Home  / 
Gempa Kembali Guncang NTB, 24 Orang Luka-luka
* Pemerintah Buat Road Map Rehabilitasi
Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:31:21
Jakarta (SIB) -Gempa kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kekuatan 6,2 skala Richter (SR). Sebanyak 24 orang luka-luka akibat guncangan.

"Gempa dirasakan keras menyebabkan beberapa bangunan rusak. Tercatat 24 orang luka-luka tertimpa bangunan roboh akibat gempa 6,2 SR," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan, Kamis (9/8).

Sutopo mengatakan tim SAR saat ini dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan alat berat. Untuk evakuasi, dikerahkan 21 alat berat yang terdiri dari ekskavator, buldoser, dump truck, loader, trailer, dan mobile crane.

"Tim SAR masih melakukan pencarian dengan alat berat adanya gempa 6,2 SR pada siang tadi menyebabkan tanah sekitar masjid retak, menara bergeser sehingga membahayakan tim SAR," kata Sutopo.

Gempa susulan dari gempa utama 7 SR di NTB sudah terjadi sebanyak 362 kali. Delapan belas di antaranya dirasakan oleh warga NTB.

Warga-Pengungsi Berhamburan
Saat gempa terjadi warga dan pengungsi berhamburan ke luar rumah karena masih trauma atas gempa sebelumnya.

"Pengungsi dan masyarakat berhamburan ke luar rumah merasakan guncangan keras dari gempa 6,2 SR, pukul 12.25 WIB," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo mengatakan masih banyak warga yang trauma terhadap gempa sebelumnya. 

"Masyarakat masih trauma dengan gempa sebelumnya. Beberapa bangunan tambah rusak akibat gempa ini," terangnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berlokasi di Sumbawa. Titik pusat gempa tepatnya berada di koordinat 8,36 LS dan 116,22 BT.

Titik gempa berada di kedalaman 12 km. Titik pusat gempa berada di 6 km dari barat laut Lombok Utara, 27 km timur laut Mataram, 33 km timur laut Lombok Barat, dan 37 barat laut Lombok Tengah.

Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pada pukul 12.25 WIB atau 13.25 Wita

Robohkan Minimarket
Gempa tersebut juga membuat satu bangunan minimarket ambruk.

Bangunan minimarket yang ada di Jalan Arif Rahman Hakim, Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur, ambrol selang 25 menit pasca gempa.

"Bangunannya ambrol kurang lebih 25 menit setelah gempa siang tadi itu," kata warga yang melihat, Murahim (37).

Dari pantauan, bangunan minimarket tersebut sudah dikelilingi garis polisi. Bhabinkamtibmas Kelurahan Mataram Timur, Made Triana mengungkapkan bahwa bangunan itu memang sudah retak sejak waktu gempa berkekuatan 7,0 skala richter pada (5/8) lalu.

"Bangunannya sudah retak sebelumnya, pas kejadian gempa Minggu kemarin itu. Tapi masih tetap beroperasi. Kadang buka, kadang tidak," terangnya.

Triana juga mengatakan, ambrolnya Alfamart tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa.

"Ndak ada korban jiwa. Pas gempa tadi memang karyawannya sedang membereskan barang-barang yang ada di dalam. Mereka memang sengaja mau pindah karena bangunannya sudah oleng dan retak. Pas terjadi gempa, karyawan langsung berhamburan keluar," jelas Triana.

Sementara itu, berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, masih di kelurahan yang sama, menara Masjid Al-Mustaqim yang ada di Jl. Amir Hamzah, Lingkungan Karang Sukun ikut ambrol akibat getaran gempa.

"Ndak ada korban, orang-orang hanya panik saja, ketakutan kalau menaranya akan roboh," tutur warga di lokasi, Nila.

Terasa di Bali
Guncangan gempa itu juga terasa di Ubud, Bali. Ajeng Anggrahita menuturkan, gempa itu terasa selama beberapa detik. Ajeng mengatakan, akibat gempa itu, lampu hingga motor juga sempat bergoyang.

"Kami lagi berdiri di dalam kantor, terus kami terasa goyang horizontal. Lampu kantor goyang kami mastiin sekali lagi itu masih berlangsung," kata Ajeng ketika dihubungi.

Kami keluar kantor, motor goyang-goyang, pagar juga besi goyang-goyang, motor yang diparkir bisa goyang," sambungnya.

Dia mengatakan, warga sekitar sempat keluar dari rumah. Namun, kata Ajeng, warga kembali masuk ke rumah seusai gempa.

Buat Road Map
Sementara itu, sejumlah menteri beserta instansi terkait adakan rapat untuk membahas pemulihan bencana gempa bumi di Lombok. Setelah masa tanggap darurat selesai, road map rehabilitasi akan segera dibuat.

"Kita harus buat road map baru setelah tanggap darurat ini selesai. Kita melangkah ke tahap pemulihan, rehabilitasi, rekonstruksi, yang juga tak mudah karena besarnya jumlah korban manusia dan harta benda di sana," ujar Menko Polhukam Wiranto usai mengadakan pertemuan.

Pertemuan dilaksanakan di gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis sore. Dalam pertemuan itu hadir Mensos Idrus Marham, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua BNPB Willem Rampangilei, dan Kasum TNI Laksamana Madya Didi Herdiawan.
Wiranto menjelaskan road map yang akan dibuat itu terkait proses rehabilitasi bangunan yang rusak. Pemerintah berencana membangun kembali rumah masyarakat yang hancur terdampak gempa.

"Masyarakat yang 80 persen hancur rumahnya kita bangun lagi, dengan bangunan seperti apa? Siapa yang membangun? Berapa biaya? Berapa lama? Itu semua kita bahas detail sore ini," katanya.

"Dan mudah-mudahan besok kita punya gambaran jelas dan rinci road map-nya, gimana program pemulihan yang ada di sana. Sambil kita juga terus mewaspadai adanya kemungkinan bencana-bencana susulan," lanjut Wiranto.

Nantinya pihaknya juga akan meminta BMKG untuk melakukan analisis secara akurat terkait apakah ada bencana susulan setelahnya. Hal itu dikatakan Wiranto guna mempercepat proses pemulihan.

"Nanti kita minta BMKG untuk melakukan suatu analisis secara akurat. Sehingga lebih memastikan proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan yang ada di sana," ujarnya.

"Dengan demikian, pemerintah dalam hal ini betul-betul bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan, menangani bencana alam gempa bumi di Lombok dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya. Agar tak menambah penderitaan mereka di sana," tambah Wiranto. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sektor Swasta Diajak Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba Terbaik dan Paling Cepat
Peredaran Hoax Makin Memprihatinkan
Bagikan Buku, Kapoldasu: Generasi Penerus Bangsa Harus Cerdas
4 Tersangka Kasus Khashoggi Diduga Orang Dekat Putra Mahkota Saudi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU