Home  / 
Calon Wapres
PKS Ultimatum Prabowo
Rabu, 11 Juli 2018 | 09:38:31
Tifatul Sembiring
Jakarta (SIB) -Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menegaskan PKS akan mengusung Prabowo Subianto asalkan kader partai jadi cawapres. Tifatul menyebut syarat itu tak bisa ditawar-tawar lagi.

"Jadi, sesuai dengan kesepakatan awal dengan Gerindra, kita tetap masih mencalonkan Pak Prabowo so far berpasangan dengan cawapres dari PKS. Itu nggak bisa ditawar-tawar," ujar Tifatul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7).

Tifatul sekali lagi menyebut cawapres Prabowo harus dari PKS. Tifatul tak ingin PKS hanya jadi pelengkap pilpres.

"Cawapres harus dari PKS. Kami nggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini," tegas Tifatul.

Tifatul yakin Prabowo mau menggandeng kader PKS sebagai cawapres. Jika tidak, Tifatul memandang lebih baik mereka berpisah saja.

"Kalau mau kami mau disuruh dukung-dukung saja, mungkin nggak. Ini mungkin kita lebih baik jalan masing-masing. Tapi so far Pak Prabowo masih berkomitmen dengan PKS. Kalau dari PKS, yang sudah ditawar-tawar sembilan (nama) itu. Tapi yang menguat Pak Aher (Ahmad Heryawan)," ucapnya.

Singgung Ganti Presiden
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera berbicara tentang 2019 ganti presiden di Sosialisasi 4 Pilar MPR. Dia mengatakan sudah saatnya presiden dari kalangan umat.

"Jadi pemimpin tertinggi negeri ini adalah presiden dan 17 April 2019 kita akan memilih Presiden, siap? Dan sudah saatnya presiden dari kalangan umat yang sebenar-benarnya. Allahuakbar," kata Mardani di Masjid Agung Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Mardani, yang merupakan anggota Fraksi PKS MPR, menyampaikan itu di acara Sosialisasi 4 Pilar MPR dengan tema 'pemimpin yang kita cita-citakan sesuai amanat UUD 1945'. Mardani menggantikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid karena berhalangan hadir.

Mardani mengatakan akan ada banyak pertempuran pada masa menjelang pilpres. Adapun masa pendaftaran capres dan cawapres yang akan dilaksanakan pada 4-10 Agustus mendatang.

"17 April ini penting 2019 karena itu pencoblosan yang akan menentukan masa depan Indonesia, tetapi pencalonannya bulan depan. Tanggal 4-10 Agustus itu harus sudah ada pencalonan capres dan cawapres. Jadi tanggal 10 bulan depan sudah kudu ada daftar calon capres-cawapres," kata Mardani.

Ia menyebut kalangan ulama harus mulai bersatu menentukan pilihan calon pemimpin bangsa.

"Sebagian ulama ada yang beti, beti itu beda tipis. Kalau betot beda total. Saatnya sekarang harusnya umat Islam harus jelas, kita mau benar-benar dapat pemimpin yang warohmatun," kata Mardani.

"Salah satu jenis keberkahan ada di pemimpin yang bertakwa yang mencintai masyarakat. Siap 2019? 2019 ganti presiden," sambungnya.

Seusai acara, ia mengaku tak masalah menyinggung pilpres di acara Sosialisasi 4 Pilar. "Kan temanya pemimpin, toh tidak disebut nama," imbuhnya. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
Said Aqil: Pelaku Bom Bunuh Diri Buang Saja ke Laut
Kekurangan Penduduk, Kota di Jepang Kesulitan Cari Ninja
Gempa 5,5 SR di Padang, 1 Warga Tewas
Ada 1.000 Triliun Ton Berlian Tersembunyi di Bawah Bumi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU