Home  / 
21 Ekor Ikan Berbahaya Ditemukan di Medan
Minggu, 8 Juli 2018 | 09:56:10
SIB/Antara Sumut
Tim Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM
Medan (SIB)- Tim Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM Kantor Perwakilan Sumut, Jumat (6/7), berhasil mengamankan 21 ekor ikan berbahaya atau predator/invasif di berbagai lokasi.

"21 ekor ikan itu sudah diamankan dari pemiliknya dan masyarakat lain yang memiliki ikan berbahaya itu diimbau untuk menyerahkan ke posko yang sudah disediakan BKIPM Sumut," ujar Kepala Stasiun KIPM atau SKIPM Medan II, Edi Santoso di Medan, Jumat (6/7).

Dia menjelaskan, 21 ekor ikan yang berbahaya itu masing-masing 3 ekor Ikan Aligator dengan panjang 1 meter milik pengusaha restoran di Medan Belawan.
Kemudian 9 ekor Arapaima (panjang 1,5 meter) dan 9 ekor Ikan Aligator (panjang 1 meter) milik pengusaha kolam pancing di daerah Hamparan Perak Deliserdang.

Temuan ikan berbahaya itu ditemukan saat tim SKIPM Medan II, Balai KIPM Medan I dan SKIPM Tanjungbalai Asahan melakukan kunjungan ke berbagai lokasi untuk menyosialisasikan adanya posko penyerahan ikan secara sukarela atas ikan-ikan berbahaya itu.

"Tim akan terus berkeliling lagi melakukan sosialisasi termasuk kepada pemilik toko ikan hias agar tidak menjual 152 jenis ikan yang tercantum dalam Permen KP Nomor 14 tahun 2014," katanya.

BKIPM Sumut sendiri sudah membuat posko penyerahan ikan berbahaya itu dan memberi kesempatan menyerahkan secara sukarela sejak 1 hingga 31 Juli 2018.

"Semua langkah pengamanan ikan berbahaya itu mengikuti  arahan Kepala BKIPM-KKP terkait ajakan kepada masyarakat untuk tidak memelihara/membudidayakan, mengedarkan dan melepasliarkan  ikan-ikan yang dilarang," ujar Edi.

Apabila di atas tanggal 31 Juli ada temuan ikan berbahaya, maka akan dilakukan penyitaan dan memberikan sanksi pidana dan denda kepada pemiliknya.
Sanksi adalah ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

"Tim akan melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke lapangan, toko ikan hias, restoran yang memiliki pajangan akuarium, kolam pemancingan dan pembudidaya ikan dan para kolektor ikan-ikan predator," ujarnya. (Ant/h) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bawa Narkoba Dalam Mobil, Seorang Pria Ditangkap BNNK Siantar
Sat Narkoba Polres Sergai Ciduk Pelaku Sabu
Polsek Kota Kisaran Ringkus 2 Pelaku Curat
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU