Home  / 
Kapolri: Hampir 50 Terduga Teroris Ditangkap di Jakarta
* Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme
Selasa, 17 Juli 2018 | 10:54:40
Depok (SIB) -Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan hampir 50 terduga teroris ditangkap di Jakarta. Penangkapan oleh Densus 88 Antiteror ini dilakukan di wilayah Bendungan Hilir dan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Hampir 50 (terduga teroris) kami tangkap di DKI," kata Tito kepada wartawan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7).

Tito mengatakan mereka teridentifikasi sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "Kaitan dengan jaringan JAD," imbuh Tito.

Terhadap 50 terduga teroris ini, Tito melanjutkan, pihaknya menerapkan proses hukum sesuai dengan UU Antiterorisme yang baru.

"Kami gunakan undang-undang yang baru, Nomor 5 Tahun 2018. Kalau dulu, ada perencana atau baru membuat (baru bisa ditindak). Tapi sekarang itu sudah bisa kita proses, cukup menjadi anggota jaringan terorisme bisa kami tahan 200 hari dan kami akan lakukan itu," terang Tito.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror sempat menggeledah sebuah rumah terkait terorisme di Sukamulya 7, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penggeledahan ini merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Bendungan Hilir.

"Iya memang ada penggeledahan," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar, Selasa (10/7). 

11 Terduga Teroris Indramayu
Sebanyak 11 terduga teroris ditangkap terkait aksi pelemparan bom panci ke halaman Polres Indramayu, Jawa Barat. Polisi menangkap 9 terduga teroris setelah berhasil mengamankan sepasang suami-istri yang menjadi eksekutor penyerangan.

"Di Indramayu itu sudah ditangkap lagi ada 9 (terduga teroris), lanjutan dari dua orang yang mau menyerang Polres," kata Kapolri.

Tito mengatakan total tersangka kasus terorisme yang ditangkap sejak tragedi bom di Surabaya hingga saat ini berjumlah lebih dari 200 orang. Berdasarkan data Polri, sebanyak 194 terduga teroris telah ditangkap pascabom Surabaya serta sebelum peristiwa di Kaliurang, Yogyakarta, dan Polres Indramayu, Jawa Barat.

"Sebanyak 194 yang ditangkap sebelum peristiwa Yogya dan Indramayu, 17 di antaranya meninggal dunia. Tujuh belas ditambah tiga yang tewas di Yogya, jadi 20 yang meninggal dunia. Dan (saat ini) total sudah ada 200 (terduga teroris ditangkap) sejak bom Surabaya," ujar Tito.

Tito menegaskan Polri tak akan berhenti menangkap anggota jaringan terorisme untuk menunjukkan negara lebih kuat daripada kelompok teroris.

"Kami tidak akan berhenti, kecuali seandainya mereka mau berdialog, tapi kalau kami yang mau mengajak dialog, sebentar dulu. Meskipun itu upaya-upaya yang kami lakukan secara silent, tapi kami ingin menunjukkan negara lebih kuat daripada teroris. Saya memohon dukungan kepada seluruh pihak masyarakat, pemerintah sama-sama untuk menangani ini," ucap Tito.

Pasutri GL dan NH menyerang Polres Indramayu pada Minggu (15/7) dini hari sekitar pukul 02.35 WIB. Mereka datang menerobos menggunakan sepedamotor matik dan melemparkan bom panci. 

Teror CIMB Medan
Kapolri  juga mengatakan Abdullah alias Anwardi terkait dengan jaringan teroris yang merampok Bank CIMB Niaga di Medan pada 2010 silam. Abdullah alias Anwardi adalah pemilik bom bondet di Pasuruan, Jawa Timur, yang hingga kini masih menghilang.

"(Abdullah alias Anwardi) Ini nggak jauh dari jaringannya kelompok perampokan CIMB ya, CIMB Bank yang ada di Medan tahun 2010," kata Tito.

Tito menjelaskan Abdullah alias Anwardi adalah kawan dari Nibras, tersangka teroris yang saat itu terlibat perampokan.

"Waktu itu saya pimpin, kami tangkap ada beberapa orang ya, ada 16 orang yang merampok, namanya Nibras, itu kita sudah tangkap. Nah ini Abdullah adalah kawannya dia," jelas Tito.

Tito menyampaikan polisi masih mengejar Abdullah alias Anwardi hingga saat ini. Polisi sudah menyelidiki data-data mengenai keluarganya.

"(Masih) Pengejaran. Tapi kita tahu yang bersangkutan, keluarganya, juga ada istrinya, anaknya," terang Tito.

Istri Pemilik Bom Pasuruan Ditahan
Dina Rohana, istri pemilik bom Pasuruan menjalani proses hukum. Kapolri menyebut Dina mengetahui suaminya, Abdullah alias Anwardi, terlibat jaringan teroris.

"Dia tahu kalau suaminya terlibat jaringan (teroris), tanpa harus dia ikut membuat bom dan segala macam, kami bisa proses dia," kata Tito.

Tito menjelaskan saat ini Dina sedang menjalani masa penahanan selama maksimal 200 hari. "Ditahan bisa maksimal 200 hari. Jadi kalau kami tangkap dengan bukti bagian dari jaringan, 200 hari kami tahan," sambung Tito.

Bom milik Abdullah alias Anwardi, suami Dina, meledak di rumah kontrakannya di wilayah Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7) pukul 11.30 WIB. Menurut warga, ledakan terjadi 4 kali.

Ledakan mengakibatkan anak Anwar terluka. Anwar kabur, sementara istrinya langsung diamankan polisi.

Kapolri menyatakan pemicu bom jenis bondet (bom ikan) itu meledak dengan sendirinya, akibat dimainkan anak Anwar yang berusia 2,4 tahun.

"Meledaknya bom ini karena diduga dimainkan anaknya. Ini kan rumah kontrakan. Abdullah, istrinya, dan anaknya yang masih kecil. Balita anaknya. Kemudian dimainin anaknya meledak, anaknya luka," ujar Tito di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/7). 

Alat Canggih
Sementara itu, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri mempunyai alat canggih yang lebih baru dari sebelumnya.

"Iya (Polisi saat ini sigap) karena teknologinya lebih canggih sekarang. Didukung alat baru sekarang," kata Syafruddin kepada wartawan di rumah dinas Wapres JK, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (15/7).

Meski begitu, Syafruddin enggan menjelaskan secara rinci apa nama dan jenis alat yang dikatakannya canggih itu. "(Nama) alatnya, rahasia dong," ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan aksi teror yang saat ini ada dan lebih banyak menyerang kantor-kantor Polisi. Menurutnya, ini bukan sesuatu yang perlu ditakutkan karena saat kepolisian Indonesia telah mempunyai alat baru dan canggih untuk mencegah aksi teroris.

"Tidak ada (ancaman) karena teknologi lebih canggih," imbuh dia. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU