Home  / 
LSI: Pasca-Pilkada 2018, Elektabilitas Jokowi Naik
* Prabowo-Gatot Mampu Tandingi Jokowi di Pilpres
Rabu, 11 Juli 2018 | 10:00:44
Jakarta (SIB)  -Elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) disebut meningkat dibanding sebelum pilkada serentak 2018. Peningkatan itu merupakan hasil dari survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

"Ditanyakan jika pilpres saat ini mana yang ibu atau bapak pilih, posisi Jokowi di angka 49,3 persen. Ini ada kenaikan (dibandingkan) sebulan sebelum pilkada, saat itu Pak Jokowi elektabilitas 46 persen, artinya kenaikan kurang lebih itu sampai 3 persen. Ini membuktikan bahwa ada tren kenaikan elektabilitas pasca-pilkada 2018," ucap peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7).

Survei tersebut dilakukan 28 Juni-5 Juli 2018 terhadap 1.200 responden dengan wawancara tatap muka. Metode yang digunakan multistage random sampling dilengkapi dengan FGD atau focus group discussion dan analisis media serta in depth interview. Margin of error survei tersebut +/- 2,9 persen. Survei dilakukan dengan simulasi pertanyaan 'Jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, di antara nama-nama di bawah ini, siapakah yang ibu atau bapak pilih sebagai presiden?'
Namun menurut Adjie, elektabilitas Jokowi sebagai petahana belum dinilai aman karena masih di bawah 50 persen. Sedangkan, elektabilitas tokoh lainnya disebut Adjie tidak jauh berbeda dari survei sebelumnya. Namun, Adjie tidak menyebutkan spesifik terkait tokoh serta hasil survei kali ini.

"Ini gabungan dari calon penantang Jokowi. Ada Prabowo, ada Anies Baswedan, ada AHY, ada Muhaimin, dan beberapa nama lain kita uji, dan hasil elektabilitas kita kumpulkan Mei itu 44,7 persen," ucap Adjie.

"Saat ini pasca-pilkada, elektabilitas lawan Jokowi 45,2 persen artinya tidak terjadi kenaikan signifikan sehingga kita simpulkan ini cenderung stagnan," imbuh Adjie.

Selain itu, Adjie juga menyebutkan hasil survei tentang tren #2019GantiPresiden yang disebutnya makin populer. Tren itu menurutnya harus menjadi catatan penting untuk Jokowi.

"Kita melihat kampanye #2019GantiPresiden makin populer dan makin disukai masyarakat, Pamor #2019GantiPresiden ini cenderung naik kalau dibandingkan dua survei LSI di bulan Mei 2018 saat itu popularitas #2019GantiPresiden di angka 50,80 persen namun saat ini udah ada di angka 54,40 persen," kata Adjie. 

Mampu Tandingi
Sementara itu pasangan Ketum Gerindra Prabowo Subianto-eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dinilai mampu menandingi Jokowi.

LSI mengambil tiga nama calon presiden terkuat penanding Jokowi dalam survei itu. Ketiganya yaitu Prabowo, Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo sebagai capres akan naik jika didampingi Gatot Nurmantyo. Prabowo-Gatot dinilai mampu mendapatkan elektabilitas 35,6 persen. Sementara jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya di angka 19,6 persen.

Sementara jika Prabowo disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia bisa memperoleh elektabilitas 12,3 persen. Lalu, Prabowo dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memiliki elektabilitas 10,2 persen.

"Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," kata Adjie.

Selain Prabowo, LSI menilai Gatot-Anies juga mampu menandingi petahana Presiden Joko Widodo.

"Gatot jika berpasangan dengan Anies Baswedan angka pemilihnya mencapai 31,8 persen, Gatot-AHY sebesar 21,5 persen, Gatot jika disandingkan dengan Aher jumlah pemilihnya 13,3 persen, lalu dengan tokoh lain sebesar 18,7 persen dan sisanya sebanyak 14,7 persen menjawab tidak tahu," ujar Adjie.

Selain itu, jika Anies maju sebagai calon presiden, Anies akan memiliki elektabilitas tinggi bila disandingkan dengan AHY. Anies-AHY dinilai dapat mendongkrak elektabilitas sampai 33,4 persen.

Urutan kedua ada pasangan Anies-Ahmad Heryawan dengan elektabilitas 27,4 persen. Diikuti Anies-Cak Imin dengan elektabilitas 23,4 persen.

"Jika Anies capres, ternyata paling tinggi paling banyak memperoleh dukungan Anies-AHY. Kalau Pak Prabowo tak mendampingi Anies dinilai AHY paling tinggi mampu mendongkrak suara Anies," sebut Adjie.

Moeldoko hingga Tito Ideal 
Calon wakil presiden (cawapres) bagi Jokowi masih misteri. Namun berbagai survei mulai merilis nama-nama tokoh yang dinilai ideal bagi Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019. Siapa saja?

LSI Denny JA juga merilis sejumlah nama cawapres bagi Jokowi dengan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari politik, hukum, hingga ekonomi. 

Dari beberapa kategori itu, LSI merilis hasil survei cawapres ideal bagi Jokowi. Berikut cawapres hasil survei LSI dari kategori parlemen dan hukum:

Cawapres Jokowi agar kuat di parlemen (kategori partai politik):

1. Airlangga Hartarto (Ketum Golkar) 35,7 persen

2. Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) 21,5 persen

3. Romahurmuzy (Ketum PPP) 16,0 persen

4. Lainnya 22, 7 persen

5. Tidak tahu/tidak jawab 17,3 persen

Cawapres Jokowi agar kuat di hukum:

1. Kapolri Jenderal Tito Karnavian 32,6 persen

2. Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko 29,04 persen

3. Menko Polhukam Wiranto 25,7 persen

4. Lainnya 7,1persen

5. Tidak tahu/tidak jawab 5,6 persen.

Sri Mulyani dan Susi Bersaing 
LSI menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ideal untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Kriteria ini berdasarkan cawapres kategori profesional yang mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat.

"Cawapres ideal menurut publik untuk Pak Jokowi kategori tumbuhkan ekonomi. Posisi pertama adalah Sri Mulyani, dengan angka 32,5 persen. Kemudian disusul Susi Pudjiastuti, di angka 24,5 persen," kata  Adjie .

 Adjie mengatakan saat ini responden paling banyak memilih Sri Mulyani sebagai cawapres ideal kategori ekonomi.

"Jadi Sri Mulyani ini cawapres paling ideal di bidang ini," tutur Adjie.

Adjie juga menuturkan masyarakat memilih Sri dan Susi karena dianggap mampu dalam bidang ekonomi dan bisnis. "Sri Mulyani dan Susi dianggap kapabel soal ekonomi dan mereka dekat dengan pelaku bisnis," imbuh dia. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pansus R-APBD Desak Dinas PMPTSP Medan Tingkatkan Pelayanan dan PAD
Selamatkan Industri Pers dan Perbukuan Nasional
1 Bal Ganja Tak Bertuan Ditemukan di Lapas Klas IIB Tanjungbalai
Inas Hanura Tertawa Digugat Kader Gerindra Labuhanbatu Rp 45 Juta
Dukung Prabowo, PPP Muktamar Jakarta Siap Gerakkan Mesin Partai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU