Home  / 
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
Senin, 25 Juni 2018 | 12:24:05
Medan (SIB)- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu telah menetapkan 4 tersangka terkait kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang di perairan Danau Toba, Senin (18/6) lalu. Penetapan tersangka itu dilakukan penyidik setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk korban yang selamat dalam tragedi itu.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (24/6), Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan mengaku, penyidik telah menetapkan 4 tersangka terkait kasus itu. Namun, akunya, dia belum dapat menjelaskan secara rinci perihal penetapan tersangka itu.
"Ada empat orang yang dijadikan sebagai tersangka. Namun, saya belum dapat jelaskan sekarang, karena rencananya akan dipaparkan langsung oleh Bapak Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mapoldasu, Senin (25/6)," ujarnya.

Disebutkan, dalam penyelidikan terkait peristiwa kecelakaan transportasi perairan itu, tim penyidik sudah memintai keterangan dan memeriksa 10 saksi, termasuk korban yang selamat dari tragedi itu. "Saksi yang sudah diperiksa ada 10 orang, termasuk korban yang selamat," katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan SIB mengenai identitas dan dugaan tindak pidana yang dilakukan para tersangka, mantan Kapolres Nias Selatan (Nisel) itu mengaku belum dapat memberikan keterangan secara rinci. "Mohon untuk bersabar, karena besok akan dirilis secara resmi," tegasnya. 

Diwawancarai terpisah melalui telepon seluler, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat menyebutkan, selain masih terus berusaha melacak keberadaan korban yang belum ditemukan, hingga saat ini Poldasu dan Polres Samosir masih terus mendalami kasus itu. Hingga saat ini, akunya, sudah 24 korban ditemukan dan 3 di antaranya meninggal dunia.

 Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi seperti penumpang KM Sinar Bangun yang ditemukan dalam keadaan selamat, pihak Dinas Perhubungan, serta nahkoda dan ABK KM Sinar Bangun. Selanjutnya, penyidik berencana memintai keterangan dari pihak kapal feri, yang disebut-sebut melintas saat tenggelamnya KM Sinar Bangun namun tidak memberikan pertolongan.

"Mengenai jumlah penumpang KM Sinar Bangun saat itu belum dapat dipastikan. Saat ini, masih terus dilakukan pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan. Dalam penyelidikan kasus ini, polisi telah memeriksa nahkoda dan ABK kapal, pihak Dinas Perhubungan, serta penumpang yang selamat dalam peristiwa itu. Untuk pihak kapal feri yang disebut-sebut melintas saat itu, akan dimintai keterangan," jelasnya.

Diketahui, KM Sinar Bangun yang mengangkut sekira 192 penumpang itu tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun. Selain dugaan adanya kelalaian manusia (Human Error), cuaca ekstrim saat itu juga diduga menjadi penyebab terjadinya peristiwa itu. (A15/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
Pengedar Sabu Ditangkap Polisi dari Kamar Kos
Polda Sumut Tangkap Bandar Judi Online
Sergai Miliki 449 PAUD dengan 3.772 Murid
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU