Home  / 
HUT ke-72 Bhayangkara, Presiden Keluarkan 5 Instruksi
Polri Hindari Budaya Koruptif
* Tingkatkan Koordinasi dengan TNI dan Masyarakat * Kapolri: Kepercayaan Publik Meningkat
Kamis, 12 Juli 2018 | 09:45:10
SIB/Seskab/Humas
PERINGATAN HUT BHAYANGKARA : Presiden Jokowi menjadi Inspektur Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7) pagi.
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tantangan yang akan dihadapi kepolisian ke depannya. Jokowi meminta Polri meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

"Polri harus terus tingkatkan waspadai ancaman terorisme, negara maju pun mengalami ancaman yang sama. Di dalam negeri, kita tak akan lupakan para pelaku biadab bom bunuh diri bukan hanya korban masyarakat tapi juga jadikan aparat polisi jadi target," ujar Jokowi saat menjadi inspektur upacara HUT ke-72 Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Jokowi meminta aparat tidak lengah. Aparat diminta tetap sigap dan waspada. "Jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada mengerjakan tugas, mengembangkan diri buat terobosan ancaman yang ada, pemetaan dini potensi ancaman dan ketertiban di masyarakat dan selanjutkan lakukan pencegahan," kata Jokowi.

Kemajuan teknologi informasi juga disampaikan Jokowi di hadapan anggota Polri. Jokowi berpesan Polri mewaspadai ancaman seperti kejahatan siber hingga penjualan manusia.

"Era digital Polri harus mampu antisipasi tindak kejahatan makin beragam, memanfaatkan kemajuan IT. Polri semakin siap menghadapi kejahatan transnasional seperti kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking sampai arm smuggling," ujarnya.

LIMA INSTRUKSI
Presiden memberikan lima instruksi untuk meningkatkan kinerja Polri. Salah satunya, Jokowi meminta anggota Polri menjauhi budaya koruptif.

"Buang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik," ujar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada anggota Polri tetap mengedepankan langkah humanis. Begitu juga meningkatkan komunikasi dan koordinasi.

"Kedepankan langkah pencegahan dan humanis dalam menangani persoalan sosial. Tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan TNI dan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas," paparnya.

Pesan berikutnya adalah Polri diminta meningkatkan soliditas internal di lembaga.

"Mantapkan soliditas internal dan profesional Polri untuk menumbuhkan dan perkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan kompleks. Lakukan perbaikan kelemahan yang ada, terutama penegakan hukum harus transparan," kata Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan, tugas besar menanti Polri dalam waktu dekat ini karena Indonesia menyambut Asian Games, Pertemuan IMF-World Bank hingga Pemilu 2019. Oleh sebab itu, keamanan harus semakin ditingkatkan.

"Tugas besar rangkaian Pileg dan Pilpres semakin dekat, pengamanan natal dan tahun baru, agenda internasional seperti Asian Games ke-18 dan Asian Para Games dan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia perlu langkah antisipatif, perencanaan detail dan matang agar potensi kerawanan bisa dicegah," urainya.

MENINGKAT
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memamerkan keberhasilan program Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) kepada Presiden Joko Widodo. Tito mengatakan program Promoter menggaet 82,9 persen kepercayaan publik.

"Berbagai upaya perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri melalui program Promoter telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Sebagai tindak lanjut dari program reformasi internal yang telah dilaksanakan sebelumnya, program Promoter dibangun melalui pendekatan profesionalisme dan modernisasi guna meraih kepercayaan publik," kata Tito.

Tito menjelaskan, Promoter berfokus pada tiga kebijakan utama, yaitu perbaikan budaya, kinerja, dan manajemen media di internal Polri. Perbaikan budaya termasuk menekan budaya koruptif.

"Peningkatan kinerja diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum, dan pemeliharaan stabilitas Kamtibmas secara optimal. Perbaikan kultur diwujudkan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif," ujar Tito.

"Sedangkan manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial dengan mengangkat prestasi-prestasi Polri dan menetralkan berita negatif, termasuk hoax," sambung Tito.

Tito mengklaim, dua tahun penerapan Promoter, kepercayaan publik terhadap Polri terus menanjak. Tito menyebut hasil survei terakhir menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Polri pada angka 82,9 persen.

"Kini, berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, telah berada pada tiga besar lembaga dengan kepercayaan publik terbaik," ucap Tito.

Tito kemudian menjabarkan survei terhadap Polri sejak awal dirinya menjabat Kapolri. Survei tersebut dimulai pada 2016.

"Pada survei yang dilaksanakan Litbang Kompas pada akhir Juni 2016, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 63,2 persen. Setelah satu tahun pelaksanaan program Promoter, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan adanya perbaikan kinerja Polri, di mana 67,6 persen responden puas dengan kinerja Polri," terang Tito.

"Selanjutnya survei Litbang Kompas pada Oktober 2017 menempatkan Polri sebagai lembaga yang dipercaya ranking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan 70,2 persen," imbuh dia.

Tahun ini hasil survei dua lembaga, lanjut Tito, Alvara Research pada Mei dan Litbang Kompas pada Juni lalu, menunjukkan tren kenaikan persentase kepuasan dan kepercayaan publik terhadap Polri.

"Survei yang dilaksanakan Alvara Research Center pada Mei 2018, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menurut riset ini mencapai 78,8 persen. Dan yang terakhir survei Litbang Kompas pada Juni 2018 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9 persen," jelas Tito.

Tito melanjutkan survei sebuah lembaga bertaraf internasional dari Amerika, The Gallup Organization, juga menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 dari 142 negara di dunia.

"Hasil survei tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari dunia internasional. The Gallup Organization, sebuah lembaga survei papan atas yang berbasis di Amerika Serikat, melalui 2018 Global Law and Order Survey mengungkap bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-9 negara teraman," tutur Tito. 

TIDAK BERPUAS DIRI
Di tempat terpisah, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan pencapaian ini harus dijaga dan dipertahankan. "Ini merupakan hasil kerja elemen bangsa, di dalamnya tentu ada peran anggota Polri dan kerja keras anggota Polri serta pengabdian dan dedikasi anggota Polri," ucap Kapoldasu.

Kepada seluruh jajaran Polda Sumut, pada upacara peringatan HUT ke-72 Bhayangkara di Sumut, yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2018 lalu dan dirayakan, Rabu (11/7) di Lapangan KS Tubun Mapoldasu. 

Ia juga mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri karena ke depan Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, tuntutan dan harapan rakyat kepada Polri semakin meningkat. 

"Dunia sekarang terus berubah, berkembang dan bergerak dengan kecepatan tinggi yang membawa tantangan baru, ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan dalam negeri," ujar Kapoldasu membacakan sambutan Kapolri Jendral Tito Karnavian.

"Ini mengindikasikan bahwa warga negara Indonesia percaya kepada Polri, tertinggi semenjak era reformasi," tutup Kapoldasu. 

Acara itu juga dihadiri Wakapoldasu Brigjen Pol Agus Andrianto serta para pejabat fungsional Polda Sumatera Utara. Hadir juga Pj Gubsu Eko Subowo, Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo, Kajati Sumut DR Bambang Sugeng Rukomono SH, Kepala BNN Brigjen Pol Marsauli Siregar, Kepala Pengadilan Tinggi Sumut diwakili Dr Mangasa Manurung, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin, serta unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh dan unsur TNI. 

Usai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan acara syukuran dan pemberian nasi tumpeng kepada personel Polda Sumut yang tertua dan yang termuda serta penyerahan penghargaan kepada personel yang berprestasi, dan penyerahan penghargaan kepada masyarakat yang berkontribusi di bidang Kamtibmas. (detikcom/A20/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
Pengedar Sabu Ditangkap Polisi dari Kamar Kos
Polda Sumut Tangkap Bandar Judi Online
Sergai Miliki 449 PAUD dengan 3.772 Murid
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU