Home  / 
Kapolri:
Tembak Pembegal Pemudik
* Antisipasi Teror, Polri Siapkan Pengamanan Khusus Lebaran
Selasa, 12 Juni 2018 | 10:11:41
SIB/Ant/Asep Fathulrahman
TINJAU ARUS MUDIK: Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) didampingi Kapolda Banten Brigjen Sigit Prabowo (kiri) serta rombongan Menko PMK Puan Maharani (tengah) disambut Ketua Tim Pengamanan Pelabuhan Merak AKBP Gunawan (kanan) saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (11/6).
Merak (SIB)- Karakteristik pemudik yang naik sepeda motor yang berangkat malam hari dari Pelabuhan Merak jadi perhatian khusus Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Mereka menyeberang dari Merak dan berharap datang ke pulau Sumatera pada pagi hari untuk menghindari ancaman dari begal saat melintas di Lampung.

Untuk melindungi para pemudik, Tito sendiri sudah memberikan perintah ke Kapolda Lampung dan Kapolda Sumatera Selatan agar ada operasi khusus pemberantasan begal. Jika perlu, ia menegaskan harus ada tindakan tegas termasuk tembak mati bagi begal yang ancam keselamatan pemudik.
"Saya sudah perintahkan nanti ketangkap tembak-tembakin saja mati, saya bilang gitu. Sudah saya perintahkan. Ini ada beberapa yang sudah tertangkap tertembak mati," kata Tito di Merak, Cilegon, Banten, Senin (11/6).

Operasi pemberantasan begal khususnya di jalur Lampung sampai Sumatera Selatan sendiri sudah dilakukan sejak 2 bulan. Untuk daerah rawan begal, kepolisian di dua daerah tersebut diperintahkan untuk menjaga arus perjalanan pemudik.

"Di jalan yang dianggap rawan begal, ini kita akan jaga. Nanti kita akan ke Polda Lampung, Kapoldanya akan kita tagih lagi. Kapolda Sumselnya sudah kita telepon," ujarnya.

Selain begal, Tito minta aksi pelemparan bus mudik dari Bakauheni ke Mesuji diproses hukum. Ada aksi pelemparan bus menurutnya yang mengakibatkan korban dan jadi viral. Ada dua kasus yang melibatkan anak di bawah umur yang awalnya hanya iseng. Dua orang menurutnya sudah ditangkap.

"Anak kecil umur 13-14 tahun, (pelakunya) banyak 5 orang. Dua orang ditangkap. Kita sampaikan tetap proses hukum meskipun iseng tapi membahayakan. Proses hukum pakai perundang-undangan anak," tegasnya.

Siapkan Skenario Terburuk
Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak masih belum terjadi hingga H-4 Lebaran. Kapolri menyiapkan skenario terburuk menghadapi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

Skenario terburuk disiapkan agar kepadatan yang terjadi seperti tahun lalu tidak terjadi pada arus mudik tahun ini. Tito mengatakan, tahun lalu kemacetan terjadi di Cikuasa atas hingga ke dalam tol Merak.

"Nah ini kita berpikir mau tidak mau worst skenario jadi itu berpikir yang terburuk bahwa memang puncak arus mudik ini ke arah Merak belum terjadi," katanya dalam rapat koordinasi di Terminal Terpadu Merak.

Kalolri mengungkapkan, ada tiga titik permasalahan yang biasa terjadi pada arus mudik di Pelabuhan Merak, di antaranya permasalahan di pemberangkatan, antrean masuk menuju pelabuhan, dan kemacetan di tol Tangerang-Merak.

"Tahun lalu problemnya semua tiga-tiganya sampai titik tol sehingga tiga-tiganya ini memang semua harus punya rencana kontijensi," ujarnya.

Kapolri meminta semua pihak bersiap mengatur arus lalu lintas untuk memecah kepadatan di tiga titik tersebut. Karena menurut Kapolri, permasalahan di tiga titik itu selalu terjadi saat puncak arus mudik.

"Kemudian yag terakhir di titik yang diperkirakan akan masuk, semua kesiapan kita, (mulai dari) kesehatan, ambulan, BBM, toilet dan juga anggota yang jaga ini juga harus kita siapkan," paparnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti soal penggunaan kapal Landing Craft Tank (LCT) sebagai kapal roro. Ia menegaskan pihak yang menggunakan kapal ini untuk angkutan penumpang agar melengkapi semua persyaratan keselamatan.

"Saya khusus bicara menganai kapal LCT bisa menjadi roro. Tahun lalu saya sampaikan, tahun sekarang terjadi (lagi)," kata Budi Karya.

Pertama, ia meminta agar pihak yang mengoperasikan LCT harus menggunakan twin engine. Kedua, harus memiliki dua pintu rampa dan alas ganda. Karena jika kurang, maka kapal tidak stabil saat melakukan perjalanan. Selain itu, ruang akomodasi juga harus tersedia bersama life jacket, prosedur darurat dan ketersediaan personel yang kompeten.

"Ini untuk KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) dan Pak Kapolda bisa menjadi catatan," katanya.

Di samping itu, jarak pandang juga juga tidak boleh terhalang oleh pintu rampa. Juga penghitungan kontstruksi harus disesuaikan sedemikan rupa seperti kapal penumpang.

"Ada beberapa yang mengoperasikan yang sebetulnya bukan kapal roro," katanya.

Ia menegaskan, karena jika persyaratan ini tak tepenuhi, maka keselamatan penumpang bisa terancam. Ia meminta semua pihak memperhatikan hal ini dan bisa menghubungi PT BKI yang mengetahui klasifikasi dari LCT menjadi kapal roro.

Aman Lancar
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Menko PMK Puan Maharani melakukan pemantauan udara jalur mudik ke arah Pelabuhan Merak. Kapolri mengatakan, sampai kemarin atau H-4 jalur tersebut masih aman dan lancar.

"Bahwa jalur Merak ke Bakauheni sampai hari ini aman dan lancar," kata Tito.
Tito mengatakan, berbeda dengan jalur mudik ke Jawa Timur, puncak arus mudik terjadi pada Jumat (8/6) sampai Minggu (10/6) lalu. Sehingga sampai kemarin, jumlah kendaraan semakin menurun. Termasuk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, arus juga relatif normal.

Tapi menurutnya, ini berbeda dengan di Merak. Dari data yang disampaikan oleh pihak ASDP, baru 30% persen pemudik yang diangkut menuju Bakauheni. Baik itu pemudik roda dua, roda empat dan pejalan kaki.

Ia memprediksi, puncak arus mudik di Merak terjadi mulai H-3 sampai H-1 Lebaran. Untuk antisipasi penumpukan jumlah penumpang, kepolisian bersama TNI dan pihak ASDP telah menyiapkan skenario terburuk.

Pertama, dermaga VI yang sebelumnya digunakan khusus motor akan dipecah arusnya. Roda dua akan disebar ke lima dermaga lain. Kedua, pihak ASDP akan memperpendek port time atau waktu loading dipercepat agar kapal tidak terlalu lama di pelabuhan.

"Jadi nggak lama di pelabuhan dan cepat bergerak ke lautnya," katanya.
Terakhir, jika terjadi penumpukan sampai tol seperti tahun lalu, maka akan ada penguatan personel. Mulai dari ketersediaan toilet, tenaga kesehatan, ketersediaan BBM dan layanan kesehatan.

Siapkan Pengamanan Khusus
Polri meningkatkan pengamanan guna mengantisipasi adanya aksi terorisme jelang, saat, hingga pasca-Lebaran 2018. Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan adanya pengamanan khusus.

"Ada pengamanan khusus. Oleh tim-tim khusus," kata Syafruddin, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Syafruddin pun mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya aksi terorisme jelang dan saat lebaran nanti.

"Masyarakat nggak usah khawatir. Pokoknya diamankan," ujarnya.
Untuk diketahui, beberapa bulan sebelumnya, marak terjadi aksi terorisme di sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya, terjadi di Jawa Timur, DKI Jakarta dan Riau.

Di Jawa Timur, aksi terorisme terjadi di Surabaya dan Mojokerto. Di mana dalam aksi terorisme yang menyerang sejumlah gereja itu melibatkan anak dan keluarga.

Di Jakarta, aksi terorisme terjadi di Mako Brimob. Kerusuhan di area Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Kemudian, pada Rabu (16/5) terjadi penyerangan yang masih berkaitan dengan tindakan terorisme ke Mapolda Riau. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU