Home  / 
Begal Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan
Kamis, 9 Agustus 2018 | 12:00:16
SIB/Roy Surya Damanik
DITEMBAK MATI: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SIK, Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung dan Panit VC Iptu H Manullang, menunjukkan sejumlah barang bukti di antaranya golok milik tersangka begal berinisial AS alias Bangun yang ditembak mati Tim Pegasus, di Mapolrestabes, Rabu (8/8).
Medan (SIB)- Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan menembak mati begal sadis berinisial AS alias Bangun (37), warga Jalan Rawa Cangkuk Gang Arab, Kecamatan Medan Denai, karena melakukan perlawanan dengan menggunakan golok saat ditangkap, Rabu (8/8) dini hari.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SIK dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Rabu sore menjelaskan, AS alias Bangun merupakan DPO kasus begal yang terjadi pada, Rabu 13 Desember 2017 sekira pukul 05.30 WIB, di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan.

"Korbannya seorang wanita bernama Yunita warga Jalan Timah Putih Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, yang berprofesi sebagai guru di sekolah swasta di Medan. Saat itu korban mengendarai sepedamotor Honda Beat warna hijau putih bermaksud pergi bekerja. Saat melintas di Jalan Mabar, tiba-tiba 4 pria yang berboncengan dengan dua sepedamotor langsung memepet korban. Selanjutnya tersangka menarik korban dari atas sepedamotor dan kemudian menyeret korban hingga beberapa meter," ujar Dadang.

Namun tiba-tiba sambung Kapolrestabes, tersangka lain langsung mengendarai sepedamotor korban dan menabrak paha korban. Korban tak berdaya dan mengalami patah di tulang pahanya serta luka lecet di tubuhnya. Setelah itu para tersangka meninggalkan lokasi dengan membawa sepedamotor hasil rampasan. Warga sekitar membawa korban ke rumah sakit terdekat. Peristiwa begal tersebut selanjutnya dilaporkan suami korban, Rudi Wanto ke Polsek Medan Timur.

"Dengan adanya informasi korban begal, Kasat Reskrim dan personil Polsek Medan Timur melakukan cek TKP dan menyita alat bukti rekaman CCTV di lokasi. Dari hasil penyidikan, Jumat 29 Desember 2017 sekitar pukul 01.00 WIB, Tim Pegasus yang dipimpin Kasat Reskrim mengungkap para pembegal yang merupakan  kelompok Raja CS. Tak lama berselang Tim Pegasus mendapat informasi bahwa para tersangka berada di Jalan Beringin Gang Pokat Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan," terangnya.

Lanjut Kombes Dadang, petugas saat itu juga menuju lokasi dan membekuk RAS dan MRP. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui aksi begal yang dilakukan di Jalan Mabar bersama AS alias Bangun dan Ma (DPO). Saat hendak dibawa untuk menunjukkan di mana saja mereka melakukan aksi kejahatannya, kedua tersangka menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan. Akhirnya Tim Pegasus memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua tersangka hingga tewas. Selanjutnya jasad kedua tersangka dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna kepentingan penyelidikan.

"Pada 22 Februari 2018, Tim Pegasus mendapat informasi bahwa tersangka AS alias Bangun sedang berada di rumahnya, sehingga petugas menggerebek rumah tersangka. Namun tersangka berhasil meloloskan diri dari atap rumahnya dan menyeberang ke gedung sekolah. Sejak itu tersangka melarikan diri ke Malaysia dan Pekanbaru, Riau," ungkap Dadang.

Masih kata Kapolrestabes, pada 6 Agustus Tim Pegasus mendapat informasi bahwa AS alias Bangun kembali ke Medan, sehingga petugas melakukan penyelidikan di seputar tempat tinggal tersangka, namun tersangka tak kunjung kelihatan. Rabu sekitar pukul 00.30 WIB, petugas melihat AS alias Bangun melintas di Jalan S Parman Medan dengan mengendarai sepedamotor Honda Revo, sehingga dilakukan pengejaran terhadap tersangka. Namun tersangka yang mengetahui sedang dikejar petugas, langsung tancap gas.

"Saat melintas ke arah Jalan Perdana,  tersangka dan sepedamotornya terjatuh. Namun AS alias Bangun turun ke arah sungai Betimus, dan petugas mengejar tersangka. Ketika itu petugas mendapati tersangka tengah bersembunyi dalam kegelapan dan berusaha melawan petugas dengan golok. Akibat mendapat serangan, Tim Pegasus melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak paha dan dada kiri tersangka hingga tewas di tempat. Selanjutnya jasad tersangka dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan oleh," katanya.

"Para tersangka sudah belasan kali melakukan aksi begalnya dan terbilang sadis saat melakukan aksi kejahatannya. Lokasi aksi kejahatannya para tersangka di antaranya Jalan Mabar, Jalan Selam IV, Jalan STM, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Sisingamangaraja depan Makam Pahlawan. Jalan Pukat Banting, Jalan Pukat/Jalan Selam Medan, Jalan Jermal XV, Jalan Asia/simpang Amplas, Jalan Sumatera, Jalan HM Joni, Jalan Sisingamangaraja/fly over Amplas, Jalan Lintas Tanjung Morawa dan beraksi sudah 7 kali dan Jalan Irian Barat," pungkas Kapolrestabes.(A16/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sektor Swasta Diajak Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba Terbaik dan Paling Cepat
Peredaran Hoax Makin Memprihatinkan
Bagikan Buku, Kapoldasu: Generasi Penerus Bangsa Harus Cerdas
4 Tersangka Kasus Khashoggi Diduga Orang Dekat Putra Mahkota Saudi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU