Home  / 
Pengamat: Ijtima Ulama II Lebih Pada Selera Politik
Rabu, 19 September 2018 | 11:48:53
Jakarta (SIB) - Pengamat Politik  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan, rekomendasi Ijtima Ulama II diniatkan  terhadap prilaku yang diskriminatif terhadap sejumlah aktivis dan tokoh-tokoh Islam.

"Misalnya, hanya di zaman sekarang  umat Islam ceramah dipersulit bahkan dipersekusi seperti Ustad Abdul Somad. Atau soal polemik adzan  yang terjadi saat ini," kata  Adi, Selasa (18/9).

Adi mengatakan, kondisi itu sangat berbeda   dengan zaman  pemerintahan  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) , Megawati Soekarno Putri,  Abdul Rahman Wahid (Gus Dur), dan  BJ Habibie. Dimana hal semacam itu tak terjadi.

"Kasus lainnya,  misalnya banyak aktivis Islam yang jadi tersangka pasca Pilkada DKI meski akhirnya mereka di SP3," ucapnya.

Adi menegaskan, hal-hal  semacam inilah yang dikapitalisasi oleh Ijtima Ulama sebagai instrumen mencari dukungan umat demi mendukung Prabowo-Sandi.
"Dukungan Ijtima Ulama  ke Prabowo-Sandi  ini bukan soal Islam tak Islam, tapi lebih pada selera politik saja. Sebab, jika pertimbangannya Islam tentu  Ijtima Ulama II akan dukung Jokowi-Ma'ruf Amin yang jelas warna Islam-nya," kata Adi. (PK/d)










Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Percut Sei Tuan Amankan 1 Pelaku Penganiaya dan Pengeroyok
Polsek Patumbak Diduga "Tangkap Lepas" Bandar Narkoba
KPAI: 85 Persen Kenakalan Anak Akibat Pengasuhan Orangtua Kurang Baik
Akbar Tandjung Sebut Golkar Sumut Sudah Laksanakan AD/RT dengan Benar
GKPI Gang Sado Gelar Festival Vocal Solo Sekolah Minggu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU