Home  / 
Jelang Pilpres 2019
Indo Barometer: Jokowi-Prabowo Pasangan Terkuat
* Megawati Bakal Restui Duet Jokowi-Prabowo ?
Rabu, 25 April 2018 | 10:27:37
Jakarta (SIB) -Secara mengejutkan, Jokowi membuka peluang duet dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Apa yang terjadi jika Jokowi benar-benar duet dengan Ketum Gerindra itu ?

"Tentu peluang menangnya paling besar ya kalau kombinasi Jokowi-Prabowo. Karena dua-duanya kalau bicara capres paling tinggi suaranya, kemudian dari dua segmen yang berbeda pendukungnya Jokowi dan Prabowo itu memang berbeda konstituennya, nah itu kemudian membuat mereka saling melengkapi," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, kepada saat berbincang dengan wartawan, Selasa (24/4).

Peta politik bakal berubah total seandainya Jokowi berduet dengan Prabowo. Partai pendukung Prabowo diprediksi pindah haluan.

"Pendukung Pak Prabowo itu akan lari karena tidak semua mau koalisi dengan Jokowi. Larinya ke mana ya nanti akan ke tokoh yang akan muncul jadi ke calon lain," kata Qodari.

Qodari menghitung jika terjadi duet Jokowi-Prabowo, maka ada dua skenario yang mungkin terjadi. Pertama Jokowi-Prabowo melawan kotak kosong. Kedua melawan penantang baru.

"Katakanlah Gatot dengan Anies, Anies dengan AHY, atau AHY dengan Muhaimin. Karena kalau mereka bergabung lawannya itu motornya akan datang dari Partai Demokrat," ujar Qodari menganalisis.

"Jadi Demokrat misal gabung dengan PAN karena Pak Amien tak mau dengan Pak Jokowi, kemudian mungkin PKS gabung karena PKS betul-betul nggak mau dukung Jokowi," imbuh Qodari.

Tapi mungkinkah duet Jokowi-Prabowo jadi kenyataan dan direstui PDIP dan parpol pendukung Jokowi lainnya? 

Bakal Restui?
Sementara itu, Jokowi buka-bukaan soal peluang duet dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Mungkinkah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merestui duet Jokowi-Prabowo?

"Kalau menurut saya hubungan antara Prabowo dan PDIP nggak seburuk yang diduga orang. Memang sempat panas 2014 karena waktu itu Pak Prabowo menagih perjanjian Batutulis, tapi secara historis hubungan mereka itu cukup baik," kata  M Qodari.

Qodari lantas mengungkap sejarah kedekatan Prabowo dengan tokoh PDIP. Terutama dengan almarhum suami Megawati, Taufiq Kiemas.

"Pertama yang mengajak Prabowo pulang itu Pak Taufiq Kiemas. Kalau tidak dibukakan pintu belum tentu Prabowo pulang, dia nggak bisa bikin Gerindra dan nggak bisa nyalon," kata Qodari.

"Kemudian tahun 2009 keduanya (Mega-Prabowo) bekerja sama, Prabowo sempat menawarkan Puan jadi wakilnya, akhirnya jadilah Megawati-Prabowo. Jadi sebetulnya hubungan Pak Prabowo-Mega itu lebih banyak baiknya daripada buruknya," katanya.

Jadi Qodari menyimpulkan ada peluang Megawati merestui duet Jokowi-Prabowo.

"Bukan mustahil PDIP dan Megawati mendukung usulan Jokowi-Prabowo," pungkasnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU