Home  / 
Ada 1.000 Triliun Ton Berlian Tersembunyi di Bawah Bumi
Minggu, 22 Juli 2018 | 12:49:03
Santa Barbara (SIB)- "Diamond", Bahasa Inggris berlian, berasal dari Yunani adamas yang berarti 'tak bisa dihancurkan'. Batu mulia itu kerap dijadikan simbol cinta atau kejayaan.

Sejak ditambang sekitar 6.000 tahun di India, berlian dianggap sebagai mineral berharga. Nilainya pun selangit karena langka.

Namun, studi terbaru mengungkapkan bahwa bagian inti Bumi ternyata dipenuhi berlian. Beratnya sekitar 1 quadrillion atau 1.000 triliun ton.

Studi yang dimuat di jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems edisi Juni 2018 tersebut juga mengungkapkan bahwa ada 1.000 kali lebih banyak berlian di bawah permukaan Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Namun, berlian-berlian tersebut tak bisa dijangkau. Setidaknya saat ini. Batu-batu berharga tersebut berada 145 hingga 240 kilometer di bawah permukaan planet manusia, di 'akar' kraton Bumi.

Kraton memiliki kerak tebal dan akar litosferik yang dalam yang memanjang sejauh beberapa ratus kilometer di dalam mantel Bumi.

Istilah kraton digunakan untuk membedakan bagian stabil kerak benua dari daerah yang lebih aktif secara geologi, dengan yang tidak stabil.

Sekelompok peneliti dari sejumlah universitas di seluruh dunia menemukan cadangan berlian dalam jumlah besar itu dengan perantaraan gelombang seismik di bawah Bumi.

Getaran atau vibrasi gelombang seismik diketahui bisa berubah, berdasarkan komposisi, temperatur, dan kepadatan berbagai macam batuan yang dilaluinya.
Para peneliti menggunakan data-data tersebut untuk membuat citra konstruksi interior Bumi yang tak terjangkau oleh manusia karena lokasinya yang terlalu dalam.

Kemudian, para ilmuwan menemukan, getaran bawah tanah, yang dihasilkan dari proses alami seperti gempa bumi dan tsunami, cenderung bertambah cepat saat melalui akar kratonik.

Menggunakan catatan aktivitas seismik yang disimpan oleh lembaga pemerintah seperti Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), tim membuat model tiga dimensi kecepatan gelombang yang merambat melalui kraton-kraton besar.

Kemudian, mereka membuat 'virtual rock' atau batuan virtual - dari berbagai kombinasi mineral yang berbeda dan menghitung seberapa cepat gelombang seismik akan berjalan melaluinya. 

Dari perbandingan antara kecepatan faktual yang diamati di bawah tanah dengan hasil prediksi dalam model virtual rock menunjukkan, 1 hingga 2 persen dari akar kraton terdiri dari berlian.

Sementara, sisanya terdiri atas peridotit atau tipe utama batuan di mantel atas Bumi, dan sedikit batuan eclogite yang asalnya dari kerak samudra.
"Ketika gelombang melewati Bumi, berlian akan mengirimkan gelombang tersebut lebih cepat daripada batuan atau mineral lain yang kurang kaku," kata Joshua Garber, seorang mahasiswa pascadoktoral di UC Santa Barbara sekaligus penulis utama studi tersebut, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Selasa (17/7). 

Ia menambahkan, penjelasan terbaik dari fenomena tersebut adalah keberadaan berlian. "Namun, kami tak bisa memastikannya. Sebab, adalah hal yang sangat sulit untuk secara langsung mendapatkan sampel dari bagian tersebut," kata Garber.  

Namun, bukannya tak mungkin mendapatkan sampel. Sebab, terkadang ada bagian akar kraton yang dibawa ke permukaan Bumi oleh erupsi magma.
Meski demikian, sejumlah peneliti lain menyarankan beberapa penjelasan alternatif. Yakni, ada kemungkinan, batuan kratonik tersebut lebih dingin dari apa yang ditunjukkan oleh literatur. Itu berarti, batuan tersebut akan lebih kaku. Dengan demikian, gelombang seismik akan merambat lebih cepat saat melaluinya - meski tanpa keberadaan berlian atau eclogite.

Namun, Garber menambahkan, berdasarkan data, skenario yang terakhir kurang memungkinkan. 

"Pemahaman kita tentang bagian dalam Bumi terus meningkat dengan lebih banyak pengukuran, eksperimen, dan terkadang mendapatkan sampel," kata Garber. "Saya menduga, kita akan terus dibuat terkejut dengan apa yang kita temukan." (liputan6/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU