Home  / 
Idrus Marham Minta Kader Golkar Segera Kembalikan Uang Suap ke KPK
* Pengurus Golkar Kembalikan Rp700 JUta Terkait Suap PLTU Riau-1
Sabtu, 8 September 2018 | 10:26:43
SIB/Ant/Hafidz Mubarak A
PEMERIKSAAN IDRUS MARHAM : Mantan Menteri Sosial Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/9). Mantan Sekjen Partai Golkar itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Eni Saragih dan Johannes Budiarso Kotjo.
Jakarta (SIB)- Mantan Menteri Sosial Idrus Marham mengimbau agar seluruh kader Partai Golkar yang menerima uang suap segera mengembalikannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dinilai Idrus sebagai bentuk kecintaan pada partai Golkar.

"Ya kalau memang kita cinta kepada Golkar, kita sayang pada Golkar ya mari kita berbuat untuk Golkar. Jadi misalkan ya kalau memang nggak ada kaitan sama Golkar, ya jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar. Kalau ada kader-kader Golkar yang memang ambil uang, kembalikan," katanya usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (7/9).

Idrus mengaku sudah bertemu dengan Pimpinan partai Golkar untuk membicarakan imbauannya itu. Ia berharap dengan banyaknya kasus korupsi yang menyeret politikus Golkar tidak membuat suara partai berlambang pohon beringin itu turun di Pemilu 2019 mendatang.

"Ini sudah menghadapi pemilu. Jadi kalau kita sayang Golkar dan kita ingin betul-betul Golkar maju, ya udah jangan kaitkan dengan Golkar kalau gak ada kaitannya. Gitu loh," kata mantan Sekjen Partai Golkar itu.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Eni sudah mengakui sebagian uang yang dirinya terima sebesar Rp2 miliar dari Kotjo digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, Eni tidak menyebut secara pasti jumlah uang suap yang masuk ke kegiatan partainya. Eni juga mengaku hanya menjalankan tugas partai untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.
Kembalikan Rp 700 Juta

Sementara itu, KPK menyebut pengurus Golkar mengembalikan duit terkait perkara suap PLTU Riau-1 sebesar Rp 700 juta. KPK memastikan uang itu terkait dengan aliran uang yang diduga digunakan kegiatan partai berlambang pohon beringin itu.

"Yang pasti dari pengembalian uang tersebut dengan nilai sekitar Rp 700 jutaan dan keterangan-keterangan yang diberikan kemudian uang tersebut dilakukan penyitaan dan masuk dalam berkas perkara ini," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

"Ini akan menjadi salah satu bukti penguat dalam konteks penyidikan yang dilakukan KPK untuk menelusuri arus uang terkait PLTU Riau-1," imbuh Febri.
Febri mengatakan pengembalian uang itu menambah keyakinan KPK tentang aliran uang untuk kegiatan Golkar. Namun Febri tidak menyebutkan siapa pengurus yang mengembalikan uang itu.

"Karena sebelumnya memang ada bukti-bukti ada keterangan keterangan yang menyebutkan dugaan penggunaan uang untuk kegiatan salah satu partai politik. Itu yang kami telusuri dan setelah terkonfirmasi juga dilakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah pihak ada salah satu pihak pengurus partai yang kemudian mengembalikan uang tersebut," ujar Febri.

"Untuk kali ini yang mengembalikan adalah salah satu pihak yang menjadi pengurus juga di partai. Bentuk proses pengembalian dilakukan oleh orang per orang ya meskipun itu diduga terkait dengan kebutuhan pendanaan kegiatan partai politik," imbuh Febri. (Merdeka.com/detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU