Home  / 
Koalisi Prabowo Kembali ke "Meja Kosong"
* UAS Menolak Cawapres, Anies Tak Masuk
Kamis, 9 Agustus 2018 | 10:24:11
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Koalisi parpol pro-Prabowo Subianto belum menemukan cawapres setelah Ustaz Abdul Somad dipastikan menolak. PAN mengibaratkan mereka kembali ke meja kosong.

Abdul Somad bisa dibilang jadi tokoh alternatif cawapres yang paling dinanti di koalisi Prabowo. Abdul Somad disorongkan GNPF-U sebagai salah satu cawapres hasil Ijtimak Ulama. Dia juga di-endorse oleh PAN, juga PKS, meski lebih mendahulukan Salim Segaf Aljufri. Namun Somad dipastikan menolak diboyong ke Pilpres 2019.

"Ustaz Somad mengatakan tadi beliau menolak dicalonkan sebagai cawapres. Karena itu, kita mencari alternatif," ujar Sekjen Eddy Soeparno di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan, kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Gerindra mendapat jawaban yang sama dari Abdul Somad. Sang ustaz memilih konsisten di jalur dakwah.

"Ini barusan ini kami dapat informasi dari Tanjungpinang, beliau memilih jalur dakwah dan pendidikan karena jalur inilah yang dianggap sama pentingnya dengan jalur-jalur politik," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Koalisi pro-Prabowo harus berembuk lagi untuk mencari pendamping terbaik bagi mantan Danjen Kopassus itu. Nama-nama lain akan dibahas, dengan catatan, tak boleh ada yang memaksakan kehendak.

"Jadi kita kembali memakai konsep 'meja kosong'. Semua berhak menyatakan pendapat, tapi semua bersepakat tidak pasang harga mati dari awal," ujar Eddy.
PAN cenderung lebih setuju jika cawapres yang diajukan adalah tokoh nonparpol. Harapannya, parpol pendukung Prabowo yang lain juga bisa menerima.

"Ya, idealnya kalau sudah begini, daripada ada satu parpol yang merasa diutamakan, yang lain merasa ditinggalkan, lebih baik kita cari konsensus dulu siapa yang mau kita ajukan. Kalau konsensus itu berbasis orang yang berasal bukan dari parpol, ya lebih baik itu karena lebih gampang diterima," tutur Eddy.


"Karena pada saat kita melakukan pembicaraan awal, UAS merupakan figur yang diterima, Anies (Gubernur DKI Anies Baswedan) juga figur yang diterima karena tidak mewakili parpol mana pun. Jadi saya rasa pembicaraan seperti ini masih terus kita jalin. Dan kita masih punya 2x24 jam untuk itu," sambungnya.

TAK MASUK
Sementara itu, nama Anies sempat digadang-gadang jadi cawapres Prabowo. Tetapi Waketum Gerindra Fadli Zon mengatakan nama Anies tak lagi masuk kantong Prabowo.

"Pak Anies sendiri sudah menyampaikan akan konsentrasi di Jakarta sebagai gubernur. Saya kira itu yang baguslah, supaya tidak meloncat-loncat," ujar Fadli di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

"Saya kira nggak ada ya (nama Anies), sudah selesai itu," tegasnya.

SAMPAI MATI JADI USTAZ
Dalam ceramah terbarunya, Somad menegaskan dirinya tak akan terjun ke politik praktis. Ceramah itu berlangsung saat tablig akbar di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan diunggah oleh sejumlah akun ke YouTube, salah satunya oleh akun 'Dakwah Ustaz'.

Dalam ceramahnya, Ustaz Somad juga menyinggung soal politik. Dia membahas Pemilu 2019 yang sudah di depan mata.

Kepada jemaah, Ustaz Somad mengatakan, di Pemilu 2019, rakyat akan memilih dari anggota DPRD hingga capres-cawapres. Umat Islam, kata Somad, harus peduli terhadap politik.

"Oo... terbaca-terbaca ternyata Ustaz Somad ini ujung-ujungnya kampanye. Saya tak kampanye aja udah dipilih orang," seloroh Ustaz Somad dalam ceramahnya yang dikutip, Rabu (8/8). Jemaah merespons dengan tertawa.

"Saya sampai mati jadi ustaz. Tak usah ragu, tak usah takut. Pegang cakap saya. Manusia yang dipegang cakapnya, binatang yang dipegang talinya. Kalau ada manusia tak bisa dipegang cakapnya, ikat dia pakai tali," sambungnya. (detikcom/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU