritualitas pelayan, etos kerja pelayan, kebersamaan dan kerjasama, kepedulian solidaritas sesama pelayan dan memperhatikan yang lemah, kecil dan miskin.

Sekjen berharap, masukan yang membangun HKBP yang lebih baik dan kemajuan HKBP dari tahun ke tahun. "Masih banyak hal yang akan kita benahi dan kita tingkatkan dalam pelayanan di Kantor Pusat ini sebagai wajah HKBP di Pearaja Tarutung ini," kata Sekjen.

Sedangkan Kadep Diakonia HKBP Pdt Debora P Sinaga MTh dalam laporan pelayanannya dalam kurun waktu dua tahun mengatakan, peranan Diakonia HKBP masa kini dan di masa depan masih melihat program-program yang dilakukan terdahulu mengingat program terdahulu masih relevan dan dibutuhkan masa kini untuk kemudian dipelihara, dilanjutkan dan dikembangkan.

Adapun peranan Diakonia gereja masa kini dan masa depan yakni, melalui biro Diakonia sosial Caritas Emergency, melalui biro pelatihan kerja anak jalanan dan melalui biro transformasi dan keadilan perdamaian serta keutuhan ciptaan.

Pdt Debora menyadari dimana semakin banyaknya jumlah personil yang ditempatkan di Departemen Diakonia. Kebanyakan berlatar belakang yang memiliki kelemahan karena faktor kesehatan sehingga kini dalam proses pemulihan yang mengalami masalah di jemaat maka acap menjadi kendala untuk pengembangan Departemen terganggu karena Sumber Daya Manusia (SDM).

Namun katanya, pihaknya tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik buat HKBP agar pelayanan Diakonia semakin dirasakan karena telah merasa merawat dan memelihara jiwa-jiwa yang perlu mengalami kesembuhan dan kenyamanan adalah juga bagian dari pelayanan Diakonia.

Selanjutnya, Kadep Marturia Pdt Dr Anna Ch V Pangaribuan dalam laporan pelayanannya berangkat dari tahun keluarga di Bulan Oktober hingga Bulan Desember 2016 mengatakan, sudah memulai pelayanan di tingkat hatopan dari "mangojakhon" (pengukuhan) Praeses di setiap distrik HKBP. Di samping pelayanan kami juga menyentuh akan pengenalan daerah-daerah pelayanan zending HKBP yang dimulai dari Pulau Rupat dan Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Utara.

Setelah tahun keluarga katanya berangkat kepada orientasi pelayanan HKBP pada tahun 2017 adalah tahun pendidikan dan pemberdayaan. Beberapa program dari Departemen Marturia juga menyentuh bagian bagian pendidikan pemberdayaan yakni, kebaktian kebangunan rohani sekolah minggu HKBP di beberapa distrik yang bersedia dan ikut bekerjasama.

Selanjutnya, pelatihan Clinical Pastoral Education (CPE) kepada 15 Distrik di HKBP, pembuatan buku pedoman pelayanan Marturia HKBP, pengadaan studio rekaman HKBP di Gedung Nommensen Christian Center (NCC), Seminarium Sipoholon dan pembentukan pengurus Marturia Distrik

Kemudian di tahun 2018 fokus kepada orientasi pelayanan HKBP yakni kesehatan dan kebersihan dalam lingkungan hidup sesuai orientasi pelayanan tahun 2017 yang lalu dimana pelayanan Marturia di tahun ini adalah pembuatan buku penanganan praktek okultisme menindaklanjuti program CPE, KKR, Inter Faith Dialogue, konsultasi kepada Kepala Bidang Marturia Distrik HKBP, Pembentukan tim kerja Departemen Marturia Distrik HKBP dan mementaskan drama musikal tentang pelayanan I.L Nommensen di HKBP.

Di bagian lain, Kadep Koinonia HKBP Pdt Dr Martongo Sitinjak dalam laporan pelayanannya adalah untuk peningkatan kualitas persekutuan di semua pelayanan dan kategorial HKBP sebagaimana yang diamanatkan oleh Rencana Induk Pengembangan Pelayanan (RIPP) dan Rencana Strategi (Renstra) HKBP.

"Penguatan kualitas persekutuan tersebut harus harus dengan penyegaran dokumen-dokumen teologis HKBP yang berdasarkan firman Tuhan (Alkitab), yaitu, konfessi, Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon (RPP), agenda, katekhismus, buku ende dan AP," ujarnya.

Oleh karenanya lanjutnya, implementasi program HKBP dalam dua tahun dilakukan berdasarkan penguatan penggunaan dokumen-dokumen teologis HKBP sebagai upaya merevitalisasi pelayanan yang berdaya guna.

Pdt Martongo menambahkan, Visi HKBP juga menjadi berkat bagi dunia dan menjadi pengarah untuk menginplementasikan dalam setiap program yang dilakukan di lingkungan pelayanan Departemen Koinonia dengan berbagai program yang diorganisir biro di bawah kordinasi Kadep Koinonia yang menumbuhkan pemahaman dan pembangunan hidup jemaat untuk hidup lebih terbuka bagi masyarakat majemuk lingkungan hidup masing-masing. (G02/G03/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU