Home  / 
KM Sinar Bangun Terdeteksi
* Pencarian Korban Diperluas Sampai 40 Km * Mensos: Semua Korban Dapat Bantuan
Senin, 25 Juni 2018 | 11:52:27
SIB/Bambang J Sitanggang
BERBAUR: Menteri Sosial Idrus Marham berbaur dengan para keluarga korban saat berkunjung ke Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Minggu (24/6).
Simalungun  (SIB)- Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) M Syaugi menyebutkan alat pemindai navigasi bawah laut (sound navigation and ranging/sonar) telah mendeteksi adanya objek dimungkinkan KM Sinar Bangun di kedalaman 490 meter di Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu sore.

"Masih akan dianalisa lebih lanjut, namun lokasi sudah diberi tanda," katanya di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (24/6).
Dia menyebutkan objek yang terdeteksi itu ada di dua titik berjarak dua kilometer dan 2,5 kilometer dari Pelabuhan Tigaras, arah barat daya.
Basarnas akan memastikan objek di dua titik tersebut sebelum melakukan langkah selanjutnya.

Dimungkinkan, menurut dia, objek tersebut memang sudah ada sejak lama atau memang KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6).
Dia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan sikap proaktif masyarakat setempat yang turut membantu pencarian.

"Ada sekitar 17 sampai 20 unit kapal," katanya.

Ia menambahkan bahwa pencarian KM Sinar Bangun dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan, setelah tujuh hari diperpanjang tiga hari ke depan dan jika batas waktu tersebut ditemukan petunjuk, bisa diperpanjang lagi. 

Sementara itu, dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Minggu, Dirut Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, Basarnas bersama "Mahakarya Geo Survey" Ikatan Alumni ITB mengerahkan peralatan untuk mencari KM Sinar Bangun.

Pada Minggu siang, tepatnya pukul 11.12 WIB, tim gabungan berhasil menemukan dan mengidentifikasi posisi kapal yang disaksikan langsung Menteri Sosial Idrus Marham.

Dari identifikasi yang dilakukan, diketahui posisi KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2,47 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur.

Sedangkan posisi kapal diperkirakan pada kedalaman 450 meter di bawah permukaan air.

Setelah penemuan koordinat dan posisi KM Sinar Bangun tersebut, selanjutnya diserahkan ke pihak berwenang di bawah kendali Basarnas untuk melakukan langkah-langkah strategis berikutnya.

Mengingat kondisi kedalaman yang mencapai 450 meter, Ikatan Alumni ITB mengusulkan untuk memobilisasi ROV ECA H1000 "semi work class" untuk membantu proses pengangkatan kapal.

Apalagi diperkirakan banyak korban masih terperangkap di dalam badan kapal yang melayani pelayaran dari Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun menuju Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir itu.

Dapat Bantuan
Sementara itu, Menteri Sosial RI Idrus Marham menyatakan, seluruh korban tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba akan mendapatkan bantuan. Seluruh daftar korban nantinya dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) kepala daerah yang bersangkutan. 

"Jadi nggak usah ada manifest (dokumen penumpang). Kita bantu semua. Kalau rakyat susah, apapun harus kita lakukan," kata Idrus di Pelabuhan Tigaras-Simalungun, Minggu (24/6).    

Menurutnya, bantuan bukan hanya untuk korban meninggal dunia, tetapi ikut yang selamat. Para korban selamat (18 orang) dinilai mengalami tekanan atau trauma psikologis, sehingga bantuan diharapkan dapat membangkitkan semangat. Besaran bantuan Rp 15 juta dan menurutnya, ada bantuan lain menyusul. 
"Presiden juga meminta kepada saya agar keluarga (korban) harus diurusi, jangan sampai mereka tidak makan. Hari ini juga, kami menyerahkan satu mobil untuk dapur umum, memastikan bahwa keluarga dari orang-orang yang ikut di kapal itu bisa diurusi dan harus bisa makan," ujarnya.  

Idrus Marham menyatakan, pemerintah berusaha secara maksimal untuk menemukan korban tragedi KM Sinar Bangun. 

"Sebagai bukti, setiap saat kita akan melakukan langkah-langkah dan adanya penambahan alat-alat yang diperlukan. Tadinya, alat hanya bisa menjangkau 400-500 meter, tetapi kedalamannya sangat dalam. Karena itu, Panglima, Kapolri, Basarnas sudah berusaha dan sudah mendatangkan peralatan yang bisa menjangkau 2 ribu meter. Itu artinya, usaha pemerintah betul-betul maksimal," ujarnya. 

TERTIBKAN KAPAL
Mensos juga mendatangi para keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun dan berdialog di posko Pelabuhan Tigaras. Sebanyak 3 perwakilan keluarga korban menyampaikan keluhan dan protes keras atas beroperasinya kapal yang melebihi kapasitas penumpang. Peristiwa tenggelamnya kapal di Danau Toba sudah berulang kali. 

"Bukan sekali dua kali. Tolong diperhatikan, jangan sampai terulang lagi. Menteri Perhubungan juga perlu koordinasi. Jangan hanya untuk kepentingan pemilik kapal, tetapi perhatikan kepentingan masyarakat. Saya mohon kepada bapak menteri, jangan terulang lagi," tutur Rosinta Sijabat sambil menangis. 

Rosinta mengutarakan, kakak kembarnya beserta keponakannya ikut dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun dan hingga kini belum ditemukan. Ia bersama 2 orang keluarga korban lainnya meminta perhatian pemerintah agar mengupayakan pencarian korban. 

Idrus Marham mengaku merinding mendengarkan penjelasan keluarga korban. Ia juga mengerti perasaan keluarga korban.  

"Kapal-kapal itu perlu ditertibkan. Kalau ada nanti yang tidak mau tertib, saya punya keyakinan, Presiden Jokowi akan mengambil tindakan tegas. Yang tidak mau diatur, dicabut izinnya. Kalau ada perusahaan-perusahaan yang tidak mau diatur, jangan beroperasi di sini. Komitmen kita, ini yang terakhir," tegasnya. 
"Tolong wartawan tulis, bahwa seluruh pemilik kapal yang tidak mengikuti aturan, jangan dibiarkan operasi di sini," sebut Mensos. 

Idrus Marham juga menyempatkan diri mengarungi perairan Danau Toba dengan naik kapal sea reader didampingi Bupati Simalungun JR Saragih, anggota DPR-RI Dr Capt Anton Sihombing dalam kesempatan tersebut mereka juga mengunjungi dapur umum. (D05/D04/D13/D06/Ant/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Seribuan Pekerja dan Buruh Perkebunan Deklarasi Dukung Jokowi-Ma ruf Amin
Pimpin Jubir Timses Prabowo, Dahnil Anzar Mundur dari PNS
Prabowo Disindir Tak Berprestasi, Gerindra Pamer Capaian Pencak Silat
Presiden Jokowi Direncanakan Hadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan
Foto "Habib" Sandiaga Editan, Aslinya Wajah Habib Bahar bin Smith
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU