Home  / 
Diwajibkan Membawa e-KTP, Berpotensi Mengurangi Minat Pemilih Datang ke TPS
Rabu, 13 Juni 2018 | 10:20:29
Pangkalansusu (SIB)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mewajibkan pemilih membawa e-KTP ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) berpotensi mengurangi minat masyarakat datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada, Rabu 27 Juni.

Kewajiban tersebut sebagaimana tercantum dalam pasal 7 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2018.

"Meski PPK, PPS dan KPPS telah diberi pemahaman dan sosialisasi melalui bintek terkait aturan dan sosialisasi pemungutan suara yang mewajibkan setiap peserta pemilih membawa e-KTP ke TPS, tapi itu tidak menjamin bahwa aturan itu telah tersosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat pemilih," ujar mantan Ketua PAC PPP Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Mustafa Kamal kepada SIB, Selasa (12/6).

Dikatakan, yang berhak memilih di TPS di antaranya, pertama, pemilih yang terdaftar dalam DPT yang membawa e-KTP. Kedua, pemilih yang terdaftar sebagai pindah memilih, menggunakan formulir A.5-KWK (DPPh) dan membawa e-KTP. Terakhir pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPPh, namun memiliki e-KTP (DPTb).

Potensi mengurangi minat dimaksud, kata Mustafa, pada hari H pemungutan suara ketika pemilih datang ke TPS hanya membawa surat undangan untuk menggunakan hak pilihnya, tapi ia lupa membawa e-KTP, lalu kemudian pihak penyelenggara pemungutan suara meminta pemilih untuk kembali pulang mengambil e-KTP miliknya, pada saat itulah sipemilih tersebut dikuatirkan tidak akan kembali lagi ke TPS.

"Jika itu yang terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan akan ada puluhan warga yang tidak berkenan datang kembali lagi ke TPS pada Pilkada 27 Juni mendatang, untuk menggunakan hak pilihnya," ucap Mustafa.

Padahal, katanya, petugas PPS di tingkat desa dan kelurahan sudah melakukan pendataan (coklit) kepada setiap warga yang berhak menggunakan hak pilihnya, tetapi kenapa kemudian pemilih diwajibkan membawa e-KTP ke TPS, ujarnya dengan nada tanya.

"Apakah pendataan yang dilakukan PPS tidak akurat sehingga kemudian diminta pemilih untuk membawa e-KTP ke TPS, atau mungkin sosialisasi yang tidak berjalan maksimal," ujar Mustafa, seraya berharap agar pihak KPU dapat memberikan solusi, sehingga pemilih yang tidak membawa e-KTP ke TPS tidak menjadi penghalang baginya untuk menggunakan hak pilihnya. (A28/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pulang dari Turki, Anwar Ibrahim Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun
Larangan Mengemudi Bagi Perempuan Saudi Resmi Dicabut
Pemerintah AS Segera Bentuk Satuan Tugas Reuni Keluarga Migran
Macron Dukung Sanksi Bagi Negara Uni Eropa Penolak Imigran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU