Home  / 
Ekonomi Palu Bergeliat, Pasar Tradisional Mulai Hidup
* Kapal Tangker Sudah Bersandar * BNPB: Luas Wilayah Petobo yang Ditelan Bumi 180 Ha
Jumat, 5 Oktober 2018 | 09:31:58
Pasar tradisional Palu
Palu (SIB) -Ekonomi Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berangsur-angsur sudah mulai bergeliat. Pasar induk pun tekah buka, serta toko-toko kelontong perlahan-lahan mulai bertransaksi dengan warga.

Salah satu contohnya adalah beroperasinya kembali Pasar Inpres Manonda di Palu Barat. Pasar tradisional ini sempat tutup saat gempa 7,4 magnitudo menghantam Palu.

"Alhamdulillah karena saya rasa juga sudah mulai baik ini kota," kata salah seorang pedagang kebutuhan pokok, Ahmad di Palu, Kamis (4/10).

"Orang-orang jugakan kasian kadang ada yang mau belanja-belanja untuk dapurnya, untuk persiapan di tenda-tenda atau tempat pengungsiannya makanya kita mulai buka lagi," sambungnya.

Dia menyebut dirinya telah mendapatkan imbauan dari pemerintah setempat untuk membuka kembali lapaknya di pasar Manonda ini. Para pedagang yang diminta berjualan khususnya kebutuhan pokok.

"Dua hari lalu sudah ada saya dapat informasi itu dari media, dari tim itu yang penyelamat-penyelamat juga kalau kondisinya katanya sudah mulai aman," terangnya.

Syamsul (47), yang juga berjualan kebutuhan pokok malah mengaku telah berjualan 2 hari yang lalu. Dia pun memperdagangkan barangnya dengan harga standar kepada konsumen.

"Sudah terbiasa kita kalau gempa-gempa kecil tapi karena kita rasa kemarin itu sudah mulai baik pas sudah tsunami, kita jualan saja kembali," tambah pedagang ikan kering ini.

Setelah pasar ini dibuka sejak pagi, terlihat banyak penduduk yang mulai berdatangan untuk berbelanja. Meski tidak semua toko di pasar itu buka, tetapi telah mulai memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, toko-toko kelontong di beberapa lokasi di Kota Palu juga telah buka. Meski tidak buka sepenuhnya, tetapi mereka tetap melayani konsumen.
"Kita buka pintu sedikit. Kalau ada yang mau berbelanja silahkan tapi tidak lama karena masih trauma soal ada penjarahan," terang Musfata di Jalan Juanda, Palu.

Namun, dia menyebut barang-barang yang ada di tokonya sudah mulai menipis. Dirinya mengaku akan segera berbelanja ke pasar terdekat.

Tangker Sudah Bersandar
Sementara itu, pemerintah memastikan pelabuhan di Donggala, Sulawesi Tengah, sudah disandari kapal tangker untuk memasok bahan bakar minyak (BBM). Pelabuhan itu bisa dioperasikan setelah ada perbaikan di dermaga.

"Jadi bahan bakar ternyata kapal tangker sudah bisa bersandar di Donggala. Memang di Donggala itu pelabuhannya kan kena tsunami rusak. Saya perintahkan segera dibangun tenaga baru jeti GT sementara untuk bisa kapal tangker bersandar, bisa mompa ke depo Pertamina di Donggala sehingga pasokan bahan bakar itu tidak habis," kata Menko Polhukam Wiranto di Media Center, Korem 132 Tadulako, Palu.

Dia mengatakan jika tak ada pasokan maka BMM bisa habis dalam waktu 3 hari. Penyaluran pasokan BBM juga sudah bisa dilakukan karena jalur data telah berangsur pulih.

"Kalau habis nanti gelap lagi bagaimana sehingga sudah bisa ada upaya kita untuk mendatangkan Tangker, dan sudah sandar katanya hari ini bisa memompa ke Depo Donggala, karena jalan darat Donggala palu sudah tembus sekarang, lalu ada Armada tangki kurang lebih 9 kemarin yang bisa 4 kali rit mondar-mandir antara Palu-Donggala. Kalau 17 SPBU sudah buka akan lancar," ujarnya.

Dia menyebut saat ini pemilik SPBU akan dikumpulkan dan diminta membuka kembali pom bensin mereka. Sebanyak 100 operator POM bensin juga didatangkan dari luar Sulteng untuk membantu warga melakukan pengisian BBM.

"Sekarang pemilik SPBU sudah dikumpulkan, kita kumpulkan untuk membuka SPBU ini. Operatornya kurang, karena pada lari, pada ngungsi, saya katakan pakai polisi dan TNI untuk operator. Sekarang sedang dipetakan 100 operator bahan bakar yang didatangkan dari Jakarta untuk mengganti operator yang tidak ada," paparnya.

JK Tinjau Palu
Wiranto mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan strategi khusus untuk pemulihan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Strategi itu untuk mempercepat selesainya masa tanggap darurat.

"Akan ada satu strategi khusus nanti agar trauma ini bisa segera hilang, bisa segera sembuh lalu kita masuk dalam satu kondisi kehidupan yang kembali normal, butuh waktu memang, ini kan kondisi darurat baru berjalan 6 hari, Undang-undang mengatakan itu 2 minggu," kata Wiranto

Wiranto mengatakan status tanggap darurat diharapkan selesai sebelum 2 pekan dan masuk tahap rehabilitasi. Namun tanggap darurat itu juga diprediksi bisa sampai 1 bulan.

"Mudah-mudahan sebelum 2 minggu kita bisa normal kembali, tapi beberapa ramalan sampai satu bulan tanggap darurat baru bisa masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya.

Dia menyebut kondisi pasca bencana di Sulteng masih jadi perhatian pemerintah. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga dijadwalkan akan datang ke Palu.

"Presiden sendiri sudah 2 kali langsung meninjau ke lapangan, sebentar lagi wakil presiden juga akan meninjau," kata dia.

1.424 Orang
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 1.424 orang. Sebanyak 1.407 jenazah di antaranya sudah dimakamkan di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi.

"Sampai siang ini, 1.424 orang meninggal dunia," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Rincian korban yang meninggal dunia itu, lanjut Sutopo, 144 orang di Donggala, 1.203 di Palu, 64 di Sigi, 12 di Parigi Moutong, dan Pasang Kayu, Sulbar, 1 orang.

Sutopo menyampaikan korban luka berat akibat kejadian ini mencapai 2.549 orang yang kini dirawat di rumah sakit. Sementara itu, korban hilang berjumlah 113 orang.

"Korban tertimbun 152 orang," ujarnya.

Sutopo menambahkan jumlah pengungsi mencapai 70.821 jiwa, yang tersebar di 141 titik. Sedangkan rumah rusak sebanyak 66.238 unit.

180 Hektare
Wilayah Kelurahan Petobo di Palu menjadi salah satu daerah yang terdampak parah karena 'ditelan bumi'. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut wilayah yang 'ditelan bumi' itu mencapai 180 hektare dari total keseluruhan seluas Petobo kira-kira 1.040 hektare.

"Dalam proses evakuasinya, kita mengerahkan juga alat berat untuk membantu dalam proses dan medan memang cukup sulit ini karena bangunannya terseret oleh lumpur likuifaksi, kemudian ditenggelamkan dalam area luas 180 hektare, di permukaan sudah tidak kelihatan," kata Sutopo.

Sutopo juga menyebut ada 2.050 unit bangunan di Petobo yang rusak. Wilayah Petobo memang mengalami likuifaksi atau penggemburan lapisan tanah pasir akibat guncangan gempa berkekuatan lebih dari 6 magnitudo. Kondisi permukaan air tanah yang dangkal membuat kekuatan lapisan tanah pasir hilang seolah mencair.

Sementara itu, wilayah terdampak lainnya di Balaroa seluas 47,8 hektare dari keseluruhan 238 hektare. Jumlah bangunan yang rusak di Balaroa yaitu 1.045 unit. Selain itu, dia juga menyebut wilayah Jono Oge di Kabupaten Sigi yang juga terdampak seluas 202 hektare.

"Balaroa fenomenanya bukan likuifaksi yang menenggelamkan rumah, tetapi terjadi karena ada patahan yang menyebabkan sebagian ambles 3 meter dan seperti yang terangkat setinggi 2 meter," ucapnya.

Sutopo mengatakan saat BNPB masih melakukan pendataan di 3 wilayah tersebut. Menurutnya, kemungkinan ratusan korban masih tertimbun di lokasi itu.

"Kami masih melakukan pendataan berapa kemungkinan korban yang berada di 3 titik in. Menurut kedua Lurah disampaikan ada beberapa ratus korban yang diduga tertimbun di lumpur dan amblesan," kata Sutopo. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU