Home  / 
Tegas Tapi Tetap Humanis
Minggu, 22 Juli 2018 | 13:30:09
Aksi begal di Kota Medan sekitarnya telah menjadi teror. Banyak warga was-was keluar rumah, terutama saat malam dan menjelang pagi. Apalagi jika tempatnya sepi dan minim penerangan lampu.

Polisi sebenarnya sudah bertindak. Tim khusus sudah dibentuk dan beberapa begal sudah ditindak. Namun, yang berkeliaran masih ada dan beraksi pada saat tak terduga. Tampaknya perlu "terapi" khusus agar begalnya tertangkap dan jera mengulangi perbuatannya.

Rasa aman merupakan kebutuhan utama manusia. Kota yang selalu tinggi angka kejahatannya pasti membuat takut warganya dan turis akan enggan berkunjung. Para investor pasti menghindar dari kota yang begalnya masih merajalela.

Menjaga ketertiban adalah tugas polisi. Walau sebenarnya, itu bukan hanya tanggung jawab mereka saja. Banyak pihak yang terlibat, termasuk warga kota itu sendiri. Namun, saat begal masih beraksi, yang disorot adalah polisi.

Itu sebabnya bisa dipahami mengapa Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan polisi akan tegas. Dia meminta publik memahami tindakan polisi, seperti harus menembak begal di tempat. Memang sering polisi diserang dengan isu mengabaikan hak asasi manusia (HAM), jika menembak mati penjahat.
Kita percaya polisi tentu tidak sembarangan menembak seseorang. Ada prosedur yang ditempuh, bilamana terpaksa melakukan penembakan. Jadi, ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, jika akhirnya ada begal yang tewas kena timah panas polisi.

Tingginya mobilitas begal karena biasanya menggunakan sepeda motor saat beraksi, mengharuskan adanya patroli rutin polisi di tempat rawan. Namun, seberapa mampulah petugas menjangkau semua tempat rawan di Kota Medan. Personel polisi juga terbatas, terutama dari sisi jumlah. Apalagi yang diurus polisi bukan hanya begal saja.

Warga mesti membantu petugas dengan menjadi "polisi" bagi dirinya sendiri. Sedapat mungkin hindari tempat rawan, jika sendirian. Simpan nomor kontak polisi, sehingga saat kejadian bisa langsung melapor. Sosialisasi apa yang harus dilakukan jika ada begal, perlu dilakukan secara serius kepada masyarakat luas.
Polisi pun jangan ragu bertindak tegas terhadap begal yang telah meresahkan. Hanya tetaplah humanis dalam bertugas. Jangan malah terkesan sangar sehingga ada jarak dengan warga. Kita mendukung polisi menciptakan rasa aman bagi Kota Medan sekitarnya. (**)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU