Home  / 
Pimpin Warganya Jarah Kota Palu, Oknum Kades Ditangkap
* 12 Penyebar Hoax Tsunami Palu Ditangkap
Selasa, 9 Oktober 2018 | 09:48:18
SIB/Dok
Ilustrasi.
Palu (SIB) -Aparat kepolisian menangkap ratusan pelaku penjarahan pascagempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah. Para pelaku memiliki kelompok dan dipimpin oleh oknum kepala desa, yang sengaja masuk ke Kota Palu untuk melakukan penjarahan.

Sebanyak 101 pelaku penjarahan kini diamankan di Mapolres Palu, Jalan Pemuda, Palu, Sulawesi Tengah. Para pelaku bukan warga Palu dan sengaja datang secara berkelompok dan dipimpin oleh seorang oknum kepala desa.

"Hingga saat ini kami berhasil mengamankan seratus satu orang tersangka penjarahan dan yang ini adalah kelompok Tolitoli yang sengaja masuk ke Palu membawa kendaraan untuk menjarah dan dipimpin oleh seorang oknum kepala desa," kata Karo Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat menggelar rilis di halaman Mapolres Palu pada Senin (8/10).

Beberapa pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi dan merupakan residivis. Seorang pelaku penjarahan lainnya diketahui merupakan narapidana Lapas Palu yang kabur saat gempa dan tsunami menerjang.

Selain mengamankan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa golok, uang tunai, brankas, dan kursi sofa serta satu unit pikap.

12 Penyebar HoaX
Sementara itu, dua belas pelaku penyebar hoax terkait dengan gempa Palu dan NTT ditangkap aparat kepolisian. Para pelaku ditangkap di sejumlah daerah lantaran dalam hasil penyelidikan terbukti secara sah menyebarkan kabar bohong melalui akun media sosial.

Para pelaku umumnya menggunakan akun Facebook dan menyebarkan berita bohong kepada para pengguna dunia maya dan membuat warga gaduh dan resah

"Dari empat belas akun media sosial yang kami selidiki, dua belas pemilik akun di antaranya telah kami tangkap dan mereka ditangkap di daerah yang berbeda. Ada yang ditangkap di Batam, Sidoardjo dan Sulawesi," kata Karo Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Motif para pelaku sendiri beraneka ragam dan cukup meresahkan warga lantaran menyebarkan infomasi yang salah terkait dengan gempa Palu.

"Motivasi tersangka bermacam-macam ada hanya iseng tapi ada juga yang memang karena ingin membuat gaduh masyarakat," kata Dedi.

Gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah mengakibatkan ribuan korban meninggal dunia. Ratusan jenazah korban hilang dan masih dalam proses pencarian. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Percut Sei Tuan Amankan 1 Pelaku Penganiaya dan Pengeroyok
Polsek Patumbak Diduga "Tangkap Lepas" Bandar Narkoba
KPAI: 85 Persen Kenakalan Anak Akibat Pengasuhan Orangtua Kurang Baik
Akbar Tandjung Sebut Golkar Sumut Sudah Laksanakan AD/RT dengan Benar
GKPI Gang Sado Gelar Festival Vocal Solo Sekolah Minggu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU