Home  / 
2 Minggu Air PAM "Mati", Warga Nisel Krisis Air
* PDAM: Bendungan Jebol
Sabtu, 11 Agustus 2018 | 11:50:35
Nisel (SIB)- Dua minggu air PDAM Tirtanadi tidak mengalir, akibatnya warga Kota Telukdalam Nias Selatan (Nisel) mengalami krisis air. Meski begitu hingga kini belum ada upaya PDAM memberi solusi memasok air ke rumah warga seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Warga Nisel Daniel, Sarumaha, Laia dan lainnya, Jumat (19/8) mengecam PDAM yang sebelumnya berjanji memasok air bersih ke rumah warga menggunakan mobil tangki, namun hingga saat ini tidak terealisasi. Warga menyebut Tirtanadi membohongi masyarakat.

Sesuai janji PDAM Cabang Nisel melalui pemberitaan di Harian SIB, seyogianya Senin lalu, air telah mengalir. Sekretaris PDAM Tirtanadi Sumut menjanjikan memberi bantuan air dengan mobil tangki ke rumah pelanggan. "Semua tidak terbukti, dua minggu air PAM "mati" dan mobil tangki tak pernah nongol ke rumah-rumah warga," kata Laia.

Akibat air PAM mati di Nisel, usaha masyarakat banyak macet. Rumah makan, pertokoan dan usaha lainnya terdampak. Para ibu rumah tangga di Nisel pun menyatakan kekecewaannya. Mereka mengancam membawa "segudang" pakaian dan peralatan dapur yang kotor ke kantor Tirtanadi jika air PAM tidak segera mengalir.

Operator PDAM Tirtanadi Cabang Nisel, Fatema Gea mengatakan, 2 mesin pompa air sudah siap beroperasi, namun kendala saat ini bronjong bendungan air jebol akibat banjir pada Minggu lalu. "Kami sedang bekerja di sungai memperbaiki bronjong, diupayakan minggu ini siap dan air langsung disalurkan ke pelanggan," janjinya.

Sementara Ketua DPRD Nisel Sidiadil Harita menilai kinerja PDAM Tirtanadi sangat lambat. "Dua minggu air PAM mati, saya sendiri kena imbas, terpaksa mengambil air dari kampung untuk kebutuhan sehari-hari," keluhnya.

"PDAM Tirtanadi diminta bertindak cepat memperbaiki bronjong yang rusak di Sungai Saua, agar masyarakat tidak berkepanjangan kesulitan air.  (Dik-HH/l)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Bertengkar dengan Suami, Ibu di Bolivia Gantung 3 Anaknya
Malaysia Cabut Undang-undang Anti-hoax yang Kontroversial
5 Tahun Beraksi, Anggota Jaringan Selundupkan 500 Ekor Cenderawasih
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU