Home  / 
Hakim Tertangkap Basah Nyolong di Semarang Mengundurkan Diri
* Dituding Terima Suap Rp15 Juta, Hakim JWL Terancam Dipecat
Kamis, 13 September 2018 | 09:44:04
SIB/INT
Ilustrasi.
Jakarta (SIB) -Hakim berinisial A ditangkap warga karena diduga mencuri di Semarang. Hakim tersebut kini sudah mengundurkan diri alias resign.

"Kalau ingat peristiwa di Semarang hakim yang mencuri itu beliau sudah mengundurkan diri," ujar Jubir KY, Farid Wadji di Gedung MA, Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Farid mengatakan dia diduga mencuri ketika berkunjung ke rumah istrinya yang merupakan seorang hakim non palu.

"Ada hakim yang diduga mencuri di Semarang, istrinya juga hakim non palu. Nah dia berkunjung dari salah satu pengadilan ke sana, dan di situ dia ketangkap di rumah istrinya," ucapnya.

Farid mengatakan kasus itu juga merupakan peristiwa berulang. Namun, ketika diproses oleh Komisi Yudisial hakim tersebut telah mengundurkan diri lebih dahulu.

"Itu juga peristiwa berulang, tapi ketika kita sedang diproses tapi dia sudah mengundurkan diri duluan," ucapnya.

Sebelumnya, seorang hakim inisial A ditangkap warga di Semarang karena diduga mencuri.

"Ada kejadian dicurigai ada orang mau masuk ke rumah," kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi saat dihubungi, Selasa (10/7).

Namun dalam penyelidikan itu, polisi tidak menemukan alat bukti yang mengarah ke kasus pencurian. A akhirnya dilepaskan.

"Yang bersangkutan dipulangkan. Sudah diperiksa. Saksi-saksi tidak ada yang menyebutkan yang bersangkutan pelakunya," tutur Mulyadi.

Terancam Dipecat
Sementara itu, pada peristiwa lain, Mahkamah Agung (MA) sedianya akan menggelar sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) terkait kasus suap Rp 15 juta yang diterima hakim JWL. Namun, sidang ditunda lantaran hakim JWL tidak hadir.

"Terlapor (hakim JWL) tidak hadir tetapi punya alasan yang kita pertimbangkan, sekarang kan dia tidak hadir, sama sekali tidak ada alasan kenapa tidak hadir. 
Hanya dia sebut dia ada di luar daerah. Karena itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku kita tunda selama lamanya 14 hari," ujar Ketua Majelis Sidang MKH, Maradaman Harahap, di gedung MA, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Sidang akan dilanjutkan pada 26 September 2018. Jika hakim JWL tidak kembali hadir maka keputusan akan diambil oleh MKH tanpa mendengar keterangan JWL.

"Ya (jika tidak hadir), (keputusan) itu akan diambil keputusan majelis kehormatan hakim, apakah yang bersangkutan sudah dianggap tidak menggunakan haknya ya tentu saya tidak bisa katakan. Apa kebutuhan hakim nanti dan akan dimusyawarahkan lagi," ucap Maradaman.

Tidak hadirnya terlapor dalam sidang, Maradaman mengatakan itu menjadi penilaian. Sebab sidang MKH ini adalah ruang bagi terlapor untuk pembelaan.
"Ya pastilah, sama dengan orang berperkara kan dia tidak menggunakan haknya untuk membela diri," tuturnya.

Sementara itu Jubir KY Farid Wajdi mengatakan JWL diduga menerima suap sebesar Rp 15 juta untuk meringankan hukuman suatu kasus saat menjabat sebagai hakim di PN Manado. Peristiwa itu sudah terjadi sejak tahun 2014.

"Ini peristiwa lama sebenarnya, dari tahun 2014. Nah dari peristiwa ini sebenarnya angkanya cukup variatif ya mulai dari angka 70 menjadi 60 kemudian 30 kemudian kalo berdasarkan laporan yang masuk jadi 15 juta," ujarnya.

Farid juga mengatakan JWL sudah pernah mengalami kasus yang sama. Meski jumlahnya sedikit, jelasnya ini merupakan kasus yang berulang. Adapun rekomendasi sanksi untuk hakim JWL ialah pemecatan. MKH sendiri sesuai peraturan, dibentuk bilamana ada nya hakim yang melanggar etik berat dengan ancaman sanksi pemecatan.

"Pertama bukan soal nilai, kedua ini adalah berkaitan dengan perbuatan yang sangat tercela dan ini adalah perbuatan berulang baik sebelum dan sesudah," tutupnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU