Home  / 
1.300 Booth Padati Pameran Inacraft 2018
Wapres JK: Kerajinan Tangan Harus Bersaing dengan Robot
Jumat, 27 April 2018 | 09:18:27
SIB/Dok
DIABADIKAN: Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama ibu Mufidah Kalla memukul gondang membuka pameran Jakarta International Handycraft Trade Fair (Inacraft) 2018 di Assembly Hall JCC Senayan, Rabu (25/4) disaksikan Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, Hj Evi Diana br Sitorus Erry Nuradi dan lainnya.
Jakarta (SIB) -Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi istri Mufidah Kalla membuka pameran Jakarta International Handycraft Trade Fair (Inacraft) 2018 di Assembly Hall JCC Senayan, Rabu (25/4).

Acara yang berlangsung lima hari, 25-29 April itu mengusung tema "The Lofftines of North Sumatera" dengan tema utama "Coloring the world" diikuti 1.395 peserta dari seluruh pelosok tanah air yakni perajin, pengusaha, produsen dan eksportir. Tampak hadir dari Sumut, Gubernur Erry Nuradi beserta istri yang ikut mendampingi JK saat membuka pameran.

Jusuf Kalla dalam sambutannya mengimbau para pelaku usaha kreatif harus bisa bersinergi dengan era digital saat ini. Kemajuan teknologi tidak terelakkan lagi. Tentu kerajinan harus berubah dengan ecommerce. Apa yang harus berubah? Antara lain standar, kualitas dan ukuran. Pengusaha kerajinan industri kreatif harus terus memperhatikan produknya agar on spec, sesuai dan spesifikasi yang dibutuhkan pembeli.

"Di era sekarang handycraft atau kerajinan tangan akan bersaing dengan robot. Bagaimana dapat bersaing kalau tidak memiliki standar, kualitas dan ukuran yang bagus," tandasnya. Maka pameran Inacraft penting, karena hasil karya dari orang-orang rajin, kalau tidak rajin tidak bisa menghasilkan karya yang baik. Inacraft atau handycraft memberikan dampak yang baik, karena mendorong perekonomian dan tentunya membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.

"Itu artinya apa, kerajinan tangan memberikan dampak yang luas. Dan ini sebagian besar dikerjakan pelaku usaha kecil. Dan kerajinan tangan ini dalam rangka menjaga budaya, karena kerajinan ini berasal dari daerah setempat," kata Jusuf Kalla.

Dia juga mencontohkan, dulu setiap acara orang-orang pakai jas sekarang hampir tidak ada lagi. Bahkan kini setiap acara banyak orang memakai, songket, tenun, batik dan inovasi batik. Ini mengindikasikan hasil suatu karya dibuat oleh masyarakat banyak, dapat membuat ekonomi bertumbuh.

1.300 BOOTH
Sementara itu, Wakil Ketua Umum 2 ASEPHI Gusmardi Bustami mengatakan, even akbar ini diikuti 1.395 peserta dari seluruh pelosok tanah air, terdiri dari para perajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan. Serta beberapa negara sahabat juga ikut menyemarakkan pameran, dengan menampilkan produk kerajinan mereka.

Pada pelaksanaannya, Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handycraft Indonesia (ASEPHI), selaku penyelenggara menerbitkan buku sejarah 20 tahun perjalanan Inacraft. Dari 120 booth di tahun pertama pada 1999, hingga menjelma menjadi lebih 1.300 booth.

Selain itu ada special booth dari Extended Program Anggota ASEPHI yang mengikuti Short Course Australia Award. International Business Readiness for Jewellery Design atas dukungan DFAT Australia.

Dalam sesi lainnya, memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, juga akan ada acara  menampilkan kesenian dan display produk kerajinan kolaborasi Indonesia dengan Jepang.

ASEPHI juga memberikan perhatian khusus dengan memberikan fasilitas promosi kepada kelompok Baduy Craft Banten dan Komunitas Diffabel dari Kriya Mata Kuching Bandung. (rel/A12/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU