Home  / 
Konsultasi Nasional HKBP 2018
Luhut Pandjaitan: HKBP Harus Bertransformasi
* Menjadi Lebih Transparan dan Profesional * Ephorus HKBP: Momen Merevitalisasi Pasca 100 Tahun Nommensen
Rabu, 11 Juli 2018 | 09:33:30
SIB/Victor Ambarita
TANDA TANGAN: Kemenko Maritim Luhut B Pandjaitan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ephorus HKBP Pdt DR Darwin Lumbantobing menandatangani prasasti Konsultasi Nasional HKBP 2018 di Sopo Marpingkir HKBP, Jakarta, Selasa (10/7).
Jakarta (SIB) -Menteri Koordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mewakili Presiden membuka  Konsultasi Nasional (Konas) HKBP 2018 yang diadakan di Sopo Marpingkir HKBP, Jakarta, Selasa (10/7).

Luhut dalam sambutannya mengajak para jemaat dan pimpinan gereja untuk menjadikan HKBP yang holistik, transformasional dan pelayanan.

Lebih jauh Luhut menjelaskan peran HKBP yang holistik terkait dengan spiritual, sosial dan intelektual. Dan transformasional berupa pembaruan hidup, pekerjaan dan pelayanan baik serta kesaksian hidup yang baik. Sedangkan pelayanan berupa pengetahuan kerohanian, jawaban atas tantangan zaman, pelayanan sekolah, rumah sakit, panti asuhan, kewirausahaan, sosial dan ketahanan ekonomi.

Gereja katanya harus dapat membaca tanda-tanda zaman untuk melihat kemajuan teknologi yang dapat mengubah mindset manusia. Sebab itu dalam program STT HKBP perlu diberikan fokus terhadap Industri 4.0. 

"HKBP harus mampu melakukan transformasi dalam berpikir dan bertindak, dengan menjadi lebih transparan dan profesional, serta melihat perkembangan teknologi yang pesat, dan melihat kebutuhan generasi milineal yang akan datang," simpul Luhut. 

Sementara Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing mengutarakan, konsultasi  dimaksudkan untuk mengevaluasi dan merevitalisasi semua program yang dilakukan HKBP selama ini, yaitu di bidang persekutuan, kesaksian dan pelayanan dengan titik tolak berpikirnya adalah situasi dan kondisi HKBP pasca 100 tahun IL Nommensen.

"Apa dan bagaimana pelayanan yang sudah dilaksanakan HKBP pada masa Nommensen dan pada masa 100 tahun pasca Nommensen, serta apa dan bagaimana upaya merevitalisasinya. Kemudian apa dan bagaimana antisipasi, prediksi, rancangan, dan arah pelayanan HKBP pasca 100 tahun Nommensen," ujar dia.

Sedangkan Ketua Umum Panitia Konas HKBP Pdt Midian KH Sirait MTh mengatakan, tantangan penting yang harus dihadapi HKBP saat ini adalah terkait isu perubahan sosial di tingkat internasional, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, degradasi kerukunan atau intoleransi, perubahan ekonomi dan politik. 

"Semua isu itu menjadi fokus perhatian HKBP yang sangat penting saat ini agar tetap dapat membentangkan sayapnya diantara tantangan tersebut," kata dia.

Midian menambahkan Konas HKBP 2018, yang dihadiri lebih dari 1000 perwakilan  jemaat HKBP dari seluruh Indonesia ini, mengambil tema "Revitalisasi Program Pelayanan HKBP, Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian HKBP untuk masa yang akan datang".

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam sambutannya, berharap Konas HKBP bisa memunculkan ide dan terobosan baru ditengah-tengah perubahan zaman.

"Saya berharap Konas ini dapat menelurkan keputusan yang berdampak positif bagi HKBP, Jakarta dan Bangsa Indonesia," tandas dia. 

Tak Bahas Pilpres 
Luhut Pandjaitan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak akrab saat hadir di acara tersebut. Mereka duduk satu meja di ruang coffee break dan berbincang akrab.

Seusai acara, Luhut sempat ditanya soal isi perbincangannya dengan Anies. Luhut menegaskan tak ada pembahasan soal Pilpres 2019 dengan Anies.

"Nggak ada (bicara) urusan pilpres. Saya bilang, Pak Anies, kita dulu kampanye sama-sama, sekarang beda kampanye, kan nggak apa-apa juga, teman juga," kata Luhut.

Luhut mengatakan Anies, yang dulu sempat masuk anggota tim sukses Jokowi, kini sudah berbeda posisi. Perbedaan itu, menurut Luhut, tidak perlu dijadikan persoalan. (J03/victor/detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU