Home  / 
Puan akan Bertemu Prabowo
Koalisi PDIP-Gerindra di 2019 Terulang Lagi ?
Minggu, 10 Juni 2018 | 14:36:55
Jakarta (SIB)- Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan kembali bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa berharap pertemuan itu dapat mengulang koalisi pada 2009. Diketahui, pada Pilpres 2009, PDIP berkoalisi dengan Gerindra.

Saat itu, koalisi tersebut memunculkan calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDIP dan Gerindra, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. "Tentunya saya bersyukur kalau memang jadi ketemu urusan-urusan yang mungkin hari ini ada perbedaan jadi tidak ada lagi perbedaan itu. Ini yang tentunya ke depan kita bisa bersama-sama lagi seperti 2009 ya," kata Desmond di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Desmond mengatakan masih adanya kemungkinan koalisi PDIP-Gerindra terbentuk. Apalagi keduanya merupakan partai dengan suara terbanyak menurut sejumlah lembaga survei saat ini. "Kalau kemungkinan itu pasti ada," tuturnya. Ia pun memaklumi kendala waktu yang menghambat pertemuan itu. Apalagi Puan, yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Menko PMK), memiliki kesibukan yang melebihi ketua umumnya. "Kami menghargai itu. Ke depan, bagi kami, apa yang dirancang Gerindra untuk berdialog dalam konteks politiknya pastinya ada harapan seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, Puan Maharani mengaku akan kembali melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ia dan Prabowo memiliki keinginan yang sama untuk kembali menggelar pertemuan. "Sudah sama-sama menyampaikan ada keinginan dan niatan untuk bertemu," kata Puan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).


Puan mengatakan pertemuan akan dilakukan secepatnya. Ia dan Prabowo sama-sama telah siap kembali bertemu. "Tapi ya insyaallah pastinya secepatnyalah. Saya juga udah bilang siap kok. Kan sama-sama udah bilang siap," ujarnya.

PDIP: MUNGKIN SAJA PDIP
angkat bicara mengenai rencana pertemuan salah satu elitenya, Puan Maharani, dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Bendahara Fraksi PDIP Alex Indra Lukman tak menampik pertemuan kedua tokoh itu untuk membahas koalisi di Pilpres 2019. "Soal pertemuan, kan sekarang bulan suci, sewajarnya Mbak Puan sebagai yang muda bersilaturahmi ke Pak Prabowo," kata Alex saat dimintai konfirmasi.

Ia juga menyebut tak tertutup kemungkinan akan ada pembahasan koalisi untuk Pemilu 2019. Dikatakan Alex, baik Puan, Prabowo, maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki tujuan yang sama untuk kepentingan negara. "Mungkin saja (membahas kemungkinan duet PDIP-Gerindra seperti Pemilu 2009). Karena baik Pak Joko Widodo, Pak Prabowo, maupun Mbak Puan sama-sama memikirkan kepentingan bangsa dan negara," ujarnya saat ditanya soal kemungkinan koalisi PDIPGerindra dari pertemuan Puan-Prabowo itu.

MASIH CAIR
Sementara itu, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menyebut pertemuan tersebut adalah pertemuan antara dua sahabat. "Bisa saja pertemuan antar dua sahabat. Karena dalam politik berbeda pandangan adalah biasa, tapi silaturahmi tidak boleh putus," kata Inas. Saat ditanya perihal kemungkinan PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra seperti Pemilu 2009 lalu, Inas menyebut semua kemungkinan masih cair. "Semuanya kan masih cair, karena deklarasi koalisi kan belum ada," tuturnya.

NASDEM SAMBUT BAIK
Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menyambut baik pertemuan itu. "Bagus-bagus aja. Baik Mbak Puan bertemu Pak Prabowo, para menteri ketemu satu sama lainnya, Amien Rais ketemu presiden. Kalau bertemu seperti itu ya bagus-bagus aja," kata Johnny.

Yang terpenting, kata Johnny, persatuan nasional dapat terjadi. Selain itu, pertemuan itu juga memberikan efek pada demokrasi yang lebih baik lagi. "Yang paling penting kontestasi-kontestasi Pilpres Pileg Pilkada nanti itu adalah kontestasi gagasan untuk membangun Indonesia membangun bangsa. Jangan ditandai dengan unsur-unsur personal gitu," ujarnya.

Terkait terbentuknya koalisi antara PDIP dan Gerindra, Johnny mengatakan hal itu memungkinkan. Asal, kata Johnny, Gerindra yang merapat ke Koalisi PDIP. "Kalau mereka mau ya kenapa tidak. Tapi kalau menurut kami kontestasi itu perlu. Kontestasi pilpres itu perlu," kata Johnny. Namun, Johnny menduga, pertemuan itu tidak hanya akan membahas persoalan koalisi saja.

Johnny yakin, dalam pertemuan itu, keduanya juga akan membahas bagaimana menjaga situasi kontestasi pilpres 2019 dapat berjalan dengan baik. "Bagaimana mencegah silaturahmi politik agar kontestasi pilpres pileg pilkada itu berjalan dengan baik dengan tidak saling menghujat tidak saling merendahkan. Jadi demokrasi yang berkualitas," katanya.

PKS ANGGAP LUMRAH PKS menganggap lumrah rencana pertemuan keduanya. "Pertemuan antar semua pimpinan partai lumrah dalam dunia demokrasi," kata Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf.

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU