Home  / 
Poldasu Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang Tersangka Kasus Penipuan Rp3,5 M
Minggu, 20 Mei 2018 | 13:21:33
Medan (SIB) -Penyidik Subdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu menetapkan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan saat dirinya menjabat Bupati Tapteng tahun 2013 lalu. Dalam kasus ini, Bonaran dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan dana Rp3,5 miliar.

 Kepada wartawan melalui telepon seluler, Sabtu (19/5), Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, tersangka dilaporkan oleh pelapor Effendi Marpaung dalam laporan polisi No : LP/555/ V/ 2018/SPKT I tanggal 1 Mei 2018. Dalam laporan itu, Effendi melaporkan Raja Bonaran Situmeang Dkk.

Menurut keterangan effendi, Raja Bonaran Situmeang disebutkan memerintahkan anak buahnya melakukan pengutipan kepada sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebesar Rp120 juta-Rp150 juta, dengan imbalan nantinya akan lulus menjadi pegawai negeri sipil.

Disebutan, dalam kasus ini terlapor akan dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana dan 372 KUHPidana. Menurutnya, penetapan status tersangka terhadap Raja Bonaran Situmeang dilakukan karena unsur-unsur perbuatan pidana tersebut terpenuhi, dari saksi hingga barang bukti.

"Memang ada laporan tersebut di Poldasu, korbannya lebih dari satu. Dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang ada, penyidik kemudian melakukan gelar perkara dan status terlapor sudah ditingkatkan menjadi tersangka," ujarnya.

Dijelaskan, dari penyelidikan sementara yang dilakukan penyidik, tersangka Bonaran diduga memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengutipan liar di luar prosedur yang berlaku, dan uang tersebut dinikmati olehnya dan jaringannya.

"Yang dilaporkan dalam kasus ini penipuan dan penggelapan, lebih dari satu orang. Tapi untuk saat ini, baru Bonaran yang sudah ditingkatkan menjadi tersangka," sebutnya.

Ditanyai lebih lanjut, Kabid Humas belum berkenan membeberkan nama-nama korban dan terlapor dalam kasus ini, karena masih dalam melakukan penyidikan. Diakui, kemungkinan masih ada masyarakat yang akan melaporkan berkaitan dengan kasus penipuan tersebut.

Diketahui, Raja Bonaran Situmeang berpasangan dengan Syukran J Tanjung menjadi bupati dan wakil bupati Tapteng. Saat Raja Bonaran tersandung kasus, posisi bupati digantikan oleh Syukran J Tanjung. Kini, keduanya tersandung kasus dugaan penipuan dan penggelapan berbeda yang dilaporkan di Poldasu.

"Untuk nama-nama korban nanti saja ya, atau silahkan tanya sama penyidik," jelasnya. (A15/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU