Home  / 
Da’i-Da’iyah Sumut Diminta Bawa Ketenangan Dalam Pilgub
Senin, 21 Mei 2018 | 11:04:43
SIB/Dok
PERTEMUAN: Calon Gubernur Sumut H Djarot Saiful Hidayat melakukan pertemuan dengan pengurus Forum Da’i dan Daiyah Sumut di Medan, Minggu (20/5).
Medan (SIB) -Kalangan da'i dan da'iyah yang berperan menyampaikan dakwah diminta untuk mendinginkan situasi pemilihan gubernur (pilgub) di Sumatera Utara yang terkesan mulai memanas. Kondisi memanas itu dinilai sudah semakin dekat dengan memainakan isu agama.

Dalam pertemuan dengan pengurus Forum Da'i dan Da'iyah Sumut di Medan, Minggu, (20/5), Cagub Sumut H Djarot Saiful Hidayat menilai kondisi yang memainkan isu agama tersebut bisa kontraproduktif bagi Sumut. Karena itu, diperlukan peranan da'i dan da'iyah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk memberitahukan masyarakat bahwa yang akan dipilih bukan pemimpin agama, tapi pemimpin pemerintahan.

Untuk itu, faktor yang perlu menjadi perhatian masyarakat adalah hal-hal yang berkaitan dengan integritas, kapasitas, kompetensi, dan pengalaman dari cagub-cawagub. Selain itu, cagub-cawagub yang akan dipilih tersebut juga akan diayomi seluruh agama.

"Jadi, masjid jangan dikotori dengan prilaku praktis pragmatis dalam pilkada," katanya.

Cagub yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengaku heran dengan Malaysia yang selalu bisa tenang dalam pesta demokrasi meski negara itu lebih mengedepankan nilai agama. Kondisi itu justru berbeda dengan Indonesia yang berasaskan Pancasila karena sering mengalami kegaduhan politik dalam peseta demokrasi seperti pilkada.

Di hadapan para pengurus Forum Da'i dan Da'iyah Sumut, Djarot Saiful Hidayat juga menegaskan keengganannya untuk menerapkan politik uang (money politic) dalam meraih kemenangan dalam pilgub Sumut. Selain tidak mendidik, praktik politik uang tersebut juga dapat menghilangkan ikatan tanggungjawab terhadap masyarakat jika meraih kemenangan dalam pilkada nantinya.

Ketua Forum Da'i dan Da'iyah Sumut Ustadz Marasuran Ritonga mendukung upaya menciptakan kamtibmas yang kondusif dalam pilkada, sekaligus tidak menginginkan adanya politisasi agama.

Karena itu, pengurus Forum Da'i dan Da'iyah Sumut akan berupaya memberikan edukasi kepada jamaahnya, baik di perwiridan, masjid, maupun sekolah-sekolah yang dibina selama ini.

Demi kemajuan Provinsi Sumut, Forum Da'i dan Da'iyah Sumut memilih untuk mendukung Djarot Saiful Hidayat yang berpasangan dengan Sihar Sitorus setelah melihat program dan visi misi yang lebih terbuka dan berhubungan langsung dengan kebutuhan daerah.

"Pasangan Djarot-Sihar menawarkan Sumut yang mudah dan transparan, memang itu yang dibutuhkan, katanya.

Selain program, Forum Da'i dan Da'iyah Sumut melihat adanya peluang keteladanan dalam pemerintahan berdasarkan pengalaman Djarot Saiful Hidayat ketika memimpin di Blitar dan Jakarta. (A18/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Warga Kelurahan Lestari Desak Pemkab Asahan Normalisasi Parit PT BSP
17 TKI Diduga Ilegal Diamankan di Perairan Kuala Bagan Asahan
BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Luncurkan Sistem Rujukan Online
Pelamaran CPNS Dipastikan Sesuai Aturan dan Tidak Ada Diskriminasi
Pahala Sitorus Minta Pemerintah Angkat Honorer K2 menjadi ASN P3K Tanpa Seleksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU