Home  / 
Ma?ruf Amin Resmi Mundur dari Rais Aam PBNU
* Mundur dari Ketum MUI, Jika Terpilih Wapres
Minggu, 23 September 2018 | 11:06:55
Jakarta (SIB) -Cawapres nomor urut 1, Ma'ruf Amin, resmi mundur dari jabatan Rais Aam PBNU. Ma'ruf menyatakan sikapnya sesuai dengan AD/ART PBNU.

"Terhitung mulai hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Rais Aam. Untuk selanjutnya, tugas Rais Aam akan dilaksanakan oleh Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar," kata Ma'ruf dalam pembukaan rapat pleno PBNU di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (22/9).

Ma'ruf mengatakan sudah bertekad menjalankan tugas itu sejak dilantik sebagai Rais Aam. Namun dia dihadapkan pada pilihan lain untuk maju sebagai calon wakil presiden.

"Konsekuensinya, saya harus mundur sebagai tugas dari Rais Aam, sebagaimana diatur dalam AD/ART Nahdlatul Ulama. Saya tunduk dan patuh pada AD/ART tersebut," ujarnya.

Dia meminta pengunduran diri itu tak mengubah statusnya di tubuh NU. Ma'ruf menyatakan tetap sebagai kader NU.

"Meskipun demikian, saya sampaikan di mana pun dan kapan pun saya adalah kader Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Kedatangan Ma'ruf Amin sebelumnya disambut selawat. Ma'ruf, yang memakai jas putih dan sarung, tiba pukul 13.45 WIB dan disambut Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

Ketum MUI 
Sementara itu, sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf baru akan mundur jika sudah terpilih sebagai wakil presiden.

"Hari ini sesuai dengan AD/ART kalau saya sudah ditetapkan sebagai calon wakil presiden maka saya hari ini menyatakan mengundurkan diri sebagai Rais Aam," kata Ma'ruf.

"Kalau di MUI aturannya beda, dia tidak boleh merangkap, jadi mungkin nanti saya mengundurkan diri pada saat saya sudah ditetapkan sebagai wakil presiden, kalau sudah terpilih," ucapnya.

NU Terpanggil 
Di bagian lain Ketum PBNU Said Aqil Siroj menerangkan warga NU atau nahdliyin akan terpanggil untuk memenangkan kadernya, KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Namun ia menegaskan, ormasnya tidak dijadikan alat politik praktis.

"Warga NU akan terpanggil untuk memenangkan kadernya sebagai cawapres walaupun NU sendiri tidak boleh dijadikan alat untuk politik. Warga NU terpanggil, kita ini sudah qad qamatis-salah, sudah siap salat, rapatkan barisan," ujar Aqil di kantor PBNU, Sabtu (22/9).

Aqil pun mengimbau kepada nahdliyin ikut menyukseskan Pilpres 2019. Nahdliyin diminta tidak boleh mengujar kebencian hingga menebar fitnah.

"Warga NU akan menyukseskan agenda Pilpres dengan akhlakul karimah, konkretnya tidak boleh ada kampanye hitam, tidak boleh ada ujaran kebencian dan fitnah dari warga NU tidak akan terjadi," imbaunya. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU