Home  / 
Joko Widodo-Ma’ruf Amin Nasionalis Religius
Pilihan Realistis
* Ma’ruf akan Rangkul 212 * Mahfud Md Tak Kecewa; Utamakan Keselamatan Negara * Rommy: Bisa Redam Kebencian
Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:07:18
SIB/Ant/Galih Pradipta
CAWAPRES JOKOWI: Presiden Joko Widodo (tengah) bersama pimpinan partai dan sekjen partai pengusung melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (9/8). Hasil pertemuan tersebut memutuskan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019. Ketum MUI KH Ma'ruf Amin resmi diumumkan jadi cawapres.

"Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok," ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jalan HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja. Para pendukung Jokowi juga berada di lokasi.

Pengumuman nama Ma'ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Sejak Rabu lalu, nama Mahfud Md menguat disebut sebagai cawapres Jokowi. 

Lalu apa ini pilihan terbaik? "Ini bukan pilihan terbaik buat Jokowi, tapi ini mungkin terbaik buat partai-partai," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya terpisah, Kamis (9/8).

Yunarto melihat dari sisi elektabilitas, bisa dibilang Ma'ruf memiliki kelemahan. Tetapi Ma'ruf lebih dipandang sebagai simbol ulama.

"KH Maruf ini memiliki variabel yang kuat dari sisi, tentu saja paling dianggap simbolik secara harfiah mewakili MUI, beliau memang adalah seorang ulama yang dianggap sepuh," ujar Yunarto.

Menurut pandangan Yunarto, sosok Ma'ruf akan dianggap sulit oleh lawan politiknya yang juga berusaha menggaet pemilih dari kalangan umat. Terlebih lawan dari Jokowi nantinya adalah Prabowo Subianto yang disebut bakal berpasangan dengan Sandiaga Uno.

"Ini pilihan realistis, pertama buat partai ketika melihat Prabowo memilih Sandiaga Uno, yang dua-duanya dianggap tak bisa merepresentasikan kekuatan Islam. Jokowi kemudian mengambil celah itu, Ma'ruf Amin yang dianggap mewakili celah Islam. Jadi sekarang yang dianggap memiliki simbol umat yang kuat justru Jokowi. Ini sikap paling realistis, merespons pertimbangan terakhir Prabowo yang akhirnya memilih Sandiaga Uno," kata Yunarto.

Faktor berikutnya adalah soal menuju Pilpres 2024. Figur Ma'ruf dinilai oleh partai pendukung Jokowi tak memiliki ambisi untuk Pilpres 2024. Ma'ruf boleh jadi merupakan jalan tengah sehingga parpol koalisi tak 'menitipkan' kadernya di Pilpres 2019.

"Kelemahannya elektoral, bahwa Ma'ruf tidak memiliki narasi besar di bidang pemerintahan, tidak memiliki narasi besar sebagai tokoh populis. Beda dengan Mahfud, Jokowi tak bisa dilengkapi kekuatan elektoralnya dengan sosok Maruf," papar Yunarto.

UTAMAKAN KESELAMATAN NEGARA
Sebelumnya, Mahfud mengaku diminta stand by sejak Rabu malam lalu dan menyerahkan CV sebagai cawapres Jokowi kemarin pagi.

Bahkan Mahfud Md sudah menjahit kemeja putih, yang diketahui menjadi ciri khas Jokowi. Dia menyebut hal ini adalah panggilan sejarah.

"Pertama, panggilan sejarah. Saya kan aktivis, ingin terus ada di medan perjuangan," kata Mahfud.

Sinyal Ma'ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, Rabu (8/8). Jokowi dan Ma'ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Mahfud mengaku kaget namun tidak kecewa. "Ya menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi. Sesuai dengan wewenangnya, dengan pertimbangan-pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya," ucap Mahfud.

"Saya tidak kecewa ya, kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detil," sambung mantan Ketua MK ini.

Seperti diketahui, Mahfud Md sudah dihubungi dan diminta CV untuk jadi cawapres Jokowi. Dia juga sudah mengurus syarat cawapres di pengadilan.

Tetapi, bagi Mahfud itu adalah hal yang biasa. Dia bisa menerima keputusan Jokowi itu.

"Menurut saya biasa dalam politik. Itu tidak apa-apa, kita harus lebih utamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud atau Ma'ruf Amin," ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan keputusan Jokowi ini tidak melawan aturan. Dia mendukung keputusan Jokowi ini.

"Kita terima ini sebagai keputusan. Proses sudah konstitusional. Kita dukung negara ini harus terus berjalan," ujarnya.

DOKUMEN DUKUNGAN
Sebelumnya ditempat yang sama, sembilan ketum parpol pendukung hadir untuk meneken dokumen dukungan capres-cawapres.

Mereka yang hadir adalah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum NasDem Suryo Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), Ketum Perindo Hary Tanoe, Ketum PSI Grace Natalie, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketum PKPI Diaz Hendropriyono.

Para sekjen sembilan parpol juga ikut mendampingi. Jokowi duduk di antara Megawati dan Surya Paloh. Para ketum tersebut duduk berjejeran, sedangkan para sekjen berada di depannya.

Masing-masing ketum dan sekjen bergantian meneken dokumen dukungan itu. Seskab Pramono Anung menyiapkan dokumen tersebut dan berkeliling untuk meminta tanda tangan para pimpinan parpol koalisi Jokowi.

Suasana terlihat cukup santai. Bahkan Ketum PPP Rommy sempat nge-vlog bersama para ketum dan Jokowi.

Jokowi sebelumnya menyebut sosok Ma'ruf Amin melengkapinya. Jokowi menyebut Ma'ruf Amin sebagai sosok utuh yang bijaksana.

"Kami saling melengkapi, nasionalis-religius," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, Ma'ruf Amin sebagai tokoh bangsa yang telah menduduki sejumlah posisi penting di lembaga negara, mulai DPR hingga Wantimpres. Hal itulah yang menjadikan Jokowi memilih berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

NU SEJAK LAHIR
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersyukur dan senang atas penunjukan Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi.

"Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah dan terharu. Terus terang saja, atas amanat dari Allah dan Pak Jokowi yang telah memilih Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai pendamping, cawapres 2019-2024," kata Said di kantornya, Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat. Ma'ruf Amin ada di samping Said Aqil.

Said mengatakan, keluarga besar NU akan mendoakan pasangan Jokowi-Ma'ruf agar mendapatkan keberhasilan, kemudahan dan kelancaran saat memasuki hari pemilihan nanti. Dia menambahkan, tak ada orang yang meragukan sosok Ma'ruf secara garis keturunan.

"KH Ma'ruf Amin kita semua tahu, secara nasab, keturunan, tak ada yang meragukannya. Beliau keturunan ulama besar, ulama Nusantara yang menjadi guru besar di Masjidil Haram di Mekah, wafat pun di Mekah. Namanya Syekh Muhammad Nawawi Banten," ujarnya.

Selain itu, Said mengatakan, Ma'ruf sudah menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama sejak lahir. Dia juga mengatakan Ma'ruf selalu menjadi referensi bagi para ulama.

"Beliau NU sejak lahir karena lahir di keluarga besar NU," ucap dia.

Said mengenal Ma'ruf juga sebagai orang yang pertama kali menjadi Ketua Dewan Syuro PKB. Ma'ruf juga pernah berperan menjadikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden ke-4 RI.

"Begitu reformasi, lewat PKB, KH Ma'ruf Amin dan pernah jadi Ketua Dewan Syuro PKB pertama dan berhasil menjadikan Gus Dur presiden. Makanya Allah membalas beliau luar biasa," tuturnya.

Sementara itu, Ma'ruf mengatakan pilihan Jokowi terhadap dirinya sebagai bentuk penghargaan kepada ulama dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Artinya Pak Jokowi menghargai ulama, menghargai NU. Ini luar biasa. Beliau menghargai kita semua," ujar Ma'ruf.

POLITIK ELEGAN
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memuji sosok KH Ma'ruf Amin sebagai ulama berkharisma. Bamsoet menyebut perpaduan Joko Widodo dengan Ma'ruf merupakan perpaduan tepat antara nasionalis dan religius untuk Pilpres 2019.

"Saya menilai keputusan Jokowi memilih Prof. Dr. KH Maruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana. Sosok dan kharisma KH Maruf Amin sebagai guru bangsa, ulama maupun negarawan tak perlu diragukan lagi. Perpaduan yang tepat antara nasionalis dan religius," kata Bamsoet.

"Pelajaran besar lain yang bisa kita ambil hari ini adalah bahwa proses pemilihan KH Maruf Amin sama sekali tak meninggalkan gejolak di internal koalisi partai politik pendukung Jokowi. Semua pimpinan partai politik satu barisan mendukung Jokowi. Diawali dengan 'tidak ada dusta di antara kita', ditutup dengan senyum bahagia," pujinya.

Dia juga menyebut Koalisi Indonesia Kerja dan Ma'ruf telah memberikan contoh politik yang elegan karena menempatkan masyarakat sebagai subjek. Tak lupa, Bamsoet juga memberikan selamat ke pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk selalu semangat menjalani kontestasi Pilpres 2019.

REDAM KEBENCIAN
PPP salah satu parpol pendukung Jokowi menilai sosok Ma'ruf dipilih dapat menjadi peredam kebencian.

"Keterbelahan masyarakat kita karena isu politik mulai dari Pilpres 2014 dan Pilkada serentak masih seputar isu kebencian. Sehingga kita partai pimpinan parpol berdiskusi mencari figur dan di sisi lain meredam kebencian," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

Dia mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf mencerminkan pasangan nasionalis religius. Selain itu, Ma'ruf juga pantas jadi cawapres Jokowi karena punya pengalaman di berbagai organisasi.

Dia mengatakan Ma'ruf juga pengalaman di bidang ekonomi karena merupakan anggota dewan pengarah syariah nasional. Rommy menilai sosok Ma'ruf Amin jadi harapan dari banyak masyarakat Indonesia.

"Pengetahuan beliau paripurna. Kita lihat beliau mewarnai spektrum politik nasionalis-religius di mana KH Maruf Amin titik temu. Figur titik temu melting point kelompok masyarakat Indonesia," ujarnya.

BUKAN LAWAN BERAT
Ketum PAN Zulkifli Hasan menilai Jokowi-Ma'ruf Amin sebuah kombinasi yang bagus.

"Alhamdulillah selamat Pak Presiden kita Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin, kan bagus juga ya kombinasi," ucap Zulkifli kepada wartawan di Hotel Sultan, Sudirman, Jakarta Selatan.

Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak membuat PAN menjadikan mereka sebagai lawan berat.

"Nggak ada yang berat, nggak ada yang ringan, sederhana. kalau dianggap berhasil, dua periode, kalau ada yang anggap belum berhasil ganti, kan yang penting nggak boleh berantem," katanya.

PROFIL MA'RUF AMIN
KH Ma'ruf Amin lahir di Tangerang pada 11 Maret 1943. Sebelum jadi Ketum MUI, Ma'ruf punya pengalaman panjang di bidang legislatif hingga jadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Beliau duduk di legislatif, mulai sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI," tutur Jokowi saat pengumuman.

Ma'ruf pernah duduk di DPRD DKI dalam Fraksi Golongan Islam dan Fraksi PPP. Sebagai politikus Kebon Sirih, Ma'ruf pernah menjabat sebagai pimpinan di Komisi A.

Setelah reformasi, Ma'ruf bergabung dengan PKB dan menjabat Ketua Dewan Syuro yang pertama. Dia lalu jadi anggota MPR RI lewat PKB. Di DPR, Ma'ruf pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VI.

Ma'ruf adalah tokoh NU. Jabatannya saat ini adalah Rais Aam PBNU yang berarti juga ketua umum. Besar di kalangan pondok pesantren, mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng.

Hingga saat ini dirinya pun dekat dengan pondok pesantren. Ma'ruf merupakan pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi di Serang, Banten.

Pada 2007, Ma'ruf dipilih menjadi anggota Wantimpres dan terpilih lagi di periode kedua Presiden SBY. Dia didapuk menjadi Ketua Umum MUI sejak 2015.

Jokowi menunjuknya sebagai anggota Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) pada 2017. UKP PIP kini menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang setingkat kementerian. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU