Home  / 
Curhat Siliyana br Manurung Dianiaya dan Ibunya Diikat Warga di Pohon
* Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Prawira Berjanji akan Tangkap Pelaku
Jumat, 14 September 2018 | 09:38:35
Siliyana Angelita br Manurung
Medan (SIB) -Viral di media sosial Facebook, curhatan Siliyana Angelita br Manurung, yang mengaku dianiaya serta ibunya mendapat perlakuan kasar yakni diikat di pohon oleh warga di tempatnya tinggal Jalan Jermal, Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Area.

Di rekaman video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (12/9), masih terlihat luka lebam di wajahnya. Sembari menangis, wanita muda itu meminta pertolongan kepada warganya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan jurnalis untuk menolongnya beserta ibunya karena menjadi korban persekusi.

Diceritakannya, pada Selasa (11/9) malam, dua pemuda datang ke rumahnya dengan maksud menjual sepasang sepatu kepada ibunya yang memiliki lapo tuak.
"Saat itu ibu saya menolak. Namun kedua pemuda tersebut tetap memaksa dengan alasan hendak membeli nasi, karena mereka belum makan. Akhirnya mamaku membeli sepatu dan menyerahkan uang Rp 15 ribu," ungkap Siliyana seperti dikutip wartawan dari video yang beredar, Kamis (13/9).

Rabu pagi Siliyana yang saat itu sedang tidur tiba-tiba dibangunkan oleh pekerja di lapo tuak milik ibunya yang mengatakan ibunya diarak-arak oleh orang kampung itu lantaran membeli sepatu dari Basir. Siliyana langsung bergegas keluar rumah untuk melihat ibunya. Sesampainya di lokasi, warga sudah berkumpul dan ia melihat ibunya diikat di pohon.

Sebagai seorang anak, hati saya sangat teriris begitu sampai di TKP melihat kondisi ibu saya diikat layaknya seperti binatang dan hanya menggunakan baju dalam, serta dikalungkan karton dan juga sepatu yang dibelinya," kata Siliyana sembari meneteskan air mata.

Ketika berusaha menolong ibunya yang dipasangi kalung karton bertulis "saya penadah", Siliyana mengaku dianiaya oleh seorang pria. Siliyana mengatakan bahwa pria itu tak ada hak menghakimi ibunya. Namun pria tersebut kembali memukul wajahnya hingga 2 kali.

"Saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegangi saya sampai terjatuh ke tanah. Kemudian mama diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya," beber anak yatim tersebut.

Setelah diarak, warga memberikan 2 pilihan kepada mereka, di antaranya pindah dari lokasi atau warga akan menghancurkan lapo tuak milik ibunya. Namun warga justru memporak-porandakan kedai tuak ibunya. Menurut Siliyana, warga juga mengambil paksa 2 sepedamotor dan menuduh bahwa itu merupakan barang curian.

"Saya sudah melaporkannya ke Polrestabes Medan dan juga sudah ke rumah sakit untuk visum. Ibu dan saya bukanlah orang yang sempurna, namun kami berharap mendapatkan keadilan," katanya.

Lanjutnya lagi, Siliyana sebagai warga Indonesia menanyakan di mana keadilan itu. Siliyana hanya anak dari keluarga tidak mampu yang dianiaya. Kemana masyarakat Indonesia yang cinta kedamaian. Lihat si pemilik mobil putih yang menganggarkan harta dan premanismenya menganiaya seorang anak gadis yang hanya ingin membela seorang ibunya. Bagaimana mereka yang memakan uang rakyat?

"Lalu apa bedanya kami yang melakukan sebuah kekeliruan kecil, lalu dibesar-besarkan dan ditambah fitnah. Saya harap buat saudara-saudara semua yang melihat postingan saya untuk meluangkan waktu menshare kisah seorang anak yang ingin menyelamatkan ibunya," tutupnya.

Postingan Siliyana pun mendapat beberapa tanggapan dari masyarakat.

AKAN MENANGKAP PELAKU
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi lewat WhatsApp menegaskan pihaknya saat ini sedang memproses laporan korban.

"Kita saat ini sedang mengumpulkan seluruh alat bukti. Kasusnya sedang kita proses intensif. Saya menegaskan akan menangkap pelakunya," tegasnya. (A16/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU