Home  / 
Kadis PUPR Labuhanbatu H Thamrin dan Ajudan Bupati Dipulangkan KPK
* Effendi Syahputra Alias Asiong Cobra Mendadak Tenar
Sabtu, 21 Juli 2018 | 11:20:43
Rantauprapat (SIB)- Dua orang yang kena operasi tangkap tangan (OTT) di Rantauprapat telah dilepas penyidik KPK dari Polres Labuhanbatu, Rabu (18/7) menjelang tengah malam. Kedua orang itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Khairul Fahri Siregar dan H Thamrin Ritonga. Ajudan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, ES, juga santer disebut sudah kembali ke Rantauprapat. 

Informasi dihimpun SIB, Kamis (19/7) malam, Kadis PUPR Khairul Fahri Siregar dan orang dekat Bupati Pangonal, H Thamrin dipulangkan sekira pukul 22:00 WIB setelah diperiksa sejak diamankan Selasa (17/7) malam. Kabarnya, mereka diamankan dan diperiksa hanya sebagai saksi terkait kasus transfer uang yang membelit bupati. 

Kedua orang dekat Pangonal itu pun sudah kembali merapat ke Warkop Gang Setan di Jalan Sudirman Rantauprapat.

Menurut sumber, H Thamrin dan Kadis PUPR dikembalikan penyidik KPK pada Rabu  malam sekira pukul 22:00 WIB.

Katanya, Kadis PUPR Khairul Fahri dijemput Selasa (17/7) malam dari rumahnya setelah dicari penyidik KPK di Warkop Gang Setan, tempat berkumpulnya para rekanan pemborong setiap hari mulai pagi hingga malam.

"Datang dijemput, pulang tak diantar. Begitulah Kadis itu, setelah diperiksa dan diamankan selama 24 jam," kata sumber.

Sumber menambahkan, setelah H Thamrin dan Kadis PUPR diperiksa dan disuruh pulang, KPK di Jakarta melakukan konferensi pers terkait OTT dan penetapan status Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap yang ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih, Kav K-4. 

Kemudian, tersangka Effendi Syahputra alias Asing Cobra dibawa ke KPK Jakarta dari Polres Labuhanbatu, untuk pemeriksaan lanjutan dan penahanan.
Selain, Kadis PUPR dan H Thamrin, tambah sumber, ajudan Bupati Pangonal, ES, anggota TNI Kodim 0209 Labuhanbatu, juga telah kembali ke Rantauprapat, sebab tidak terlibat dalam kasus yang sedang dihadapi bupati.

Namun terkait pelangnya Kadis PUPR dan H Thamrin dan ajudan bupati, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak KPK. Hingga pukul 19:33 WIB, juru bicara KPK Febri Diansyah yang dikonfirmasi, belum memberi keterangan.

MENDADAK TENAR
Effendy Syahputra alias Asiong Cobra mendadak tenar setelah kasus dugaan suap proyek yang membelit Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap. Warga Kelurahan Aekpaing Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu itu menjadi bahan gunjingan di tengah masyarakat. Dia jadi sorotan media pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Pangonal.

Asiong diduga sebagai otak pelaku penyuap Bupati Pangonal terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu, tahun anggaran 2018. Tak sedikit dana yang dikucurkannya, hingga mengeluarkan cek Rp576 juta, diduga untuk bupati.

Asiong Cobra adalah pengusaha, pemilik perusahaan PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA). Perusahaan ini bergerak di bidang usaha pemecah batu (stone crusher) untuk material pengolahan aspal hotmix.

Asiong menapak bisnis di dunia kontruksi sejak beberapa tahun belakangan. Beberapa tahun sebelumnya, Asiong dipercaya mengerjakan proyek pengerasan badan jalan Serakyat Kecamatan Panai Hilir Labuhanbatu.

Bermodal keahlian itu, Asiong yang merupakan Bendahara Partai Hanura Labuhanbatu ini membuka bisnis usaha Galian C, sewa alat berat becho. Asiong juga memiliki banyak anak perusahaan di bidang konstruksi.

Pada masa kepemimpinan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap periode 2016-2021, Asiong "melangit". Bisnisnya semakin jaya, dan mengorbit setelah memeroleh sejumlah keuntungan dari berbagai proyek.

Informasi dihimpun SIB, di antara sejumlah proyek yang pernah dikerjakan Asiong pada TA 2017, proyek Pembangunan Gedung Serba Guna Jalan Sena Kelurahan Padangmatinggi Kecamatan Rantau Utara. Proyek yang dikerjakan PT MCC itu menelan dana APBD Labuhanbatu TA 2017 sebesar Rp3,991 miliar.

Kemudian, proyek Pembangunan Gedung C (IGD, IRNA & Rehabilitasi Medik) di komplek RSUD Rantauprapat. Proyek yang dikerjakan PT PB ini mempergunakan dana APBD & APBN/DAK 2017 senilai Rp12,833 miliar. 

Selanjutnya, proyek Pembangunan Gedung F (Gedung pelayanan intensive) di komplek RSUD Rantauprapat. Proyek yang dikerjakan PT PB ini mempergunakan dana DAK 2017 senilai Rp13,074 miliar. Kemudian, poyek Pembangunan Gedung Kantor Bupati (Gedung B) di Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat. Proyek yang dikerjakan PT APS ini mempergunakan dana APBD Labuhanbatu TA 2017 sebesar Rp6,482 miliar.

Dari pemberitaan sejumlah media atas keterangan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, KPK mengidentifikasi adanya penerimaan uang dari Effendy Syahputra alias Asiong Cobra kepada Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap melalui beberapa pihak sebagai perantara.

"ES, pihak swasta, diduga mengeluarkan cek senilai Rp576 juta. Pada Selasa (17/7) sore, ES menghubungi H untuk mencairkan cek dan menitipkan uang tersebut kepada H untuk diambil oleh UMR, pihak swasta," sebut Saut Situmorang.

Sore itu, sesuai perintah ES, UMR menuju Bank Sumut di Jalan Cut Nyak Dhien Rantauprapat. Sebelumnya, yang bersangkutan menghubungi AT (orang kepercayaan ES) untuk bertemu di Bank Sumut dengan modus "menitipkan uang" yang sudah disepakati sebelumnya.

"Setelah AT melakukan penarikan uang sebesar Rp576 juta, kemudian sebesar Rp15 juta diambil untuk dirinya sendIri dan Rp61 juta ditransfer ke ES, serta Rp500 juta dalam tas kresek dititipkan ke  petugas bank dan kemudian pergi meninggalkan bank," ungkapnya.

Sekitar pukul 18:15 WIB, Umar kemudian datang ke bank dan mengambil uang Rp500 juta tersebut dari petugas bank, dan membawanya keluar dari bank. Di halaman bank, UMR melawan penyidik KPK, bahkan hampir menabrak penyidik KPK itu. Kemudian, tim KPK mengejar UMR hingga akhirnya menghilang. (BR6/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU