Home  / 
Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada Sumut Dibentuk, PDI Perjuangan Siap Menghadang Kecurangan
* Trimedya: Pastikan Pemilih Djoss Sudah Mendapat Formulir C6
Rabu, 20 Juni 2018 | 11:28:08
SIB/Horas Pasaribu
POSKO PENGADUAN: Kordinator Tim Pemenangan Djoss yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH membentuk Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada Sumut 2018, Selasa (19/6) di rumah pemenangan Djoss Jalan Hayam Wuruk Medan. Turut mendampingi, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Alamsyah Hamdani, Tim Hukum DPD PDIP Sumut: Panca Sarjana Putra, Nurdin Sipayung dan Taufik Siregar.
Medan (SIB) -PDI Perjuangan  membentuk posko pengaduan kecurangan Pilkada Sumut 2018, yang di dalamnya ada Satgas Money Politics, Selasa (19/6) di rumah relawan Djoss Jalan Hayam Wuruk, Medan. Pembentukan dilaksanakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum dan HAM yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH. Pembentukan dihadiri Komisi Hukum dan HAM tiap kabupaten/kota di Sumut, mereka diperintahkan membentuk posko pengaduan dengan bekerjasama dengan Polres, Polsek dan Babin Kamtibmas di daerah masing-masing.

Menurut Trimedya Panjaitan, Pilkada di Sumut rawan kecurangan, PDI Perjuangan siap menghadang setiap kecurangan yang ada. Apalagi berdasarkan hasil survey sementara lembaga survey, posisi kekuatan kedua paslon berimbang dan berpotensi ada kecurangan yang nantinya bisa berujung kepada gugatan.  Ada lembaga survey mengatakan bahwa Djoss unggul satu persen, sedangkan lembaga lain bilang  paslon Djoss belum unggul.

"Kemenangan kita sudah di depan mata, tapi kemenangan itu tipis, sehingga sangat rawat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Kecuali kalau kita unggul 2 persen, maka tipis adanya melakukan gugatan dari pihak lawan. Untuk mengantisipasi kecurangan,  dan  Djoss tidak dicurangi, PDIP membentuk posko pengaduan kecurangan. Kader PDIP harus menyebar, memantau di lapangan, kalau ada kecurangan supaya segera melaporkan ke posko," kata Trimedya.

Selama ini, kata Trimedya, kubu Djoss yang kerap dilaporkan atas tuduhan melakukan kecurangan, padahal kenyataannya justru Djoss yang banyak dicurangi. Untuk itu, pra (sebelum) Pilkada sampai sesudah Pilkada, kader dan para saksi harus bekerja keras. Para saksi 2 orang per TPS tidak boleh lengah dan jangan pernah meninggalkan TPS sampai penghitungan suara selesai. Kemudiana mengawal suara dari TPS, sampai ke KPU.

"Jika kecurangan bisa kita atasi, maka kita berpotensi menang di atas 2 persen. Kita melakukan ini agar Pilkada, khususnya Pilgubsu berlangsung jujur dan adil (jurdil). Kita juga membantah pihak Djoss membuat paket-paket zakat  dan pengumpulan KTP. Agar masyarakat tahu keberadaan kita, spanduk  bertuliskan Posko Pengaduan Kecurangan, agar masyarakat ikut melaporkan setiap pelanggaran dan kecurangan Pilkada," terangnya.

Potensi kecurangan Pilkada kata Trimedya adalah money politic (politik uang), kemudian potensi kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu seperti PPS, permainan di C6, serangan fajar, intimidasi dan kecurangan saat pencoblosan. Dari laporan yang ada, kata Trimedya, ada dugaan C6 diperjualbelikan dan ada kawasan tertentu masyarakat belum mendapat C6. "Para kader harus memantau di lapangan, jangan sampai ada pemilih Djoss yang tidak dapat C6, segera laporkan ke PAC, kemudian pastikan pendukung Djoss sampai mendapatkan C6 tersebut," tegasnya.

Kecurangan-kecurangan tersebut lanjut Trimedya, terinformasi dari ada di Medan, Deliserdang dan Asahan. Terutama adanya intimidasi terhadap warga etnis Tionghoa, para kader harus turun menjadi pendamping. Mereka harus diyakinkan keamanan dijamin, karena ada pihak Kepolisian yang menjamin keamanan mereka. "Permainan di TPS juga harus dipantau secara cermat, apakah ada anak-anak yang mencoblos, perhatikan daftar pemilih, jangan sampai ada yang sudah meninggal tapi ada yang menggantikan," imbaunya. Turut hadir pada pembentukan posko tersebut, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Alamsyah Hamdani, Tim Hukum DPD PDIP Sumut: Panca Sarjana Putra, Nurdin Sipayung dan Taufik Siregar.(A10/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU