Home  / 
PSI akan Polisikan Fadli Zon Soal Postingan ?Potong Bebek Angsa PKI?
* Jubir Istana Sayangkan Fadli
Minggu, 23 September 2018 | 10:21:42
Jakarta (SIB) -Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke polisi dan Bawaslu. Pelaporan itu terkait posting-an video Fadli 'Potong Bebek Angsa PKI'.

Juru bicara DPP PSI Rian Ernest mengatakan pelaporan atas Fadli didasarkan pada pidato capres-cawapres Prabowo-Sandiaga yang menginginkan pemilu berjalan damai. Rencananya, PSI akan melaporkan Wakil Ketua DPR itu minggu ini.

"Mendengar pidato/sambutan Pak Prabowo Subianto bahwa pemilu kita mesti berjalan dengan damai, sejuk dan semangat kekeluargaan, maka PSI akan melaporkan Fadli Zon ke kepolisian dan/atau Bawaslu minggu depan," ujar Rian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/9).

"Hal ini terkait dengan video 'Potong Bebek Angsa PKI' yang dicuitkan Fadli Zon yang sungguh bertentangan dengan spirit pidato Pak Prabowo di KPU kemarin malam," lanjutnya.

Rian mengatakan PSI masih mempelajari pasal yang akan dikenakan terhadap Fadli. Jika nantinya Fadli menghapus video tersebut, rencananya pelaporan itu juga akan dibatalkan.

"PSI tidak akan melaporkan Fadli Zon bila ia pada akhir pekan ini bersedia menurunkan video tersebut sambil berjanji tidak akan gaduh di media sosial selama pemilu seperti yang diharapkan Pak Prabowo," kata Rian.

Sebelumnya, Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.

Potong bebek angsa masak di kuali

gagal urus bangsa maksa dua kali

fitnah HTI fitnah FPI

ternyata mereka lah yang PKI

fitnah HTI fitnah FPI

ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali

gagal urus bangsa maksa dua kali

takut diganti Prabowo-Sandi

Tralalalala lala

takut diganti Prabowo-Sandi

Tralalalala lala

Allahu Akbar.

Hasutan Kebencian
Sementara itu, PDIP menilai Fadli Zon telah menyebar hasutan kebencian.
"Nggak mutu, miskin gagasan. Ini hasutan kebencian. Kalau kita tanggapi, kita jadi ikut nggak mutu," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari.

Eva menyesalkan ulah Fadli mengunggah video tersebut. Dia mengaku heran karena sebenarnya baik kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah bersepakat untuk bertarung ide dan gagasan pada Pilpres 2019.

"Kita sudah sepakat untuk tarung ide dan gagasan untuk memajukan kesejahteraan bangsa. Jadi no comment, biarin terus dia mancing-mancing emosi. Kita tidak ladeni, fokus mencerdaskan bangsa, ogah adu domba," tegas Eva.

"Kalau mau serius menegakkan hukum, laporin saja yang PKI ini kok malah nyanyi merusak lagu anak-anak," sambungnya.

Ditelusuri lebih jauh, video itu sebenarnya video lama yang beberapa kali diunggah di YouTube. Salah satu pengunggahnya adalah akun 'racinka official'.

Di YouTube, video itu diberi judul 'Goyang Pinguin'. Musik pengiringnya adalah lagu 'Levan Polka'. Tak ada lirik politis tajam di video aslinya.

Jubir Istana Sayangkan
Terpisah, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin menegur Waketum Gerindra Fadli Zon karena mem-posting video goyang potong bebek angsa 'Ternyata Mereka PKI'. Menurut Ngabalin, Fadli kehabisan akal dalam menyerang Joko Widodo.

"Bukti kehabisan bahan dan materi kampanye, padahal kampanye itu masih 7-8 bulan akan datang," ujar Ngabalin.

Salah satu anggota timses Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 ini menyayangkan Fadli yang secara tidak langsung menyebarkan fitnah.

"Tapi kalau belum memasuki masa kampanye saja Anda sudah menggunakan narasi dan diksi yang penuh dengan fitnah dan kebencian, saya kira tidak baik, bahkan tidak beradab, dalam hal saling menghormati dan saling menghargai. Potongan-potongan lirik yang diubah justru jauh dari perilaku beradab sebagai seorang tokoh dan wakil rakyat yang terhormat," kata Ngabalin.

Ngabalin berharap serangan Fadli yang dialamatkan kepada Jokowi justru membuat rakyat semakin bersimpati mendukung Jokowi.

"Salamlah untuk Fadli Zon. Bagi saya, semakin Anda memfitnah pemerintah, khususnya Pak Jokowi, justru memberikan simpati bagi rakyat banyak di negeri ini," ujar Ngabalin. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU