Home  / 
Aparat Lancarkan Serangan
* 2 Terduga Teroris Ditembak di Tanjungbalai dan Surabaya
Rabu, 16 Mei 2018 | 09:28:09
SIB/Dok
TERKAPAR: Seorang terduga teroris terkapar di jalan diduga tertembak, Selasa (15/5), saat petugas diduga Tim Densus 88 menggerebek rumah di Jalan Yos Sudarso Teluk Nibung Tanjungbalai.
Tanjungbalai (SIB) - Sejumlah petugas bersenjata lengkap diduga Tim Densus 88 menangkap seorang pria dan menembak 2 terduga teroris, Selasa (15/5) dari dua lokasi berbeda di Tanjungbalai dan Asahan.

Informasi yang dihimpun SIB di lapangan, semula petugas  menangkap J dari sebuah rumah di Desa Sei Apung Jaya Kabupaten Asahan sekira pukul 07.00 wib. Selanjutnya sekira pukul 16.30 wib dari salahsatu rumah warga di Jalan Kolonel Yos Sudarso Kelurahan Beting Kuala Kapias Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai, petugas berhasil meringkus 2 pria terduga teroris.

Saat penangkapan, terjadi perlawanan antara petugas dengan kedua pria terduga teroris. Bahkan kedua pria itu terpaksa ditindak tegas karena berusaha melawan petugas hingga tertembak peluru.

Kedua terduga teroris yang tertembak berinisial S yang dikabarkan tewas, sedangkan B tertembak di bagian kakinya. Pantauan SIB, akibat kejadian tersebut sepanjang Jalan Yos Sudarso Tanjungbalai ditutup. Sementara petugas masih menyisir rumah yang disebut-sebut ditempati terduga teroris tersebut. 

Saat penangkapan berlangsung, wartawan dilarang mengambil gambar dan petugas melarang warga yang penasaran ingin menyaksikan kejadian tersebut. Hingga berita ini dikirim tidak satupun petugas Polres Tanjungbalai yang bisa dikonfirmasi untuk memastikan kebenaran apakah ketiga pria itu terduga teroris

Ringkus Terduga Teroris
Petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga meringkus sejumlah teroris di dua lokasi berbeda, di antaranya Jalan Pukat/Jalan Mandailing, Kecamatan Medan Tembung dan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Selasa  malam.

Sejumlah warga Jalan Pukat/Jalan Mandailing ketika diwawancarai mengungkapkan penangkapan terhadap terduga teroris itu berlangsung cukup cepat. Warga juga tak mengetahui pasti berapa orang yang diringkus, sebab anggota Densus 88 ramai mengelilingi terduga teroris yang langsung dimasukkan ke dalam mobil.
Sementara itu sejumlah warga di Desa Sampali juga menyampaikan hal yang sama. Disebutkan warga bahwa penggerebekan di satu rumah itu spontan mengejutkan warga. Dimana saat itu petugas Densus 88 bersenjata lengkap melarang warga mendekati rumah yang dihuni terduga teroris.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri dikonfirmasi mengakui jika pihaknya saat itu fokus melakukan pengamanan di Mako.

"Saya dan anggota menjaga ketat Mako. Tadi warga menyampaikan kepada saya ada rame-rame (penggerebekan) di Jalan Pukat/Jalan Mandailing dan Desa Sampali. Namun saya fokus menjaga Mako guna mengantisipasi aksi teror," terangnya.

Ranah Mabes Polri
Sementara itu, Kapoldasu saat dikonfirmasi melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan membenarkan petugas Densus 88 menembak 2 terduga teroris di Tanjungbalai. Namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci mengenai hal itu. 

"Itu (Densus 88) ranah Mabes Polri,  coba konfirmasi saja langsung ke pihak yang berwenang, ''ujar MP Nainggolan melalui pesan singkat, Selasa (15/5) malam.

Baku Tembak
Di Manukan Kulon, Surabaya, Satdensus 88 terlibat baku tembak dengan terduga teroris, Selasa (15/5). Satu orang terduga teroris tewas akibat peristiwa ini.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan terduga teroris yang terlibat baku tembak dengan petugas adalah kelompok teroris yang sebelumnya melakukan serangan bom beberapa waktu lalu.

"Itu pasti ya, ini petugas di lapangan tak akan ragu lakukan penindakan selain tiga (alasan) itu. Tentu itu kalau memiliki bukti akurat yang dimilikinya dalam rangka jaringan ini. Sehingga tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas," kata Frans.

Frans menjelaskan alasan yang dimaksudnya di antaranya kalau para teroris dan jaringannya melakukan perlawanan dan terduga teroris tersebut membahayakan publik di sekitarnya.

Dia mengatakan terduga pelaku yang tewas adalah seorang pria yang diperkirakan berumur 39-41 tahun. Baku tembak ini terjadi sore, pukul 17.15 WIB.
Sebelumnya, polisi memastikan serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo dilakukan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS. 

17 Terduga Teroris Ditangkap
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)  mengaku sudah menangkap 17 terduga teroris setelah insiden ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu lalu. Sementara 4 terduga teroris lainnya tewas ditembak. Jumlah itu merupakan data sementara hingga Selasa (15/5) siang.

Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan, penangkapan terbaru dilakukan terhadap 4 terduga teroris. Dua terduga teroris ditangkap di Malang. Sementara dua lainnya masing-masing ditangkap di Surabaya dan Pandaan, Pasuruan.

Menurut Frans, empat terduga teroris itu ditangkap dalam kondisi hidup. "Kemungkinan terus bertambah, ada penindakan yang harus dilakukan," kata Frans di Mapolda Jatim.

Pada Senin kemarin, Polda Jatim telah melakukan penindakan terhadap 13 terduga teroris. Sekitar 4 terduga teroris ditembak sehingga meninggal saat penangkapan. Adapun 9 lainnya ditangkap dalam kondisi hidup. Mereka ditangkap di Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Ingin Serang Mako Brimob Sumsel
Sementara itu, polisi menyebut dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang berencana menyerang Mako Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Kedua terduga teroris itu semula ingin menyerang Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, namun batal karena kerusuhan sudah selesai.

"Yang di Sumatera Selatan kaitannya pada saat kejadian di Mako Brimob (Mako Brimob Polri). Maka mereka merencanakan untuk menyerang Mako Brimob Polda Sumsel," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Terkait dua terduga teroris yang diamankan, Setyo menyebut ada enam orang lain yang diduga melarikan diri. Saat ini polisi sedang melakukan pengejaran terhadap mereka.

"Sebetulnya tidak hanya dua, tapi yang tertangkap baru dua. Delapan orang merencanakan menyerang Polda Sumsel, enam melarikan diri," ujar dia.
Dua terduga teroris yang diamankan masing-masing berinisial AH (39) dan HK (37). Mereka ditangkap di KM 5 Palembang pada Senin (14/5) sore.

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan keduanya merupakan warga Pekanbaru, Riau. Mereka berangkat dari Riau dan rencananya akan ke Jakarta untuk membebaskan jaringan mereka di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Tetapi, karena sudah selesai, mereka mau balik lagi dan kami tangkap," kata mantan Kapolda Riau ini. (E08/E09/BR05/A20/A16/detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU