Home  / 
Gawat! Siswa SD Bandar Sabu Disembunyikan Mafia Narkoba
Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:04:00
SIB/INT
Ilustrasi.
Makassar (SIB) -Seorang siswa SD jadi bandar sabu di Makassar. Kini anak SD itu menghilang. Ke mana larinya siswa SD itu?

"Ini pagi-pagi tadi kita datangi lagi rumah orangtuanya dan dia bilang anaknya belum kembali," kata Kapolsek Tallo, Kompol Amrin AT saat berbincang, Kamis (9/8).

Amrin menduga ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan anak SD ini dari kejaran polisi sehingga jaringan narkoba di wilayahnya tidak terungkap.

"Kalau tidak disembunyikan oleh orang tuanya maka dia disembunyikan oleh kelompok jaringan narkoba," ungkapnya.

Dalam penggeledahan pagi kemarin, orang tua pelaku berjanji akan membawa langsung anaknya ke kantor polisi, jika anaknya tersebut pulang ke rumah.

"Sebagai orangtua pastinya dia juga khawatir anaknya tidak tahu ke mana sekarang. Kita juga sudah geledah rumahnya tapi tidak ditemukan," ucapnya.

Tidak sampai di situ, polisi juga menginterogasi anak SMP yang menjadi anak buah siswa SD. Dalam pemeriksaan itu, pelaku mengenal pemberi sabunya di lingkungan permainan.

"Dia hanya mengaku kenal kalau bermain. Belum ada petunjuk baru soal lokasi keberadaan anak SD ini," ujarnya.

Armin berharap dengan tertangkapnya anak SD ini, maka dapat membongkar jaringan narkotika yang melibatkan anak-anak di Makassar.

"Kita harap segera tertangkap dan bisa terungkap semua jaringannya ini," ucapnya.

dikendalikan orang dewasa
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Makassar membantah keterlibatan pelajar SD dan SMP dalam kasus narkoba. Ia menuding peredaran narkoba dikendalikan oleh orang dewasa yang memanfaatkan pelajar.

"Iya saya sudah dapat kabarnya soal itu. Tapi saya yakin bukan anak SD itu jadi bandar tapi ada orang dewasa yang memanfaatkan. Masa anak SD dan SMP ikut terlibat narkoba?" kata PLT Kadis Pendidikan Makassar, Hasbi saat dikonfirmasi, Kamis (9/8).

Hasbi menjelaskan, kedua pelajar SD dan SMP di Makassar yang terlibat narkoba hanya dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk memuluskan aksinya. Mereka diperdaya dengan iming-iming uang.

"Itu anak pasti tidak tahu juga kalau barang yang dia bawa itu narkoba. Jadi karena dia tidak tahu sama sekali dimanfaatkanlah antar barang kiri kanan dengan uang diberikan," jelasnya Hasbi.

Kasus narkoba yang melibatkan pelajar SD dan SMP di Makassar menjadi perhatian khusus dan serius oleh Dinas Pendidikan. Hasbi meminta pihak sekolah memberi pengawasan ketat kepada anak, termasuk tak memberi akses luas ke masyarakat umum untuk masuk sekolah tanpa tanda pengenal dan kepentingan.

"Ini serius, persoalan serius. Saya sudah minta pihak sekolah juga aktif, beri pengawasan ketat kepada anak khususnya jam sekolah kalau sekolah tidak bisa masuki semua orang tanpa pengenal dan kepentingan," pintanya. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU