Home  / 
Rektor Prof Runtung Sitepu: Tugas Utama Mahasiswa USU adalah Belajar
Ketua LL-Dikti Prof Dian Armanto: Terlalu Jauh Meminta Presiden Turun
Senin, 24 September 2018 | 11:11:15
Medan (SIB) -Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu SH mengatakan, tugas utama mahasiswa adalah belajar, karenanya mahasiswa USU sudah dilarang untuk ikut-ikutan demo. Kepada mahasiswa diminta fokus di kampus. Kalau ada mahasiswa USU demo ke luar kampus, itu menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing mahasiswa.

"Kalau demo yang tujuannya juga tidak jelas, bisa-bisa merugikan diri sendiri bagi mahasiswa itu," kata Prof Runtung, Jumat (21/9) menanggapi aksi demo mahasiswa di DPRDSU yang berujung anarkis, dan di sebut-sebut di antaranya terdapat mahasiswa USU.

Dikatakan Runtung, bagi mahasiswa diingatkan, kalau ada keinginan atau kritik, silahkan sampaikan secara baik dan ajukan tertulis, bukan bisa langsung menyatakan ke mana-mana.

Pada aksi demo kemarin, bahkan terjadi penyanderaan dan perusakan mobil dinas Polri. Dikatakan Runtung, kalau merusak, harus bertanggungjawab.

"Mahasiswa yang demo itu bukan kita yang perintah ke sana, kecuali rektor yang perintah. Kita melarang mahasiswa melakukan hal-hal yang tidak terpuji, karena USU saat ini "all out" dan  sepenuh tenaga untuk mengangkat  harkat dan martabat  serta kualitas USU, kenapa justru mahasiswa mengerjakan hal lain, ikut demo?" katanya.

TERLALU JAUH
Secara terpisah, Kepala Lembaga Layanan Dikti (dulu Kopertis) Prof Dian Armanto, mempertanyakan mahasiswa demo minta harga-harga diturunkan? 

"Mungkin itu pertimbangan mahasiswa dan bisa saja, karena aksi itu juga dikoordinir mahasiswa dan itu merupakan bagian kehidupannya sebagai mahasiswa dan juga sebagai anggota masyarakat. Sebagai mahasiswa, ya di kampus. Kalau di luar kampus, ya sebagai anggota masyarakat," kata Prof Dian.

Di daerah-daerah tertentu, ada juga demo minta Presiden Jokowi turun jabatan, Dian pun mempertanyakan. "Kok jauh banget permintaannya. Kejauhan permintaan itu. Karena menurunkan Presiden itu ada aturan dan prosedurnya yang harus dipatuhi. Bukan sembarangan. Kalau ada yang demikian, itu  tuntutan yang tak benar  secara prosedur," katanya.

Ditanyakan apakah tidak ada niatnya untuk mengundang para rektor PTS di daerah ini, karena bisa jadi menjelang Pilpres 2019, situasi politik bisa memanas dan mahasiswa bisa ikut di dalamnya?

 Dikatakan Dian, itu ide bagus, akan dipikirkannya, bisa juga untuk cerita-cerita atau diskusi sama rektor, bagaimana mengingatkan mahasiswa cara berorasi yang baik. Rektor PTS harus ikut memahamkan itu bagi mahasiswanya. "Memang mahasiswa itu ada pada dua sisi, di kampus sebagai mahasiswa dan di luar sebagai anggota masyarakat," kata Dian. (A01/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU