Home  / 
Kapolrestabes Medan: Pelaku Persekusi Terhadap Ibu dan Anak Berstatus DPO
Rabu, 19 September 2018 | 11:46:31
Medan (SIB)- Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi menegaskan, persekusi yang dialami Siliyana Angelita br Manurung dan ibunya, Maya warga Jalan Jermal 15 Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Denai, diduga dilakukan oknum ketua ormas berinisial MP. Kini MP masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan Nomor: DPO/608/IX/RES.1.6./2018/Reskrim tersebut ditembuskan ke Kapolda Sumut, Dirreskrimum Polda Sumut, Kabag Ops Polrestabes Medan, Kapolsek sejajaran Polrestabes Medan.

"Kita telah membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk melakukan pengejaran terhadap DPO berinisial MP yang kini dalam pelarian," ungkap Kombes Dadang yang didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira  ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/9) sore.

Orang nomor 1 di Polrestabes Medan itu juga mengimbau kepada MP untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
"Saya mengimbau kepada MP untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," imbaunya.

Sebelumnya, curhatan Siliyana Angelita br Manurung mengaku dianiaya serta ibunya mendapat perlakuan kasar, yakni diikat di pohon yang dilakukan warga di tempatnya tinggal Jalan Jermal 15 Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Area viral di media sosial.

Di rekaman video yang diunggah Siliyana di akun Facebooknya pada, Rabu (12/9), masih terlihat luka lebam di wajahnya. Sembari menangis, wanita muda itu meminta pertolongan kepada warga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan jurnalis menolongnya beserta ibunya, karena menjadi korban persekusi.

Diceritakannya, pada Selasa (11/9) malam, dua pemuda datang ke rumahnya dengan maksud menjual sepasang sepatu kepada ibunya yang memiliki lapo tuak
"Saat itu ibu saya menolak. Namun kedua pemuda tersebut tetap memaksa dengan alasan hendak membeli nasi, karena mereka belum makan. Akhirnya mamaku membeli sepatu, daan menyerahkan uang Rp 15 ribu," ungkap Siliyana saat dikutip wartawan dari vidio yang beredar, Kamis (13/9).

Rabu pagi, Siliyana yang saat itu sedang tidur di kamarnya tiba-tiba dibangunkan oleh pekerja di lapo tuak milik ibunya yang mengatakan ibunya diarak-arak oleh orang kampung ini lantaran membeli sepatu dari Basir. Siliyana langsung bergegas keluar rumah untuk melihat ibunya. Sesampainya di lokasi, warga sudah berkumpul dan ia melihat ibunya diikat di pohon.

"Saya melihat ibu saya diikat layaknya seperti binatang dan hanya menggunakan baju dalam dikalungkan karton juga dikalungkan sepatu yang dibeli. Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya sembari meneteskan air mata.

Ketika berusaha menolong ibunya yang dipasangi kalung karton bertulis "saya penadah", Siliyana mengaku dianiaya oleh seorang pria. Siliyana mengatakan, pria itu tidak ada hak menghakimi ibunya. Namun pria tersebut kembali memukul wajahnya hingga 2 kali.

"Saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegangi saya sampai terjatuh ke tanah. Kemudian mama diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya," bebernya.

Masih katanya, setelah diarak, warga memberikan 2 pilihan kepada ibu dan anak tersebut, di antaranya pindah dari lokasi atau warga akan menghancurkan lapo tuak milik ibunya. Namun kenyataannya, warga justru memporak-porandakan kedai tuak semi permanen milik ibunya itu. Menurut Siliyana, warga juga mengambil paksa 2 sepedamotor dan menuduh kenderaan merupakan barang curian.

"Saya sudah melaporkannya ke Polrestabes Medan dan juga sudah ke rumah sakit untuk visum. Ibu dan saya bukanlah orang yang sempurna, namun kami berharap mendapatkan keadilan. Hari ini saya sebagai warga Indonesia menanyakan dimana keadilan itu. Siliyana hanya anak dari keluarga tidak mampu yang dianiaya. Kemana masyarakat Indonesia yang cinta kedamaian. Lihat si pemilik mobil putih yang menganggarkan harta dan premanismenya menganiaya seorang anak gadis yang hanya ingin membela seorang ibunya. Bagaimana mereka yang memakan uang rakyat.

"Lalu apa bedanya kami yang justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yang dibesar-besarkan kami dan menambah fitnah. Saya harap buat saudara-saudara semua yang melihat postingan saya untuk meluangkan waktu menshare kisah seorang anak yang ingin menyelamatkan ibunya," tutupnya.(A16/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU