Home  / 
Polri Siapkan 272.880 Personel untuk Amankan Pemilu 2019
* Anggap Papua Cukup Rawan
Jumat, 14 September 2018 | 11:08:57
Jakarta (SIB) -Mabes Polri menyiapkan 272.880 personel untuk mengamankan Pemilu 2019. Saat pengamanan, personel Polri juga akan dibantu tambahan pasukan dari TNI dan lembaga lainnya.

"Jumlah anggota Polri yang dilibatkan dalam pelaksanaan pengamanan pemilu mulai tahap kampanye sampai tahap pelantikan ada 272.880 personel," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Amarossa Cosmo, Jalan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Dedi belum mengetahui jumlah pasti personel TNI yang diperbantukan. Namun TNI akan mengirimkan dua pertiga dari jumlah personel Polri.

"Sedangkan untuk pelibatan TNI, sudah ada kesepakatan dengan pihak TNI, akan membantu proses pelaksanaan pemilu. Jumlah personelnya dua pertiga kekuatan yang digelar oleh Polri," kata Dedi.

TNI bukan hanya membantu personel pengamanan, tetapi juga logistik lainnya. Hal tersebut sangat mempermudah Operasi Mantap Brata yang akan dilakukan.
"Jadi, pada perinsipnya, TNI juga akan mem-back up baik dari personel, sarana-prasarana, juga akan di-back up seluruh kegiatan pengamanan ini," ucap Dedi.

Menjelang masa kampanye, Dedi menilai polisi sudah siap menjaga keamanan. Pengamanan akan dilakukan dari tingkat Mabes Polri hingga tingkat Polres.

"Di kampanye itu juga akan ada potensi kerawanan. Di situ kepolisian juga mengantisipasi dengan baik. Dari tingkat Mabes sampai tingkat Polres seluruh anggota sudah siap untuk melaksanakan pengamanan pemilu," kata Dedi.

Papua Cukup Rawan 
Sementara itu Mabes Polri menganggap Papua masih cukup rawan saat Pemilu 2019. Letak geografis yang luas, serta masih adanya gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjadi salah satu penyebabnya.

"Sementara ini, yang kita cukup anggap rawan, yaitu Papua. Nanti ada daerah yang kita kaji dan anggap rawan dalam kajian yang lebih komprehensif lagi," ucap Dedi Prasetyo.

Seperti diketahui, sampai saat ini, masih ada KKB yang beroperasi di Papua. Selain itu, ada pula masalah geografis yang menjadi hambatan pelaksanaan Pemilu di Papua.

"Papua secara geografis sangat luas, kemudian diketahui masih ada KKB yang melakukan gangguan-gangguan keamanan di sana," ucap Dedi.

Papua dan daerah lainnya yang dianggap rawan saat Pemilu 2019 akan diberi pengamanan yang khusus. "Akan ada persiapan khusus, baik kesiapan personelnya, kesiapan sarana prasarana, kita siapkan untuk pengamanan," ucap Dedi.

Polri juga akan berkoordinasi dengan TNI, Bawaslu, serta lembaga lainnya untuk memetakan daerah lain yang juga rawan saat Pemilu 2019.

"Provinsi yang cukup rawan akan kita padukan juga dengan indeks kerawanan yang dikeluarkan oleh Bawaslu," kata Dedi.

"Bahwa nanti akan melaunching untuk indeks itu, kita padukan dengan analisa baik dari TNI maupun dengan Polri daerah-daerah yang cukup rawan," sambungnya. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU