Home  / 
Jokowi Disebut Down
Hanura: Amien Rais Sudah Rabun Politik
Kamis, 26 April 2018 | 11:07:28
Jakarta (SIB)  -Partai Hanura menilai Amien Rais rabun politik soal pernyataan elektabilitas Presiden Joko Widodo turun. Amien juga disebut gagal paham dengan hasil survei yang dirilis berbagai lembaga terkait elektabilitas Jokowi.

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah mengatakan, elektabilitas Jokowi berbagai lembaga survei justru di atas 50 persen. Hal ini berbeda dengan yang dikatakan Amien Rais bahwa elektabilitas Jokowi sebagai petahana tak mencapai 50 persen.

"Amien Rais kan sudah rabun politik, sehingga gagal dalam memahami hasil survei dari beberapa lembaga survei yang justru menyebutkan elektabilitas Jokowi di atas 50 persen," kata Inas melalui pesan singkat, Selasa (24/4).

Inas kemudian menuturkan, Hanura sebagai salah satu partai pendukung tetap optimis bahwa Jokowi akan memenangkan Pilpres 2019. Sebab, ia menilai bahwa program Jokowi ke depan telah menyentuh masyarakat bahkan hingga ke lapisan bawah.

"Sangat optimis (Jokowi akan menang pada Pilpres 2019). Karena, program-program Jokowi sudah menyentuh akar rumput dan hal inilah yang membuat Amien Rais panik," sebutnya.

Survei Mana
Menanggapi hal itu, PPP justru mempertanyakan data yang digunakan Amien Rais.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi kemudian membeberkan raihan elektabilitas Jokowi di berbagai lembaga survei. Menurutnya, Amien Rais seharusnya tak terpaku pada satu lembaga survei.

"Data mana yang dipakai Pak Amien? Survei terbaru dari Cyrus menyebut elektabilitas Jokowi 55 persen, Litbang Kompas 68 persen. Maka cukup bandingkan beberapa lembaga survei, jangan hanya satu survei apalagi survei pesanan," kata Baidowi.

Ia menuturkan, persoalan elektabilitas Jokowi akan menjadi urusan partai koalisi pendukungnya. Pria yang akrab disapa Awiek ini berpesan agar Amien Rais fokus untuk menyiapkan lawan tanding Jokowi di Pilpres 2019.

"Lebih baik Pak Amien Rais fokus untuk menyiapkan penantang Pak Jokowi. Urusan Pak Jokowi, biarlah kami yang di koalisi yang akan mengurusnya. Lebih baik ayo adu gagasan dari pada ngurusi orang lain," ujarnya.

Meleset
Sementara itu, Golkar mengatakan perhitungan Amien tersebut meleset.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, hal itu terlihat dari prediksi Amien Rais yang pernah dilontarkan pada Pilpres 2014 terdahulu.

"Rasa-rasanya analisis Pak Amien Rais kadangkala meleset seperti Pilpres 2014. Jadi biarkan saja Pak Amien Rais berpendapat seperti itu," kata Ace.

Ia kemudian menyarankan agar Amien Rais mengkaji terlebih dahulu secara mendalam sebelum menyampaikan analisisnya. Ace juga berharap agar ketidaktepatan prediksi Amien Rais tak terulang di Pilpres 2019.

"Mungkin sebaiknya Pak Amien mengkaji dulu secara mendalam argumentasi yang disampaikan. Jangan sampai mengulangi ketidaktepatan analisanya," tutupnya.

Sebelumnya Amien Rais menunjuk foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengisi ceramah di Balai Kota. Amien menyebut elektabilitas Jokowi terus turun.

"Ini (menunjuk foto Jokowi) elektabilitasnya sudah going down. Kata ahli, para survei, itu seorang incumbent, sekarang petahana, kalau di bawah 50 persen, itu untuk menang kembali seperti is impossible. Tapi kalau Ibu peduli negeri, partai Islam juga cuma leyeh-leyeh, is impossible," ujar Amien di depan para ustazah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Koalisi Bakal Beralih
Partai Gerindra satu suara dengan Amien Rais yang menyebut elektabilitas Presiden Joko Widodo turun jelang Pilpres. Dengan kondisi itu bahkan diprediksi partai koalisi Jokowi akan beralih.

"Iya (sependapat dengan Amien Rais). Saya rasa partai-partai pun yang mendukung Pak Jokowi awalnya, akan mempertimbangkan tentang penurunan elektabilitas. Saya rasa besar kemungkinannya (partai pendukung akan beralih) kalau elektabilitas Pak Jokowi akan turun terus," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono.

Ferry kemudian memaparkan bahwa perolehan elektabilitas Jokowi memang sudah 'going down' sejak jauh-jauh hari. Menurutnya, elektabilitas Jokowi akan terus menurun terlebih dengan dikeluarkannya Perpres tentang Tenaga Kerja Asing.

"Jadi menurut hasil survei Median, elektabilitas Pak Jokowi sekarang sudah 36 persen. Survei tersebut dilakukan sebelum harga BBM naik, premium hilang di pasaran, kasus Ibu Sukmawati, dan sebelum dikeluarkannya Perpres nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing. Sehingga kami berpendapat elektabilitas Pak Jokowi akan terus merosot," sebutnya. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU