Home  / 
Apresiasi Terus Mengalir kepada Pemerintah Pusat atas Penetapan Bandara Raja Sisingamangaraja XII
Rabu, 12 September 2018 | 09:53:56
Medan (SIB) -Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing merespon baik atas terbitnya SK Menteri Perhubungan untuk Bandara Raja Sisingamangaraja XII. Dia mengetahui penetapan itu melalui proses panjang, ada dilakukan pertemuan beberapa elemen masyarakat termasuk gereja. Tujuan pertemuan itu untuk memberi nama kepada bandara di Silangit, ada beberapa usulan dan akhirnya nama Raja Sisingamangaraja XII yang disepakati.

"Keputusan untuk nama Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit sudah diputuskan untuk diajukan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Maka menurut saya, penetapan Bandara Sisingamangaraja XII lewat SK menteri Perhubungan RI sudah sesuai prosedur yang sebenarnya," kata Ephorus yang ditemui di Hotel Grand Mercury Medan, selasa (11/9).

HARUS BERTERIMAKASIH
Demikian halnya dengan Anggota DPR RI dari Partai Hanura, Dr Nurdin Tampubolon, ia mengatakan, orang Batak harus berterima kasih kepada pemerintah yang mau merespon usulan nama pahlawan Batak jadi nama sebuah bandara di kampung halaman orang Batak. Justru kita bingung kalau nama pahlawan tidak diusulkan untuk Bandara Silangit, dan kita bingung kalau ada orang Batak yang tidak mendukung," ungkapnya.

Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat di Tapanuli, khususnya Tapanuli Utara supaya mendukungnya. Karena itulah bentuk penghargaan kepada jasa-jasa para pahlawan yang berjuang untuk negara. "Makanya Bupati Taputpun harus mendukung, bukan Bupati Taput saja, Bupati sekeliling Danau Toba pun sudah ada yang ikut mendukungnya, kata Nurdin.

JANGAN DIPOLEMIK
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Dr Anthon Sihombing, berharap pergantian nama bandara jangan dipolemik, serta meminta semua pihak duduk bersama. Semua kelompok atau komunitas berpikir jernih dan rasional, jangan "terpecah" kalau hanya sebatas ekspresi nama, ujar Anton, Senin (10/9) saat blusukan di kawasan Pasar Horas, Pematangsiantar atas undangan lisan ratusan pedagang parengge-rengge dipimpin Mangantar Tampubolon.

MENARUH HORMAT 
Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun SH juga menyatakan dukungannya terhadap SK penetapan bandara tersebut. Sejak awal, anggota DPRD Medan empat periode ini sudah menyatakan dukungannya untuk nama pahlawan nasional tersebut. Dikatakannya, GAMKI Sumut menaruh rasa hormat setinggi-tingginya kepada Presiden Jokowi yang merespon usulan tersebut sehingga terbitnya SK dari Menteri Perhubungan.

Menurut dia, pilihan nama Raja Sisingamangaraja XII sudah sangat tepat dari banyak nama yang diusulkan. Karena ini adalah mengangkat harkat dan martabat orang Batak, nama pahlawannya diakomodir untuk sebuah bandara internasional di bona pasogit. Pemerintah menyetujui usulan tersebut karena sudah punya pertimbangan, salah satunya menghargai jasa pahlawan.

Dimana-mana, nama pahlawan daerahnya dibuat jadi nama bandara seperti bandara Sukarno-Hatta di Cengkareng, Ngurah Rai Bali, Samratulangi Manado, Hasanuddin di Makassar dan lainnya. Bahkan bandara kecil seperti di Pinangsori Tapteng saja menggunakan nama pahlawannya Ferdinand Lumbantobing," terangnya.

Terpisah, pengacara kondang Dr Tommy Sihotang SH MH mengatakan, Bupati Taput Nikson Nababan janganlah berupaya membatalkan SK Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit yang sudah dikeluarkan Menteri Perhubungan.

"Bupati harus legowo menerimanya. Jangan lagi membuat manuver menolak SK tersebut, karena pemerintah sudah melakukan kajian mendalam, sudah kenyataan Raja Sisingamanagaraja XII adalah pahlawan nasional," kata Tommy Sihotang kepada SIB yang dihubungi lewat selulernya, Senin (18/9).

Menurut dia, hanya Raja Sisingamangaraja XII sebagai pahlawan nasional asli orang Batak dan dari Tanah Batak yang berjuang mengusir penjajah Belanda, tidak ada yang lain. Kalaupun ada yang kurang puas dan tidak setuju, itu adalah hal yang lumrah karena sebuah kebijakan belum tentu 100 persen orang menyetujuinya.

"Tapi, bagi pihak-pihak yang tidak setuju harus diberi pengertian dan pemahaman agar mereka ikut mendukung. Kepada saudara-saudara saya yang ada di bona pasogit, dongan tubu maupun boru/bere kami marga Simanjuntak, saya nanti langsung menyampaikan kepada  mereka agar ikut menghormati putusan itu. Saya yakin,  seluruh masyarakat dan marga-marga di Taput menyetujuinya, karena orang Batak sangat menghormati pahlawannya," tegasnya.

Tommy menyatakan syukurnya atas penetapan nama Bandara Sisingamangaraja XII seraya menyampaikan ini berkat  perjuangan banyak pihak, tokoh-tokoh marga, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, para putra daerah secara bersama-sama.

MARGA-MARGA: PAHLAWAN HARUS DIBERI PENGHORMATAN
Tidak ketinggalan, dari perkumpulan marga-marga Batak juga menyuarakan kegembiraan dan terimakasih kepada pemerintah pusat.

Ketua Perkumpulan Keturunan Sonak Malela Kota Medan, Sobo Simangunsong, engan tegas mengatakan, pejuang (pahlawan) orang Batak harus diberi penghormatan dari orang Batak di Tanah Batak. Pemberian nama Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit sudah sangat pantas, tidak ada dasar orang keberatan dengan nama itu.

"Dimana-mana ada  nama jalan Sisingamangaraja, itu menunjukkan dia itu pahlawan besar. Lewat bandara itu, kepahlawanan Raja Sisingamangaraja XII tidak pudar, karena generasi muda sampai ratusan tahun ke depan tahu kejuangan pahlawannya," tuturnya.

Senada dengan Sonak Malela, Sekretaris Umum Perkumpulan Marga Borsak Bimbinan Hutasoit Boru/Bere Kota Medan dan sekitarnya Drs Thomson Hutasoit mengaku sangat setuju dan berterimakasih kepada pemerintah pusat.

"Kita sangat setuju, pemerintah sudah merestui perubahan nama bandara yang ada di Taput," ucap dia ketika dihubungi, Selasa (11/9).

Menurut dia, perubahan nama bandara menjadi Raja Sisingamangaraja XII, sudah sangat tepat. Mengingat Raja Sisingamangaraja XII merupakan sosok pahlawan nasional dari tanah Batak.

Kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan kita, terkhusus kita suku Batak. Karena Sisingamangaraja XII telah berkorban melawan penjajahan Belanda, ucapnya.

Perubahan nama ini sebenarnya sudah lama diajukan pihaknya dan banyak masyarakat. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat juga ikut mendukung pemerintah pusat.

Selain itu, sebut Thomson, dengan perubahan nama ini, dapat membawa suku Batak ke ajang internasional, terangnya. (A10/D01/A18/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU