Home  / 
Sumur Minyak Meledak di Aceh Timur, 18 Orang Tewas Puluhan Luka
* Ledakan Jadi Sorotan Dunia
Kamis, 26 April 2018 | 11:10:01
SIB/Ant/Rahmad
SEMBURAN API : Warga menyaksikan semburan api di lokasi pengeboran minyak illegal yang dikelola warga di kawasan Dusun Kamar Dingin Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4). Terbakarnya sumur minyak Ilegal itu mengakibatkan sebanyak puluhan orang terluka dan sekitar 18 orang meninggal dunia.
Aceh Timur (SIB) -Sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, meledak dan terbakar, Rabu (25/4) dinihari. Dikabarkan 18 orang tewas dan luka berat 41 orang.

"Korban (tewas) sudah bertambah jadi 18 orang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek, Rabu (25/4).

Sementara itu, korban luka berat berjumlah 41 orang dan dirawat di tiga rumah sakit di Aceh Timur. Selain itu, lima unit rumah warga rusak berat akibat insiden tersebut.

Menurut Dadek, petugas kesulitan mengevakuasi korban dari lokasi karena api belum bisa dipadamkan. Jenazah dan korban luka-luka yang sudah bisa dievakuasi selanjutnya diboyong ke puskesmas dan tiga rumah sakit.

Lima orang korban luka dirawat di Rumah Sakit Graha Bunda di Idi Rayeuk, 19 korban luka berat dirawat di Rumah Sakit Zubir Mahmud di Idi Rayeuk, dan 16 orang dirawat di Rumah Sakit Abdul Aziz di Peureulak. Sedangkan jenazah korban terbakar diboyong ke Puskesmas Ranto Peureulak.

Saat ini, petugas gabungan masih berusaha memadamkan api. Tim ahli dari Pertamina didatangkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Petugas gabungan juga masih bersiaga di lokasi mengantisipasi api menjalar ke permukiman warga.

"Petugas Damkar, BPBD, TNI, dan Polri saat ini masih bersiaga di lokasi kejadian kebakaran untuk mengantisipasi dampak kebakaran meluas ke pemukiman masyarakat," jelas Dadek. 

Pemilik Tewas
Sumur minyak yang meledak  ditambang secara tradisional oleh masyarakat. Pemilik sumur minyak, Nazar termasuk dalam 15 orang yang tewas.

"Di lokasi ledakan ditemukan korban Nazar yaitu pemilik sumur minyak bersama korban lainnya yang diduga masyarakat yang tengah menggali sumur minyak secara tradisional," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar.

Insiden ledakan sumur minyak itu terjadi dini hari saat sejumlah warga sedang berada di lokasi untuk menggali serta mengambil minyak di sumur milik Nazar. Tiba-tiba, terjadi ledakan dan api membumbung tinggi.

"Ledakan dari sumur minyak tersebut mengakibatkan semburan api setinggi 100 meter," jelas Misbahul.

Percikan Api
Sementara itu, BNPB menyebut, ledakan itu diduga akibat percikan api saat pengelasan pipa.

"Dugaan sementara akibat percikan api pada saat seorang pekerja melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukkan ke dalam sumur," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.

Sutopo mengatakan, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur beserta tim sudah berada di lokasi memantau langsung kejadian tersebut. 

"Hasil koordinasi kami dengan camat, korban meninggal dunia 10 orang, luka-luka masih didata. Api belum padam tetapi hari ini BPBD dan Pertamina akan menerapkan teknologi khusus untuk memadamkan api," ujarnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar juga menyampaikan hal senada. Pihaknya juga sudah berada di lokasi melakukan penanganan.
"Sekarang jumlah korban masih dalam pendataan baik korban meninggal atau luka-luka," kata Kombes Misbahul.

Disorot Dunia
Kebakaran sumur minyak tersebut kini jadi sorotan dunia. Sejumlah media asing mengabarkan tentang ledakan sumur minyak yang menewaskan belasan orang tersebut.

Media Reuters menulis berita itu dengan judul "Fire at oil well in Indonesia's Aceh kills 10, injures 40". Dalam artikelnya Reuters mengutip pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho soal jumlah korban dan Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro soal dugaan pengeboran minyak ilegal.

Di akhir artikelnya, Reuters menuliskan aktivitas pengeboran ilegal semacam ini biasa terjadi di Aceh, di mana Pertamina mengoperasikan ladang minyak. Sementara media Australia, news.com.au menulis artikel "Numerous deaths and injuries in illegal Indonesia oil well fire".

Media Australia itu menuliskan peristiwa ini terjadi satu bulan setelah insiden tumpahan minyak di Kalimantan Timur yang menyebabkan pemerintah Indonesia menyatakan keadaan darurat.

Tak hanya media barat, media Asia juga seperti Xinhua dan Channel News Asia juga memberitakan kebakaran di sumur minyak tersebut. Media Timur Tengah, seperti Gulfnews dan Arab News juga memberitakan ledakan sumur minyak tersebut.

Media Arab News dalam artikel "At least 10 killed, dozens injured in illegal Indonesia oil well fire" juga menyoroti maraknya penambangan minyak ilegal yang dilakukan penduduk Aceh.

Dilarikan ke RS Adam Malik
Tiga korban kebakaran pengeboran minyak mentah di Dusun Kama Dingin, Desa Pasi Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Rabu (25/4).

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting mengatakan informasi yang diterima pihaknya, ada tiga korban yang dilarikan ke rumah sakit milik Kemenkes RI.

"Informasinya tiga orang yang dibawa ke mari. Tapi saat ini sudah dua pasien yang sampai. Satu pasien lagi belum sampai karena sedang dalam perjalanan," kata Masahadat.

Masahadat menyebutkan dua pasien langsung mendapatkan penanganan tim medis, namun satu pasien dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar di sekujur tubuhnya yang mencapai 99%.

"Nama pasien yang meninggal Muhammad Rafi AMD (39), Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Masuk via IGD pukul 11.37 WIB," ujarnya.
Satu pasien lagi atas nama Zainal Abidin (35), Dusun Kama Dingin, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Masuk via IGD pukul 11.23 WIB dengan kondisi luka bakar 99%.

"Saat ini Zainal masih mendapat penanganan medis dari dokter spesialis bedah plastik dan anastesi. Untuk lebih pasti dimana saja luka bakarnya belum kami dapatkan karena tim medis sedang menangani pasien," ungkapnya.

Gubernur Aceh Tahu Ilegal
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku tahu sumur minyak itu ilegal.

"Itu tambang ilegal dan kepolisian tahu. Mau kita tindak untuk tutup tapi itu merupakan ladang pencarian masyarakat," kata Irwandi kepada wartawan saat ditemui di Gedung DPR Aceh, Rabu (25/4).

Menurut Irwandi, sebelumnya di Aceh Timur juga pernah terjadi kebakaran di sumur ilegal, namun tidak sedahsyat ini. Karena kasus ini makan banyak korban tewas, menurutnya pemerintah Aceh akan melakukan evaluasi.

"Seperti saran dewan tadi diberikan izin pertambangan rakyat tapi diawasi. Korban ditangani ada BPJS," jelas Irwandi.

Pimpinan DPR Minta Aparat Sidak
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta aparat dan pihak berwenang untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) sumur minyak tradisional yang dijalankan oleh masyarakat. Pasalnya, jika terjadi insiden seperti longsor, ledakan, bahkan kebakaran, tentu akan sangat membahayakan, baik itu penambang maupun masyarakat.

"Aparat dan pihak berwenang harus melakukan sidak ke sumur minyak rakyat yang di luar ketentuan perundang-undangan. Bukan hanya di Aceh timur, tapi seluruh sumur minyak ditertibkan. Karena ini sangat berbahaya, manakala terjadi potensi kebakaran dan ledakan yang menggunakan teknologi tradisional," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4).

Waketum DPP PAN itu menegaskan, kendati Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, namun sumur minyak tradisional ini dijalankan oleh masyarakat, dan tidak dikuasai oleh institusi resmi. Sehingga, sumur minyak tradisional ini tidak diperbolehkan oleh undang-undang.

"Sumur minyak tradisional ini harus diatur. Karena ini kan sumur minyak milik rakyat, bukan milik institusi resmi. Secara prinsip, kita mengharapkan, jangan kita kelabakan karena ada kebakaran sumur minyak milik masyarakat yang tidak berizin. Tapi pencegahannya harus dilakukan secara sistematis juga," tandas Taufik.  (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU