Home  / 
Ada yang Ingin Jatuhkan Erick Thohir
* Disebut Cawapres Stuntman, Golkar: Sangat Menyesatkan
Kamis, 13 September 2018 | 11:12:13
Erick Thohir
Jakarta (SIB) -Begitu menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, langsung 'diserang'. Salah satunya, dia disebut-sebut dilaporkan ke kepolisian karena suatu permasalahan di Asian Games 2018.

Menurut Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, ada yang tak suka dengan keberhasilan Erick mengelola Asian Games 2018 yang berhasil mencatatkan sejarah Indonesia di mata dunia. Menurut Hasto, Erick dengan keberhasilannya di Asian Games menjadi simbol pergerakan nasionalisme anak muda. Para anak muda bangga dengan Erick yang membawa nama harum bangsa.

"Sehingga ada pihak-pihak yang tidak suka," kata Hasto, Rabu (12/9).

Hasto sama sekali tak menyebut siapa yang tak suka Erick. Dia bahkan tak mau menuduh bahwa pihak yang dirugikan dengan Erick adalah cawapres Sandiaga Uno.

Kata Hasto, pihaknya yakin masyarakat, khususnya para anak muda, tetap percaya kepada Erick sebagai sosok anutan yang tak banyak bicara tapi bekerja serta bisa membuktikan kinerja. Bahkan dunia internasional pun mengakui kemampuan Erick.

"Pak Erick ini punya kepemimpinan seperti Pak Jokowi yang merangkul. Kita lihat, kalau kami ke luar negeri, banyak yang menyebut Pak Erick karena kemampuannya dalam mengelola sepakbola, basket. Beliau menggema di dunia internasional," ulasnya.

"Jadi masyarakat tak akan terpengaruh. Masyarakat tahu mana politik, mana prestasi," tandas Hasto.

Polda Metro Jaya membantah telah memeriksa kembali Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir terkait dugaan korupsi sosialisasi Asian Games 2018.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya memang sempat memeriksa Erick Thohir sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Namun status Erick hanya sebagai saksi. Dari hasil itu, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Kasus sosialisasi dana Asian Games tahun 2017 memang dikorupsi oleh tiga tersangka. Sekjen KOI, Bendahara KOI, dan Penyedia Jasa KOI," katanya, Selasa (11/9).

Menurut Argo, saat itu, Erick Thohir diperiksa oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrisus) Polda Metro Jaya sebagai saksi.

"Dalam kasus ini, Krimsus pernah memeriksa Pak Erick Thohir, kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara ketiga tersangka tadi," katanya.

Menurut Argo, kasus tersebut sudah melewati proses hukum yang benar, dari tahap penyelidikan, penyidikan, persidangan hingga vonis terhadap para tersangka.

Untuk itu, Polda Metro menegaskan tidak pernah lagi memanggil dan memeriksa Erick Thohir.

"Kasus tersebut berkas sudah dikirim ke JPU dan sudah dinyatakan lengkap serta sudah disidang dan mendapat vonis 4 tahun. Kasus tersebut sudah selesai dan tidak ada lagi pemanggilan Bapak Erick Thohir. Jadi berita yang beredar di medsos polisi akan periksa Erick Thohir adalah tidak benar," pungkas Argo.

Sebelumnya, beredar kabar di dunia maya kalau penyidik Polda Metro Jaya mendalami kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir disebut-sebut telah diperiksa selama tiga jam di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus).

Cawapres Stuntman
Sementara itu Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut Erick Tohir dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Ketua TKN hanya sebagai 'stuntman' cawapres Jokowi. Partai Golkar menilai pernyataan Gerindra sangat menyesatkan.

"Inilah gaya dan cara kampanye kubu sebelah yang tidak simpatik. Bagaimana Anda mau menang jika cara menyampaikan pendapat seperti itu. Sangat menyesatkan," ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi, Selasa (11/9).

Dia mengatakan pernyataan yang dilontarkan Gerindra adalah pernyataan yang menyesatkan untuk publik. Dia juga menilai tuduhan tersebut cenderung fitnah dan tidak berdasarkan fakta.

"Tuduhan seperti itu cenderung fitnah dan menyesatkan, apa dasarnya menyebut Pak Erick sebagai 'stuntman' untuk Cawapres? Ini bukan pernyataan yang substantif, tapi tuduhan yang tidak memiliki dasar dan cenderung fitnah," tegasnya.

Sebelumnya, Gerindra menyebut Erick Thohir tidak hanya sebagai Ketua TKN, tapi juga 'stuntman' cawapres Jokowi. "Ternyata kubu sebelah keluarkan strategi baru, yaitu keluarkan cawapres 'stuntman'. Lihat aja meme-meme yang dikeluarkan kubu sebelah adalah Ma'ruf-Sandiaga, tapi meme yang dikeluarkan adalah Erick Thohir dengan Sandi. Itu artinya mereka butuh cawapres stuntman untuk hadapi Prabowo-Sandi, yaitu Erick Thohir," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade di Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Andre menyebut Jokowi-Ma'ruf sebagai pengikut Prabowo-Sandiaga. Contohnya tagar 2019GantiPresiden. Kubu sebelah, menurut Andre, mengikutinya dengan menggaungkan tagar TetapJokowi.

"Mereka dalam hatinya kaget, karena mereka ini adalah follower. Misalnya mulai tagar 2019GantiPresiden, mereka bikin JokowiDuaPeriode atau TetapJokowi. Lalu Ijtimak Ulama minta Prabowo cawapresnya dari ulama, mereka pilih Kiai Ma'ruf," papar Andre. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU