Home  / 
Pertemuan Bersejarah
Trump-Jong Un Teken Kesepakatan
* Korut Siap Denuklirisasi, AS akan Tarik Pasukan dari Korsel * Presiden Korsel tak Bisa Tidur
Rabu, 13 Juni 2018 | 10:04:24
SIB/AP
KESEPAKATAN: Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen kesepakatan yang ditandatanganinya bersama pemimpin Korut Kim Jong Un, yang menjadi jalan bagi Korut untuk memulai denuklirisasi dengan segera dalam pertemuan bersejarah di resor Capella, Pulau Sentosa, Selasa (12/6).
Singapura (SIB)- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un membuat sejarah. Keduanya menjadi pemimpin AS dan Korut pertama yang mengadakan pertemuan dan berjabatan tangan, serta melakukan negosiasi untuk menghentikan perseteruan nuklir yang telah berlangsung puluhan tahun. Jabatan tangan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong Un dilakukan di Singapura, Selasa (12/6).

Setelah keduanya menggelar pertemuan dan makan siang, Trump dan Kim Jong Un menandatangani dokumen. Trump menyebutnya sebagai 'dokumen sangat penting'. Dokumen bersejarah ini menjadi jalan bagi Korut untuk memulai denuklirisasi dengan segera.

 Agenda penandatanganan tidak dijadwalkan sebelumnya dalam pertemuan bersejarah antara kepala negara AS dan Korut ini. Trump baru mengumumkan sesi penandatanganan saat berjalan bersama Kim Jong Un menyusuri taman di Hotel Capella usai makan siang. "Kami menandatangani dokumen yang sangat penting, dokumen yang cukup komprehensif," ucap Trump kepada wartawan saat sesi penandatanganan. 

Trump kemudian memperlihatkan isi perjanjian tersebut. "Presiden Trump dan Pemimpin Kim Jong Un melakukan pertukaran pandangan yang komprehensif, mendalam dan tulus terkait isu-isu tentang pembentukan relasi yang baru antara AS dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dan pembentukan rezim perdamaian yang abadi dan kuat di Semenanjung Korea," demikian tertulis dalam perjanjian tersebut.

"Presiden Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada DPRK. Dan, Pemimpin Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan kukuh melaksanakan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea."

Ada 4 poin perjanjian yang ditandangani Kim Jong-Un dan Donald Trump: 
1.AS dan Korea Utara berkomitmen untuk membangun hubungan AS-DPRK yang baru, yang selaras dengan keinginan masyarakat kedua negara demi perdamaian dan kesejahteraan

2.Kedua negara akan berusaha bersama-sama untuk membangun rezim yang lestari, stabil, dan damai di Semenanjung Korea.

3.Mengafirmasi kembali Deklarasi Panmunjom 27 April 2018, di mana Korea Utara berkomitmen berupaya menuju denuklirisasi secara menyeluruh di Semenanjung Korea"

4.AS dan Korea Utara berkomitmen untuk memberikan pemulihan terhadap tawanan perang yang tersisa, termasuk penyegeraan repatriasi bagi mereka yang telah teridentifikasi. 

Dalam pernyataan di forum yang sama, Kim Jong Un menyatakan terima kasih kepada Trump untuk mewujudkan pertemuan bersejarah ini. "Kita baru saja melakukan pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk melupakan masa lalu dan kita akan menandatangani dokumen bersejarah," ucap Kim Jong Un melalui seorang penerjemah. "Dunia akan melihat perubahan besar," imbuhnya.

Trump menyatakan dirinya 'mempercayai' Kim Jong Un  dan yakin pemimpin Korut itu akan menepati poin-poin dalam pernyataan bersama yang telah mereka tanda tangani. Lebih lanjut Trump menyebut dirinya telah membangun 'ikatan sangat spesial' dengan Kim Jong Un. Trump menyebut keduanya akan bertemu lagi dan menyatakan akan mengundang Kim Jong Un ke Gedung Putih. "Menjadi sebuah kehormatan untuk bisa bersama Anda," ujar Trump ke Kim Jong Un. 

"Orang-orang akan sangat terkesan dan orang-orang akan sangat senang dan kita akan mengatasi persoalan yang sangat berbahaya bagi dunia," ucap Trump.
Ditambahkan Trump bahwa dirinya dan Kim Jong Un akan bertemu kembali. Namun dia tidak menyebut kapan waktunya. Saat ditanya wartawan apakah dirinya akan mengundang Kim Jong Un ke Gedung Putih, Trump menjawab: "Tentu saja, saya akan mengundangnya."

Bicara soal proses denuklirisasi Korut, Trump menyebut akan dimulai 'sangat, sangat segera'. "Kita memulai prosesnya sangat segera, sangat, sangat segera. Tentu saja," jawab Trump saat ditanya apakah Kim Jong Un sepakat untuk melakukan denuklirisasi.

TARIK PASUKAN
Terkait latihan militer AS dan Korsel yang selama ini dianggap Korut sebagai tindakan "sangat provokatif," Trump mengatakan akan menghentikan latihan perang tersebut. AS dan sekutunya, Korsel selama ini rutin melakukan latihan militer yang mengundang kemarahan Korut. Pemerintah Korut menganggap latihan-latihan militer AS-Korsel itu sebagai persiapan untuk menginvasi negara komunis itu.

Trump mengatakan akan menghentikan latihan militer yang mahal itu guna memfasilitasi negosiasi denuklirisasi dengan Korut. "Latihan perang tersebut sangat mahal, kami yang membayar sebagian besar untuk itu," ujar Trump saat konferensi pers.

"Dalam situasi itu, kita bernegosiasi. Saya rasa tidak tepat untuk melakukan latihan-latihan perang," imbuhnya. Trump juga mengatakan, dirinya berharap pada akhirnya nanti, pasukan AS akan ditarik pulang dari Korsel. Namun dikatakannya, hal itu tidak untuk dibahas saat ini. "Saya ingin mengeluarkan tentara-tentara kami. Saya ingin membawa pulang tentara-tentara kami," ujar Trump.

Sebelumnya dalam serangkaian cuitannya di Twitter, Trump mengindikasikan bahwa persiapan pertemuan keduanya berlangsung baik dan cepat. "Kita semua akan segera mengetahui apakah kesepakatan ril bisa terjadi atau tidak, tak seperti yang sebelum-sebelumnya," demikian cuitan Trump. Sejumlah pihak telah mengingatkan untuk tidak terlalu banyak berharap pada pertemuan ini. Banyak yang menduga pertemuan ini semata akan lebih sebagai drama, bukannya membahas detail isu-isu. 

Pertemuan luar biasa antara keduanya, yang beberapa bulan lalu tak pernah terbayangkan akan terjadi, berlangsung setelah kedua negara berada di ambang konflik tahun lalu seiring hinaan dan ancaman perang yang saling dilontarkan Trump dan Kim Jong Un, juga beberapa kali uji coba nuklir dan rudal yang dilakukan Korut.

Pertemuan bersejarah antara keduanya mungkin bisa dibandingkan saat Presiden AS Richard Nixon berkunjung ke China pada tahun 1972, atau saat pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1986.

Trump dan Kim Jong Un muncul di depan media yang telah lama menunggu. Trump dan Kim Jong Un kemudian saling berjabat tangan dan tersenyum ke arah media. Pertemuan digelar di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura. Keduanya berdiri bersisian selama beberapa menit, memberikan kesempatan pada media untuk mengambil gambar mereka. 

Baik Trump maupun Kim Jong Un sama-sama menyatakan optimisme terhadap pertemuan bersejarah ini. 

"Menjadi kehormatan bagi saya dan kami akan menjalin hubungan yang hebat nantinya. Saya tidak punya keraguan," imbuh Trump. Sedangkan Kim Jong Un menyatakan jalan menuju pertemuan bersejarah ini tidaklah mudah dan diwarnai sejumlah 'hambatan'.

"Tidak mudah untuk berada di sini. Ada hambatan tapi kami mengatasi semuanya dan kami ada di sini hari ini," ujar Kim Jong Un dalam bahasa Korea yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah.

Saat duduk bersebelahan dengan Trump, Kim Jong Un terus menebar senyum. Sementara raut wajah Trump terlihat serius. Dalam ruangan itu, keduanya menggelar pertemuan one-on-one, yang hanya didampingi penerjemah masing-masing.

Keduanya berjalan ke salah satu balkon hotel dan melambaikan tangan ke arah media sambil tersenyum. Kepada wartawan yang menunggu di luar, Trump sempat menyebut pertemuan tatap muka berlangsung 'sangat, sangat baik'. "Hubungan luar biasa," ucap Trump.

Sementara Kim Jong Un mengatakan, banyak orang di dunia tidak akan mempercayai pertemuan bersejarah sedang terjadi di Singapura. "Saya pikir seluruh dunia menyaksikan momen ini. Banyak orang di dunia akan berpikir (pertemuan) ini sebagai adegan dari sebuah fantasi, dari sebuah film fiksi ilmiah," ucap Kim Jong Un.

Pertemuan tatap muka keduanya berlangsung lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, yakni selama 45 menit. Usai menyapa wartawan, Trump dan Kim Jong Un kembali masuk ke ruang pertemuan dengan didampingi pejabat AS dan Korut.

Trump didampingi Menlu Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, serta seorang penerjemah. "Kita akan sukses," ucap Trump kepada Kim Jong Un yang duduk di hadapannya. "Dan saya berharap untuk mengupayakannya (sukses-red) dengan Anda. Ini akan diselesaikan," imbuhnya. "Bekerja bersama-sama, kita akan mengatasinya. Kita akan menyelesaikannya," ujar Trump lagi. "Akan menyelesaikan persoalan besar, dilema besar," sebutnya.

Sementara Kim Jong Un didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Pusat Partai Pekerja Korea Kim Yong-Chol, kemudian Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-Ho dan Wakil Ketua Komisi Pusat Partai Pekerja Korea lainnya, Ri Su-Yong. Kim Yo-Jong, adik perempuan Kim Jong Un yang mendampingi kakaknya ke Singapura, tidak ikut hadir.

Saat pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong Un berlangsung, kapal Angkatan Laut Singapura juga helikopter Apache milik Angkatan Udara Singapura, serta sejumlah jet tempur dan pesawat Gulfstream 550 Airborne Early Warning mengudara di  atas Hotel Capella, lokasi pertemuan. 

TINGGALKAN SINGAPURA
Setelah menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un, rombongan Trump langsung meninggalkan lokasi pertemuan menuju Hotel Shangri-La. Tak lama, Trump bersama delegasinya keluar dari hotel menuju Pangkalan Udara Militer Paya Lebar, Singapura. Sekitar 18.32 waktu lokal, pesawat Air Force One terlihat lepas landas.

Sementara Kim Jong Un, adik perempuannya, Kim Yo-jong, dan delegasi baru akan pulang ke Korea Utara antara pukul 21.00 waktu setempat. Dua maskapai komersil Air China dari Beijing dilaporkan tengah berada dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Changi untuk menjemput Kim Jong-un dan rombongannya.

TIDAK BISA TIDUR
Di tempat terpisah, Presiden Korsel, Moon, mengaku sempat tidak bisa tidur sebelum pertemuan bersejarah di Singapura itu digelar.

Moon dan anggota kabinet pemerintahannya menunda rapat kabinet selama lebih dari 10 menit untuk menyaksikan momen bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un yang berlangsung di Singapura via layar televisi. Dalam momen itu, Moon mengungkapkan harapannya agar pertemuan ini sukses sehingga bisa membuka era baru bagi Semenanjung Korea yang bebas nuklir dan penuh perdamaian.

"Pertemuan puncak Korea Utara-AS telah dimulai," ucap Moon kepada jajaran kabinet di kantor kepresidenannya Cheong Wa Dae, Seoul. "Saya yakin perhatian seluruh rakyat kita saat ini pasti tertuju ke Singapura," imbuhnya usai menyaksikan siaran langsung pertemuan Trump dan Kim Jong Un Jong-Un.
Moon selama ini dipandang banyak pihak sebagai 'arsitek' dalam terobosan diplomasi dengan Korut. Sebelum terpilih menjadi Presiden Korsel tahun 2016, Moon telah sejak lama memperjuangkan hubungan damai dengan Korut.

"Saya juga menghabiskan malam kurang tidur. Saya, bersama seluruh rakyat, dengan tulus mengharapkan itu akan menjadi pertemuan puncak yang sukses yang akan membuka era baru dari denuklirisasi sepenuhnya, perdamaian dan hubungan baru antara Korea Selatan, Korea Utara dan Amerika Serikat," ucap Moon seperti dikutip laporan pool Cheong Wa Dae.

Moon sendiri menyebut kesuksesan pertemuan Trump dan Kim Jong Un hanya akan menjadi awal dari 'proses panjang' untuk mewujudkan denuklirisasi sepenuhnya bagi Korut dan membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

"Hubungan permusuhan yang sangat mengakar dan isu nuklir Korea Utara tidak akan bisa diselesaikan dalam satu aksi tunggal dalam pertemuan antara pemimpin. Bahkan setelah kedua pemimpin berdialog, kita butuh proses panjang yang mungkin akan berlangsung setahun, dua tahun atau bahkan lebih lama untuk sepenuhnya menyelesaikan isu-isu," tegasnya. (Detikcom/kps/liputan6/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU