Home  / 
Masa Tenang untuk Ambil Putusan
Senin, 25 Juni 2018 | 13:41:38
Usai sudah keriuhan masa kampanye yang melelahkan, penuh dengan perang urat syaraf. Sejak kemarin hingga Selasa 26 Juni 2018 merupakan masa tenang Pilkada. Ada sekitar 171 daerah yang menggelar Pilkada dan 17 di antaranya adalah provinsi, termasuk Sumatera Utara. 

Semua pihak diharap memaknai masa tenang dalam persepsi yang sama. Masa tenang adalah masa tenang. Baik kandidat, tim kampanye dan tim sukses saatnya beristirahat. Masa kampanye sudah memadai untuk menyampaikan visi misi, program dan ajakan memilih.

Segala jurus sudah dikerahkan untuk memengaruhi pemilih. Jadi, masa tenang merupakan masa bagi pemilih untuk merenung, berpikir  dan akhirnya memutuskan sesuai hati nurani. Seharusnya informasi yang diperoleh saat kampanye sudah cukup menjadi dasar menjatuhkan pilihan.

Jadi haram menjadikan masa tenang untuk mendekati pemilih dengan berbagai cara. Berkampanye saja sudah tak bisa, apalagi menawarkan sesuatu agar memilih kandidat tertentu. Sebab sudah rahasia umum, masa tenang sering dimanfaatkan melakukan 'operasi bawah tanah'  seperti serangan fajar.

Berdasarkan pengalaman Pilkada 2015 dan Pilkada 2017, maka memasuki masa tenang Pilkada 2018, Perludem telah mengingatkan beberapa hal. Masa tenang memiliki potensi kerawanan pelanggaran Pilkada, terutama dari tim pasangan calon, tim sukses, atau tim kampanye, termasuk simpatisan ataupun relawan. Mulai dari alat peraga kampanye yang masih terpasang melampaui tenggat yang ditentukan (H-1 pemilihan), pengerahan pemilih, politik uang hingga potensi terjadinya ancaman atau intimidasi kepada pemilih dalam menentukan pilihan di dalam pemilihan kepala daerah.

Untuk itu, semua kandidat bersama timnya diharapkan menjaga keteduhan masa tenang. Sebab banyak mata dan telinga, melihat serta mendengar. Kontestasi yang ketat, bisa membuat masing-masing tim saling intip. Sebab melanggar saat masa tenang akan menjadi domaim Bawaslu, yang bisa saja dilanjutkan ke ranah pidana.

Bawaslu dan jajarannya bersama KPU mesti kerja keras. Sebab memang masa tenang sering disalahgunakan. Sebaiknya secara proaktif memantau ke lapangan dan menindaklanjuti laporan pelanggaran yang masuk.

Masyarakat mesti membantu terselenggaranya Pilkada yang bersih dan jujur. Jika ditawari uang atau Sembako, segera foto atau videokan sebagai barang bukti. Lalu, laporkan ke Bawaslu dan KPU, agar pelakunya segera ditangkap, sehingga memberi efek jera yang mau bermain curang.

Kita berharap semua pihak menghormati aturan main yang telah disepakati. Masa tenang harus benar-benar tenang. Saat kampanye sudah usai, simpan energi agar pada 27 Juni 2018, bisa maksimal memantau proses pemilihan, hingga penghitungan suara. Ayo pemilih, gunakan hak suara dan pilih yang terbaik. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penumbangan Plang Organisasi Picu Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Percut Seituan
Anggaran Revitalisasi Pendopo dan Gudang di Lapangan Merdeka Ditolak Anggota Pansus DPRD Medan
Perbaikan FM IPA Sibolangit Ganggu Distribusi Air di 33 Kawasan
DPRD Dorong Pemko Medan Perpendek Birokrasi Pengurusan Izin
Politisi Gerindra Minta Pengaspalan Gang Harus Diikuti Jalan Utama
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU