Home  / 
Kapolri Bentuk Tim
Cari Bukti Penyebab Tragedi KM Sinar Bangun
* Panglima TNI Kerahkan Alat Pendeteksi Cari Bangkai Kapal * Area Pencarian Korban Diperluas
Jumat, 22 Juni 2018 | 11:07:03
SIB/Bambang J Sitanggang
PAPARAN: Plh Gubsu Sabrina bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mendengarkan paparan dari Kepala Kantor SAR Medan saat berkunjung ke Posko SAR di Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kamis (21/6).
Simalungun (SIB)- Polisi telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Tim itu akan mengumpulkan bukti-bukti penguat penyebab kapal tersebut tenggelam.

"Kita sudah bentuk tim dari Polda (Sumatera Utara), untuk dari Mabes Polri belum turun, kalau diperlukan baru turun. Kita akan kumpulkan bukti-bukti," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di seusai jenguk korban selamat KM Sinar Bangun di RS Rondahaim, Simalungun, Kamis (21/6).

Tito mengatakan, bukti-bukti itu akan dikumpulkan dari berbagai sumber. Bukti-bukti itu nantinya didapat dari KNKT, keterangan saksi-saksi hingga dokumen-dokumen kapal.

"Bukti itu dari tim KNKT karena yang tahu teknis, kenapa dia bisa terbalik. Kita juga kumpul bukti lain dari keterangan saksi, saksi ahli dari KNKT lalu dokumen-dokumen syahbandar, dokumen kapal, berapa kapal bisa muat berapa banyak, perizinannya dan seterusnya," ucap Tito.

Selain itu, polisi juga memanggil pengawas dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Simalungun. Sebab menurut Tito, pengawasan terhadap KM Sinar Bangun ada di pemerintah daerah.

"Dalam kasus ini kita melihat memang ada kewenangan pusat tapi pengawasan harus disediakan daerah tingkat satu dan tingkat dua yakni provinsi dan kabupaten," ungkapnya.

Sebelumnya, Jenderal Tito menegaskan polisi masih menyelidiki dugaan kelalaian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun. Nahkoda disebut berpotensi menjadi tersangka.

"Penyelidikan awal, kita lihat kapal ini ada kelalaian-kelalaian yang terjadi," kata Tito kepada wartawan setelah meninjau posko Tigaras, Simalungun.

Dugaan kelalaian yang terjadi di antaranya memaksakan kapal diisi penumpang lebih dari muatan kapasitas. KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6)--sebelumnya disebut Kemenhub--hanya punya kapasitas angkut 43 orang.

Dugaan kelalaian lain adalah tidak adanya manifes penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, ke Tigaras. Selain itu, KM Sinar Bangun tidak memenuhi standar keselamatan dengan ketersediaan life jacket.

TNI Akan KERAHKAN Alat Pendeteksi
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto menegaskan akan mengerahkan alat pendeteksi milik TNI AL guna mendeteksi keberadaan KM Sinar Bangun.

Hal tersebut diungkapkannya usai rapat koordinasi yang dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji di Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardemean Simalungun.

Sampai hari keempat, pencarian korban masih terus dilakukan di perairan Danau Toba berkedalaman 490 meter. Menurut Dan Lantamal 1 Belawan Ali Triswanto, 14 unit kapal sekitar 4 mil dari Pelabuhan Tigaras melakukan pencarian intensif. Pemantauan SIB di dermaga, deretan keluarga korban masih sabar menunggu meski Ridwan keluarga korban dari Deliserdang merasa bosan.

Lebih lanjut disampaikan panglima, apabila kapal tersebut karam melebihi kedalaman 50 meter, tidak bisa mengandalkan penyelam. Oleh karenanya, apabila posisi kapal sudah ditemukan lokasinya akan dipasang lighting di tengah danau untuk memberikan penerangan pada Tim SAR untuk mengambil korban.
Sedangkan untuk korban yang mungkin hanyut, panglima mengatakan akan didatangkan Helikopter dari Basarnas untuk menyisir di setiap sudut atau di sekitar pantai yang kemungkinan korban terbawa arus danau.

Sedangkan Kepala Kantor SAR Medan Budiawan memaparkan kronologi kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun sampai dengan upaya penyelamatan dan pencarian para korban.

Dijelaskannya, dalam membantu pencarian para korban pihaknya menurunkan 17 unit LCR, Sea Reader 3 unit, satu RB SAR 412, 7 truk personel, 5 unit Rescue Car, satu mobil Patwal, 18 unit ambulance, jet sky 3 unit dan kapal motor 10 unit. Dalam pencarian pihaknya membentuk empat tim. 

Usai memberikan keterangan pada wartawan, rombongan Panglima TNI bersama Plh Gubernur Sumatera Utara Sabrina dan Bupati Simalungun JR Saragih meninjau sampel kapal motor yang beroperasi di perairan Danau Toba lalu meninggalkan Pelabuhan Tigaras menuju RSUD Rondahaim Saragih Pematangraya Simalungun.

Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas masih terus berupaya mencari korban KM Sinar Bangun. Hingga sore, belum ada korban lain yang berhasil dievakuasi.

"Masih tetap angka 22 orang, 19 orang selamat, 3 orang meninggal dunia. Untuk korban yang dicari perkiraan sementara 184 orang," kata Kepala Kantor SAR Medan yang juga SAR Mission Coordinator Budiawan.

Budiawan menjelaskan, pada pencarian hari keempat ini Basarnas melaksanakan dua sistem pencarian. Pertama pencarian di permukaan air dengan melibatkan 18 perahu karet dan 150 personel. Pencarian dilakukan mulai dari Pelabuhan Tigaras ke arah timur laut, arah di mana 3 orang korban tewas ditemukan sebelumnya.

"Satu lagi diadakan penyelaman di titik diduga tenggelamnya KM Sinar Bangun," ucapnya.

Menurut Budiawan, hingga saat ini pihaknya masih berupaya keras menemukan bangkai kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam. Namun hingga kini, tim SAR gabungan belum mengetahui di mana lokasi pastinya.

"Belum ditemukan titik di mana kapal itu tenggelam. Belum ada. Karena selama ini koordinat kapal yang diberikan itu dari awal memang sudah dapat koordinatnya, tapi bukan di situ. Jadi upaya kita menanyakan kepada kapal yang saat menolong itu KM Sumut I yang sejak kejadian ada di lokasi dengan KM Sinar Bangun. Jadi kami menanyakan kira-kira di mana tenggelamnya kapal ini," jelasnya.

Ditambahkan Budiawan, cukup sulit untuk mengetahui di mana lokasi pasti tenggelamnya KM Sinar Bangun. Mereka masih menanti peralatan canggih yang dikirim dari TNI AL di Jakarta yang memiliki kemampuan mendeteksi di kedalaman hingga sekitar 600 meter.

"Koordinat yang diberikan kemarin, Lokasinya sekitar 490 meter kedalamannya. Dalam sekali. Memang Danau Toba luar biasa kedalamannya. Jadi harus menggunakan alat," jelasnya.

Area Pencarian Diperluas
Budiawan mengatakan, tim penyelam ikut dikerahkan dalam pencarian korban. Ada 10 perahu karet, tiga kapal Basarnas dan tiga kapal Polair yang menyisir area Danau Toba.

"Untuk pencarian kita lakukan ke arah timur laut selatan karena banyak korban ditemukan dari arah sana," kata Budiawan.

"Pencarian juga akan diperluas hingga radius 6 Km dari lokasi karamnya kapal. Tim akan menyelam di seputaran kawasan itu," sambungnya.

Pencarian di dalam air menurut Budiawan terkendala karena kedalaman air.

NahKoda Diamankan
Sementara itu, Nahkoda KM Sinar Bangun berinisial SS warga Tobasa diamankan di Mapolres Samosir. Kapolres Samosir AKBP Agus Darojad SIK mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

"Masih diperiksa. Belum-belum (penetapan status Nakhoda). Sampai saat ini masih sebagai saksi," kata Agus di Dermaga Tigaras Kabupaten Simalungun.
Sejauh ini, pihaknya masih mengamankan Nahkoda. Dia diamankan dari rumahnya di Tobasa, sedangkan anak buah kapal (ABK) dalam proses penyelidikan.
"Nanti kalau ada perkembangan, akan kita beri keterangan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, sejauh ini data korban kecelakaan KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba 206 orang.

"Sebanyak 19 orang selamat dan 3 orang meninggal dunia. Sedangkan dalam pencarian berdasarkan pengaduan masyarakat ke posko 184 orang," ujarnya.
Dia mengatakan, keabsahan jumlah korban yang mengadu ke posko akan terus diteliti. Apakah memang benar, orang yang dilaporkan ke posko merupakan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun.

"Yang melapor sampai saat ini 184 orang. Namun tetap kita selidiki ke rumah-rumah pelapor, apakah memang benar keluarganya merupakan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun," ujar Liberty.

10 ORANG DIPERIKSA
Polda Sumut tengah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang termasuk nahkoda kapal Sinar Bangun berinisial SS alias Poltak.

"Ya benar, hari ini sedang di periksa. Ada 10 orang yang diperiksa, termasuk nahkoda kapal berinisial SS," ucap Kabid Humas Poldasu Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi SIB.

Sedangkan dari pihak kepolisian sendiri yakni Iptu Natar Sibarani, Brigadir Foreman Silaen dan Suwandi Manurung.

Selain SS, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi korban yang selamat dalam tragedi kapal naas itu. Keempatnya yakni Rudi Rubowo, Suhendra, Hafni Tri Suci Boru Sinaga, Sandri Mardianto Sianturi. Dari pihak Dishub yakni Rihard Sitanggang dan Karnilan Sitanggang.

Namun lanjut Tatan, untuk saat ini pihaknya belum menetapkan SS maupun yang lainnya sebagai tersangka, sebab masih dalam pemeriksaan intensif.

Menurutnya, Poldasu bisa menaikkan statusnya dari terperiksa menjadi tersangka. 

"Tapi naik status tersangka atau belum sedang dalam proses lah," sebut Tatan.

Jadi Pelajaran Mahal
Terkait tidak adanya manifes penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba menjadi pelajaran mahal.

Budi Karya Sumadi mengungkapkan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kamis sore.

Dikatakan, prosedur keselamatan adalah satu keharusan dan keselamatan adalah yang utama.

Untuk itu, diminta kepada Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten memperbaiki tata laksana dari proses pemberian izin kapal. KIR itu harus dilakukan 6 bulan sekali.

"Selanjutnya akan kita tingkatkan pendidikan terhadap Nahkoda, karena Nahkoda adalah satu pimpinan dalam perjalanan sehingga Nahkoda harus tahu persis apa yang harus dilaksanakan," kata Menhub.

Selain itu, tata laksana pelabuhan, proses pendaftaran, pembuatan manifes penumpang tidak melebihi batas itu menjadi keharusan dan juga surat izin berlayar harus ada setiap berlayar, tambahnya.

Selain itu, life jacket harus menjadi keharusan. Oleh karenanya pihaknya berencana membagikan 5.000 life jacket kepada pengusaha kapal motor untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat.

"Terkait insiden ini, saya sampaikan prihatin dan turut berduka cita. Selanjutnya saya juga sampaikan terima kasih kepada stakeholder dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian para korban. Terkait tidak adanya manifes, kami akan membuat surat edaran yang dikeluarkan Dirjen Darat berkaitan tentang tata laksana dan keharusan. Sebenarnya secara umum tata laksana itu sudah ada tetapi kita akan terus tekankan, sosialisasikan agar mereka ini paham dan mengerti dan dilakukan dengan konsisten," ujarnya.

Pencarian Korban Dimaksimalkan
Budi Karya Sumadi mengatakan, pencarian korban tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba akan ditingkatkan. 

"Pencarian ini akan kita maksimalkan, agar apa yang bisa kita peroleh itu, lebih banyak," ujar Budi di RSUD Rondahaim Pamatangraya Kabupaten Simalungun.
Ia bersama Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Masekal TNI Hadi, Direksi PT Jasaraharja (Persero) Budi Raharjo Slamet, Dirjen Perhubungan Darat Budi Satiyadi, mengunjungi seorang korban yang selamat atas peristiwa tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di RSUD Rondahaim. 

Korban selamat tersebut, Juita Saragih (29) warga Dolok Merangir Serbelawan Kabupaten Simalungun. 

Direksi PT Jasaraharja Budi Raharjo mengutarakan, para korban kapal KM Sinar Bangun akan mendapatkan santuan Jasaraharja. Bagi korban meninggal dunia mendapatkan Rp 50 juta, sedangkan yang mengalami luka-luka maksimal Rp 20 juta. 

"Nanti kita lihat perkembangannya, setelah semuanya clear dan sudah jelas ahli waris dan identitas korban. Kalau yang meninggal dunia Rp 50 juta, luka-luka maksimum Rp 20 juta," urainya. 

4 KAPAL RORO UNTUK DANAU TOBA
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menargetkan, pada tahun 2019 akan dapat diturunkan 4 unit kapal berukuran besar untuk beroperasi di Danau Toba.

"Semuanya masing-masing 300 GT. Jadi besar, kapal Ro-Ro," ungkapnya kepada SIB setelah mengunjungi korban selamat. 

Menurutnya, kapal tersebut sudah ada yang hampir selesai (90 persen). Bulan Oktober (10) nanti diyakini sudah rampung. 

SEORANG KORBAN DIIDENTIFIKASI
Satu lagi jenazah korban kapal KM Sinar Bangun berhasil diidentifikasi di RSUD Rondahaim Pamatangraya, Kamis (21/6). 

Korban atas nama Indah Juita Saragih (22) warga Nagori Manik Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik-Simalungun telah diserahkan oleh Pemkab Simalungun kepada pihak keluarga korban. 

"Harapan kita, bisa segera disemayamkan. Pemkab Simalungun juga dalam keadaan berduka," ujar Bupati Simalungun JR Saragih. (detikcom/D05/A20/D04/D14/h)





MEMAPARKAN: Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberti Panjaitan memaparkan jumlah korban tenggelamnya KM Sinar Bangun dihadapan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Dermaga Tigaras Kabupaten Simalungun, Kamis (21/6). (Foto SIB/Mey Hendika Girsang)


MENHUB: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika memberikan keterangan kepada para wartawan saat berkunjung ke Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kamis (21/6) sore. (Foto SIB/Revado Marpaung)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
Pengedar Sabu Ditangkap Polisi dari Kamar Kos
Polda Sumut Tangkap Bandar Judi Online
Sergai Miliki 449 PAUD dengan 3.772 Murid
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU