Home  / 
Geledah Rumah Pribadi di Medan dan Rantauprapat
KPK Temukan Bunker Bawah Tanah di Rumah Pangonal Harahap
Minggu, 22 Juli 2018 | 12:09:35
SIB/Efran Simanjuntak
SIAP-SIAP: Tim penyidik KPK bersiap-siap meninggalkan rumah pribadi Pangonal Harahap di Jalan Dewi Sartika Lingkungan Pendidikan Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan, setelah digeledah, Jumat (20/7) malam hingga Sabtu pukul 00:10 WIB.
Rantauprapat (SIB)- Tim penyidik KPK terus berupaya mencari bukti-bukti lain diduga terkait dokumen proyek di Kabupaten Labuhanbatu. Setelah rumah dinas, ruang kerja bupati, kantor keuangan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), giliran rumah pribadi Pangonal Harahap di Jalan Dewi Sartika Lingkungan Pendidikan Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Rantauprapat yang digeledah KPK, Jumat (20/7) malam.

Menurut warga setempat, tim penyidik anti rasuah itu tiba di rumah Pangonal sekira pukul 21.00 WIB. Mereka datang menumpang mobil Innova silver dan Innova hitam dikawal tim anggota Polres Labuhanbatu menggunakan Avanza hitam serta anggota Brimob mengendarai sepedamotor.

Aksi tim penyidik KPK itu mengundang perhatian warga setempat. Seratusan warga menyaksikan penggeledahan rumah Ketua DPC PDIP Labuhanbatu itu dari luar pagar.

Pantauan SIB, tim KPK terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka memeriksa setiap ruangan dalam rumah, serta garasi mobil. Tim KPK keluar dari rumah mewah itu sekitar pukul 00.10 WIB.

"Nggak ada berkas yang ditemukan," kata anggota polisi yang mendampingi tim penyidik KPK setelah keluar dari rumah di sebelah kiri Kantor Camat Rantau Selatan itu.

Lurah Sioldengan, Muhammad Yusuf Harahap selaku pemerintah setempat juga mendampingi penyidik KPK menggeledah rumah Bupati Pangonal Harahap. Katanya, seluruh ruangan diperiksa, namun tidak ada dokumen penting yang ditemukan penyidik KPK.

"Nggak dapat apa-apa. Hanya 1 buku agenda yang dibawa. Buku agenda berlogo Bank Sumut," sebut Yusuf.

Menurutnya, KPK sepertinya mencari brankas, atau tempat rahasia yang digunakan menyimpan dokumen penting oleh Bupati Pangonal Harahap tetapi hasilnya nihil.

Katanya, sebetulnya yang dipanggil Kepling untuk mendampingi KPK, tetapi karena Kepling tidak bisa, sehingga lurah yang turun.

Sejak rumah itu ditinggalkan bupati karena pindah ke rumah dinas, hanya dijaga Legimin. 

"Di rumah itu hanya penjaga rumahnya saja, Legimin. Sebagai bawahan, saya hanya bisa mendoakan agar Pak Bupati bisa tetap tabah menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Legimin penjaga rumah, menuturkan, buku yang dibawa KPK itu buku agenda zaman tak enak.

Bunker Bawah Tanah
Pada Jumat (20/7) hingga Sabtu (21/7), KPK telah menggeledah delapan lokasi berbeda untuk mencari bukti tambahan dalam rangka melengkapi berkas penyidikan kasus yang membelit Bupati Kabupaten Labuhanbatu Pangonal Harahap.

"Penggeledahan di 8 lokasi di Labuhanbatu yaitu kantor bupati, rumah dinas bupati, rumah pribadi bupati, kantor PT Binivan Konstruksi Abadi, kantor Dinas PU, kantor BPKAD, rumah tersangka Umar dan rumah Effendi," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Sabtu (21/7).

Dari 8 lokasi penggeledahan, sudah disita dokumen terkait proyek, anggaran dan pencairan proyek, CCTV dan peralatan komunikasi.

"Di salah satu rumah tersangka ditemukan bunker bawah tanah, namun telah dalam keadaan kosong," tukasnya.

Selain itu, penyidik KPK telah menemukan mobil yang diduga dibawa oleh tersangka Umar saat melarikan diri membawa uang suap saat Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Mobil ditemukan di dekat kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu. Ketika mobil ditemukan, ban sudah dalam keadaan kempes dan tidak layak jalan," jelasnya.
"Kami duga mobil tersebut awalnya mobil plat merah diganti menjadi plat hitam ketika digunakan UMR mengambil uang di Bank BPD Sumut," tutupnya.

RUMAH DI MEDAN
Sementara itu, KPK juga menggeledah rumah Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap di Medan. Penggeledahan terkait kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Labuhanbatu.

"Saat KPK melakukan pencarian tersangka UMR, didapatkan informasi bahwa tersangka PH (Pangonal Harahap) mempunyai rumah di Medan. Tim segera menindaklanjutinya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Penggeledahan rumah dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Pelajar Timur Nomor 168 Lingkungan VI, Medan. (BR6/JP/detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU